Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Facing Challenges: Diperiksa Polisi, Thariq Halilintar Ternyata Bayar Rp 160 Juta ke Hanania Travel

Mark Williams 4 mins read 8 views

Thariq Halilintar Hadapi Tantangan Saat Bayar Rp 160 Juta ke Hanania Travel Facing Challenges - Dalam rangka menghadapi tantangan baru, Thariq Halilintar dan

Facing Challenges: Diperiksa Polisi, Thariq Halilintar Ternyata Bayar Rp 160 Juta ke Hanania Travel

Thariq Halilintar Hadapi Tantangan Saat Bayar Rp 160 Juta ke Hanania Travel

Facing Challenges – Dalam rangka menghadapi tantangan baru, Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid diperiksa oleh polisi sebagai saksi dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana yang menimpa Hanania Travel. Mereka menjadi bagian dari investigasi yang sedang berlangsung di Polda Metro Jaya pada Rabu, 10 Juni 2026. Keduanya mengungkapkan bahwa mereka telah menyetorkan lebih dari Rp 160 juta untuk mengelola rombongan keluarga dalam perjalanan umrah bersama. Selama pemeriksaan, Thariq dan Aaliyah diberi kesempatan untuk menjelaskan peran mereka dalam proses ini.

Keterlibatan dalam Proyek Umrah

Thariq Halilintar, yang dikenal sebagai salah satu promotor, awalnya terlibat dalam kerja sama dengan Hanania Travel setelah menerima tawaran promosi pada November 2025. Menurut Sangun Ragahdo, kuasa hukum kedua pihak, mereka memutuskan untuk bergabung karena merasa perusahaan tersebut memiliki reputasi yang baik dan telah mengirimkan banyak jemaah umrah sebelumnya. “Klien kami menyetujui kerja sama ini dengan harapan bisa membantu para pengguna media sosial yang tertarik berangkat umrah,” jelas Sangun dalam wawancara terpisah.

Menurut pengakuan Sangun, Thariq dan Aaliyah tidak hanya menjadi promotor tetapi juga mendapatkan fasilitas perjalanan umrah gratis untuk diri sendiri dan anak-anaknya. Di luar itu, mereka juga membantu menarik minat keluarga lain untuk ikut berpartisipasi dengan membayar biaya sendiri. “Total dana yang dikeluarkan klien kami mencapai hampir Rp 170 juta, termasuk biaya tambahan selama di Arab Saudi,” tambahnya. Ia menekankan bahwa tindakan ini dilakukan secara transparan dan berdasarkan kesepakatan bersama.

Sejarah dan Kredibilitas Hanania Travel

Sebelum menyetorkan dana, Thariq dan Aaliyah melakukan riset menyeluruh tentang Hanania Travel. Mereka menilai perusahaan ini memiliki track record yang baik, serta telah memperoleh kepercayaan dari banyak calon jemaah. “Klien kami percaya bahwa Hanania Travel bisa menjamin kenyamanan dan keamanan selama perjalanan,” kata Sangun. Namun, meski terlihat kredibel, tidak semua pelanggan memperoleh pengalaman yang sama. Beberapa bulan setelah perjalanan umrah pada Desember 2025, laporan dugaan penipuan mulai berhembus, yang menimpa sejumlah besar korban.

Polda Metro Jaya sedang mengejar peristiwa tersebut dengan memeriksa berbagai aspek keuangan Hanania Travel. Dalam pemeriksaan, Thariq dan Aaliyah dianggap sebagai bagian dari tim promotor yang berperan dalam menarik calon jemaah. “Mereka hanya mempromosikan layanan secara online, tidak melakukan manipulasi keuangan,” kata Sangun. Meski begitu, mereka kini harus menghadapi tantangan untuk menjelaskan keputusan mereka dalam pemberian dana tersebut.

Korban dan Dampak Kasus

Kasus dugaan penipuan Hanania Travel dianggap sebagai tantangan besar bagi para korban yang terkena imbas langsung. Banyak keluarga yang berangkat umrah melalui perusahaan ini mengalami kerugian besar, dengan total dana yang dikeluarkan mencapai ratusan juta rupiah. Menurut laporan awal, ada sekitar 500 orang yang terkena laporan tersebut, meskipun angka tersebut terus diperbarui saat ini. “Klien kami hanya ingin membantu orang-orang yang membutuhkan, tapi kini mereka terjebak dalam kasus yang besar,” ujar Sangun.

Sebagai bagian dari pemeriksaan, polisi juga menelusuri transaksi keuangan antara Hanania Travel dan para promotor seperti Thariq Halilintar. Dalam beberapa kesempatan, keduanya menjelaskan bahwa pembayaran mereka hanya sebagai kontribusi, bukan bentuk investasi atau pemberian dana secara langsung. “Klien kami menyetorkan dana untuk membantu pengelolaan rombongan, bukan untuk menipu,” jelas Sangun. Meski demikian, kasus ini menimbulkan tantangan terhadap kredibilitas Hanania Travel di mata publik.

Kesiapan dan Keterbukaan Tim Hukum

Tim hukum Thariq dan Aaliyah terus berupaya untuk memberikan penjelasan secara terbuka kepada polisi dan publik. Sangun Ragahdo mengungkapkan bahwa kliennya telah mempersiapkan berbagai dokumen pendukung selama pemeriksaan. “Kami tidak menutupi peran kami dalam kasus ini, justru kami ingin membantu mengungkap kebenaran secara jujur,” katanya. Dalam proses ini, Thariq dan Aaliyah dikenal sebagai pihak yang proaktif dan selalu bersikap kooperatif.

Menurut Sangun, semua transaksi dana dilakukan dengan adanya perjanjian tertulis. “Klien kami tidak mengambil keuntungan secara langsung, tetapi hanya bertindak sebagai perantara,” tambahnya. Meski demikian, kasus ini memicu tantangan terhadap kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan travel yang sebelumnya dianggap andal. “Kami harap kasus ini bisa segera terungkap, dan para korban bisa mendapatkan keadilan,” pungkas Sangun.

Langkah Selanjutnya dan Harapan Masyarakat

Sebagai bagian dari proses investigasi, polisi juga mengajukan beberapa pertanyaan terkait keberlanjutan kegiatan Hanania Travel. Thariq dan Aaliyah diharapkan bisa memberikan data tambahan terkait keuangan dan manajemen perusahaan tersebut. “Mereka siap memberikan semua informasi yang diperlukan,” kata Sangun. Dalam waktu dekat, tim hukum akan berupaya memastikan bahwa semua fakta terungkap secara jelas.

Kasus ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat yang ingin berangkat umrah melalui perusahaan travel. “Masyarakat harus lebih teliti sebelum memilih penyedia jasa,” sarannya. Dengan terus menghadapi tantangan dalam proses ini, Thariq dan Aaliyah menegaskan bahwa mereka tetap komitmen untuk menjelaskan kebenaran dan menjaga integritas. “Kami tidak ingin membuat kegaduhan, tapi ingin menghadapi masalah ini dengan jujur,” tambah Sangun. Dengan demikian, kasus ini menjadi pengalaman berharga dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari.

Gabung diskusi