Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

New Policy: Prabowo Siang Pantau MBG, Malamnya Copot Dadan dari Kepala BGN

Mark Williams 4 mins read 9 views

Prabowo Subianto Pantau MBG, Malamnya Pergantian Pemimpin BGN New Policy - Presiden Prabowo Subianto menunjukkan keputusan berdampak besar pada hari Selasa

New Policy: Prabowo Siang Pantau MBG, Malamnya Copot Dadan dari Kepala BGN

Prabowo Subianto Pantau MBG, Malamnya Pergantian Pemimpin BGN

New Policy – Presiden Prabowo Subianto menunjukkan keputusan berdampak besar pada hari Selasa (2/6/2026) setelah melakukan tinjauan langsung terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta Barat. Dalam kunjungan pagi hari, ia mengunjungi berbagai fasilitas pendukung program tersebut, termasuk green house, area hidroponik, dan bioflok, serta dapur utama yang menjadi pusat produksi makanan bergizi. Setelah meninjau seluruh proses dari persiapan bahan baku hingga pengemasan, Prabowo langsung mengambil langkah untuk mengganti para pemimpin Badan Gizi Nasional (BGN) pada sore hari.

Pergantian Pemimpin BGN

Pergantian tersebut diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, didampingi Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari. Mereka memberikan penjelasan di Ruang Sidang Kabinet, Jakarta, bahwa keputusan Presiden diambil setelah evaluasi mendalam terhadap kinerja BGN selama hampir satu setengah tahun. Dalam konferensi pers, Prasetyo menyatakan bahwa berbagai catatan yang diperoleh dari monitoring dan evaluasi menjadi dasar untuk pergantian ini.

“Hampir satu setengah tahun melakukan monitoring, melakukan evaluasi, maka pada hari ini Selasa tanggal 2 Juni tahun 2026 Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan BGN,” tutur Prasetyo.

Dadan Hindayana, selaku Kepala BGN, beserta dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya, diberhentikan. Mereka digantikan oleh Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN baru, serta Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN. Prasetyo menegaskan bahwa pihak baru diberi tugas untuk memperkuat koordinasi internal dan mengoptimalkan kerja sama dengan kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah.

“Tentu saja memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah, serta memastikan program Badan Gizi Nasional dapat tetap berjalan dengan sebaik-baiknya,” jelas dia.

Kunjungan ke Sekolah dan Interaksi dengan Siswa

Sebelum mengumumkan pergantian, Prabowo menghabiskan sebagian waktu di SMP Negeri 111 Jakarta, Palmerah, untuk melihat langsung penerapan MBG di lingkungan sekolah. Kedatangan Presiden disambut antusias oleh para pelajar, yang tampak bersemangat saat mengikuti kegiatan. Dalam kunjungan tersebut, ia memasuki beberapa ruang kelas dan mengamati cara siswa menikmati makanan yang disediakan.

“Siapa yang mau jadi dokter? Siapa yang mau jadi insinyur? Siapa yang mau jadi guru? Siapa yang mau jadi pemain bola?”

Prabowo juga berinteraksi langsung dengan siswa, termasuk saat memasuki salah satu ruangan untuk makan bersama. Ia duduk di meja yang sama dengan para pelajar, berdoa sebelum menyantap makanan, dan menciptakan suasana hangat dalam diskusi. Selain itu, Presiden menggali aspirasi siswa mengenai masa depan mereka, termasuk satu siswa yang mengejutkan dengan mengungkapkan keinginan menjadi presiden.

“Pak, saya mau jadi Bapak (Presiden),” katanya dengan suara lantang di hadapan Prabowo.

Komentar itu langsung direspons oleh Prabowo dengan semangat. “Belajar ya,” ucapnya sambil memberikan dorongan agar siswa terus berusaha mencapai tujuan. Ia juga menyemangati para pelajar yang bercita-cita menjadi pemain sepak bola, dengan mengatakan, “Bawa Indonesia ke Piala Dunia,” yang mendapat sambutan tepuk tangan antusias dari para siswa.

Alasan Evaluasi dan Perbaikan Kinerja

Dalam penjelasan di Istana, Prasetyo menyebutkan bahwa keputusan pergantian pemimpin BGN diambil berdasarkan temuan dari evaluasi selama 1,5 tahun. Temuan tersebut mencakup masalah kedisiplinan dalam penerapan SOP, tata kelola organisasi, serta kualitas makanan yang disajikan. “Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan menjalankan SOP, ada yang berkenaan dengan kedisiplinan menjalankan tata kelola termasuk kedisiplinan dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh BGN,” kata Prasetyo.

Kebijakan MBG dianggap sebagai prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di kalangan pelajar yang diharapkan menjadi generasi penerus bangsa. Namun, kinerja BGN dianggap belum optimal dalam beberapa aspek, seperti pengawasan terhadap standar gizi, efisiensi produksi, dan distribusi makanan. Prasetyo menegaskan bahwa tujuan dari evaluasi adalah memperbaiki kelemahan tersebut dan memastikan program berjalan lebih baik.

Prabowo, selama kunjungan pagi hari, memberikan apresiasi terhadap upaya yang telah dilakukan oleh tim MBG. Ia menyoroti peran fasilitas seperti green house dan bioflok dalam memastikan keberlanjutan program. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pendekatan terpadu dalam menyalurkan makanan bergizi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Proses Pemantauan dan Kesiapan Tim Baru

Menurut siaran pers Sekretariat Presiden, Prabowo tiba di Jakarta sekitar pukul 09.30 WIB dan langsung disambut oleh Dadan Hindayana serta Kepala SPPG Palmerah. Dalam kunjungan tersebut, ia menyaksikan proses produksi dan distribusi makanan bergizi, termasuk pengolahan bahan baku dan pengemasan yang dilakukan oleh tim MBG. Usai mengunjungi dapur, Presiden melanjutkan perjalanan ke SMP Negeri 111 Jakarta untuk memastikan program ini berjalan sesuai harapan.

Tim baru yang ditunjuk diharapkan mampu memberikan perbaikan lebih lanjut. Nanik Sudaryati Deyang, selaku Kepala BGN yang baru, akan fokus pada peningkatan kualitas pengelolaan program dan transparansi dalam proses distribusi. Sementara itu, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono akan bertugas sebagai wakil kepala untuk mengawasi pelaksanaan di lapangan serta memastikan harmonisasi antara BGN dengan lembaga terkait lainnya.

Pergantian ini juga mencerminkan komitmen Presiden untuk mengoptimalkan program sosial yang telah dijalankan selama ini. Meski ada penyesuaian dalam struktur kepemimpinan, Prabowo menegaskan bahwa tujuan utama program MBG tetap terjaga, yaitu memberikan akses makanan bergizi secara merata dan menginspirasi generasi muda untuk berpikir kritis dan berkembang secara sehat.

Dengan adanya perubahan ini, diharapkan BGN dapat menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam konteks pandemi dan perubahan iklim yang berdampak pada ketersediaan bahan pangan. Prasetyo menambahkan bahwa evaluasi yang telah dilakukan selama hampir satu setengah tahun menjadi pedoman untuk menjaga program tetap relevan dan bermakna bagi masyarakat.

Gabung diskusi