Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Main Agenda: Dendam Istri Berujung Pembunuhan Sadis WN Korsel, Sewa Algojo Bayaran

Joseph Lopez 3 mins read 7 views

an Sadis WN Korsel Berujung Dendam Istri - Main Agenda Main Agenda - Kasus pembunuhan berencana yang menimpa warga negara Korea Selatan, Biong Can Sang

Main Agenda: Dendam Istri Berujung Pembunuhan Sadis WN Korsel, Sewa Algojo Bayaran

Pembunuhan Sadis WN Korsel Berujung Dendam Istri – Main Agenda

Main Agenda – Kasus pembunuhan berencana yang menimpa warga negara Korea Selatan, Biong Can Sang, menjadi sorotan utama dalam laporan Main Agenda. Mayat korban ditemukan tewas di rumahnya, Tambun Selatan, Bekasi, pada 26 Mei 2026. Polres Metro Bekasi menetapkan dua tersangka, SJ (mantan istrinya) dan HW (algojo yang ditugaskan), dalam penyelidikan yang tengah berlangsung. Kapolres Metro Bekasi, Kombes Sumarni, menjelaskan bahwa SJ mengaku memiliki motivasi dendam terhadap korban.

Motif Pembunuhan Terungkap: Perang Harta dan Nafkah

Penyelidikan terungkap bahwa SJ merasa korban tidak memenuhi kewajibannya sebagai seorang suami dan ayah. Konflik ini berawal dari ketidakpuasan SJ terhadap penghasilan korban yang dianggap kurang memadai untuk mendukung kebutuhan keluarga. Selain itu, ada juga perdebatan soal pembagian harta usai perceraian. “Korban dianggap tidak memberikan nafkah yang cukup kepada anak-anaknya, serta terdapat ketegangan dalam pembagian aset,” kata Sumarni dalam wawancara dengan Liputan6.com, Selasa (2/6/2026). Motif dendam ini terus mengeras hingga SJ memutuskan menyewa algojo untuk mengakhiri hidup suaminya.

“Dari pengakuan SJ, perasaan marah dan penyesalan terhadap korban terus-menerus memicu rencana pembunuhan,” ujar Sumarni.

Penyewaan Algojo dan Penyesuaian Harga

Jumlah kata dalam artikel ini dapat diperluas dengan detail tambahan mengenai proses penyewaan algojo. SJ menetapkan harga awal Rp 130 juta untuk eksekusi, namun HW meminta penambahan sebesar Rp 9 juta, sehingga total pembayaran mencapai Rp 139 juta. Uang tersebut disepakati sebagai imbalan atas tindakan pembunuhan yang dilakukan oleh HW. Menurut Sumarni, transaksi ini dilakukan secara rahasia untuk menghindari pengecekan oleh pihak berwajib.

Insiden Maut di Malam Hari

Pembunuhan terjadi sekitar pukul 22.40 WIB di Kampung Buaran, Desa Lambangsari, Tambun Selatan. Korban sedang duduk di meja makan sambil menggunakan laptop saat pelaku masuk. SJ dan HW terlihat berpura-pura datang untuk mengunjungi korban. Setelah korban menegur, HW langsung menyerang dengan pisau buah, menusuk perut kiri korban berulang kali. Setelah korban terkapar, pelaku HW menghantam belakang kepala korban menggunakan barbel hingga korban kehilangan nyawa.

Bukti Dibuang untuk Menyembunyikan Jejak

Setelah aksi pembunuhan, HW mengambil laptop, DVR CCTV, dan kartu ATM BCA korban sebagai bukti. Barang-barang ini diklaim diambil atas instruksi SJ untuk menghilangkan jejak kejahatan. Dalam proses penyelidikan, barang bukti seperti pisau dan barbel dibuang ke Sungai Kalimalang, sementara hoodie biru, topi hitam, serta sarung tangan yang digunakan saat beraksi dibakar. Tindakan ini dilakukan untuk menyembunyikan identitas pelaku dan mengurangi kemungkinan dikenal oleh saksi atau korban.

Penangkapan dan Penyidikan Berlanjut

Kapolres Metro Bekasi mengungkapkan bahwa SJ dan HW ditangkap pada Jumat, 29 Mei 2026. Dalam pemeriksaan, keduanya mengakui peran masing-masing, dengan SJ sebagai otak pembunuhan dan HW sebagai eksekutor. Saat ini, mereka ditahan di Polres Metro Bekasi dan dijerat Pasal 459 serta Pasal 458 ayat (1) KUHP, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun. Kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana rasa dendam bisa berujung pada tindakan kekerasan ekstrem.

Kasus pembunuhan ini juga memicu perdebatan tentang peran perempuan dalam kekerasan domestik dan pemecahan hukum. Main Agenda terus mengawasi perkembangan kasus, mengingat dampak sosial dan hukum yang luas dari peristiwa ini. Polisi menekankan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan semua aspek kasus diungkap secara jelas.

Gabung diskusi