Kejar Swasembada Pangan, Pemerintah Siapkan Perpres Impor 1 Juta Sapi Indukan
Dalam upaya serius untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional, Kejar Swasembada Pangan Pemerintah Siapkan berbagai langkah strategis yang komprehensif
Kejar Swasembada Pangan Pemerintah Siapkan Impor Sapi Indukan
Beritaterbaik.com – Dalam upaya serius untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional, Kejar Swasembada Pangan Pemerintah Siapkan berbagai langkah strategis yang komprehensif. Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menyampaikan visi ambisius pemerintah dalam memanfaatkan teknologi modern, termasuk kloning, untuk mempercepat pertumbuhan populasi ternak di seluruh Indonesia. Pernyataan ini disampaikan secara resmi dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI yang diselenggarakan bersama Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta.
“Saudara-saudara, sebagai contoh untuk meningkatkan hasil daging kita, kita perlu sapi yang banyak. Ya, dengan itu kita bisa mendapatkan teknologi kloning,” ujar Prabowo di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Menurut analisis mendalam dari Kepala Negara, metode kloning menawarkan solusi praktis dan inovatif untuk memperbanyak jumlah ternak dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan cara konvensional. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah yang sedang aktif mencari mitra dan teknologi terbaik untuk menggenjot produksi domestik. Dengan demikian, strategi ini diharapkan dapat menjadi terobosan signifikan dalam mencapai target swasembada daging sapi.
Impor Sapi Indukan dan Regulasi Baru
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa langkah strategis lain sedang disiapkan oleh pemerintah dengan cermat. Salah satu inisiatif utama adalah rencana mendatangkan satu juta ekor sapi indukan dari berbagai negara, termasuk kawasan Eropa dan Brasil. Langkah ini merupakan bagian integral dari program Kejar Swasembada Pangan Pemerintah Siapkan untuk memperkuat basis produksi daging sapi nasional.
“Ya betul (Indonesia belum swasembada daging sapi). Memang kita masih impor 1 juta sapi,” kata Zulkifli Hasan usai menghadiri konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Sabtu (15/8/2026).
Zulhas menambahkan bahwa pemerintah telah mengusulkan sebuah Peraturan Presiden (Perpres) sebagai payung hukum untuk mempercepat proses pengembangan populasi sapi tersebut. Rancangan beleid ini akan memfasilitasi kerja sama dengan negara-negara pemasok sapi indukan secara lebih efisien. Regulasi baru ini diharapkan dapat mengurangi hambatan birokrasi dan mempercepat realisasi program impor.
“Sudah kami usulkan Perpres untuk pengembangan dengan cepat. Nanti kerja sama dengan beberapa negara agar kita bisa memasukkan indukan, indukan sapi itu,” tambahnya.
Menteri Koordinator ini menjelaskan bahwa proses mendapatkan sapi indukan tidak selalu mudah, sehingga diversifikasi sumber impor menjadi penting. Selain Eropa, Brasil juga masuk dalam daftar opsi negara yang dituju untuk menjalin kemitraan strategis. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak bergantung pada satu sumber tunggal, melainkan memiliki rencana cadangan yang solid.
“(Indukan sapi) bisa dari Eropa, bisa dari Brasil, dan lain-lain. Kan tidak mudah juga untuk mendapatkan indukan,” ujar dia.
Pencapaian dan Target Masa Depan
Prabowo juga menyoroti bahwa Indonesia sebenarnya telah berhasil mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan utama. Komoditas tersebut meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit. Pencapaian ini menjadi fondasi kuat untuk melanjutkan program Kejar Swasembada Pangan Pemerintah Siapkan di sektor daging sapi dan kerbau.
Meski demikian, pemerintah mengakui bahwa kebutuhan daging sapi dan kerbau masih belum dapat dipenuhi secara mandiri. Oleh karena itu, target pemenuhan kedua komoditas tersebut ditetapkan akan tercapai dalam kurun waktu lima hingga enam tahun ke depan. Dengan adanya Perpres yang diusulkan dan dukungan teknologi kloning, optimisme pemerintah semakin tinggi untuk mencapai tujuan tersebut.
“Daging sapi yang belum. Daging kerbau juga belum, tapi daging ayam sudah,” tegas Prabowo.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Program Impor Sapi
Berapa jumlah sapi indukan yang akan diimpor? Pemerintah berencana mengimpor satu juta ekor sapi indukan dari berbagai negara termasuk Eropa dan Brasil.
Kapan target swasembada daging sapi tercapai? Target pemenuhan kebutuhan daging sapi dan kerbau ditetapkan akan tercapai dalam kurun waktu lima hingga enam tahun ke depan.
Apa peran Perpres dalam program ini? Perpres berfungsi sebagai payung hukum untuk mempercepat proses pengembangan populasi sapi dan memfasilitasi kerja sama dengan negara-negara pemasok.
Apakah teknologi kloning akan digunakan? Ya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa teknologi kloning akan dimanfaatkan untuk mempercepat pertumbuhan populasi ternak di Indonesia.
