Indonesia Mulai Penyelidikan Antidumping Produk SAP China
Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) telah resmi membuka proses penyelidikan antidumping terhadap produk Superabsorbent Polymers (SAP) yang diimpor dari
Investigasi Antidumping SAP Tiongkok Resmi Dimulai di Indonesia
Beritaterbaik.com – Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) telah resmi membuka proses penyelidikan antidumping terhadap produk Superabsorbent Polymers (SAP) yang diimpor dari Tiongkok. Langkah strategis ini diambil setelah adanya kajian mendalam mengenai kecukupan dan ketepatan bukti awal yang menunjukkan adanya peningkatan signifikan volume impor SAP dari negara tersebut. Kondisi ini dinilai telah menyebabkan kerugian bagi industri dalam negeri yang selama ini bergantung pada pasokan bahan baku berkualitas.
Ketua KADI, Frida Adiati, menyampaikan pernyataan resmi di Jakarta pada hari Jumat, 14 Agustus 2026. Ia menjelaskan bahwa temuan awal tersebut menjadi dasar utama dilakukannya investigasi ini. Menurut Frida, proses penyelidikan ini akan memberikan kepastian hukum bagi pelaku industri lokal dalam menghadapi praktik perdagangan yang tidak adil.
“Berdasarkan hasil kajian atas kecukupan dan ketepatan bukti awal yang dilakukan, KADI menemukan adanya peningkatan produk impor SAP dari Tiongkok. Hal ini mengakibatkan kerugian industri dalam negeri,” jelas Frida Adiati.
Detail Produk dan Klasifikasi Teknis
Produk SAP yang menjadi sasaran penyelidikan ini diklasifikasikan dalam kode Harmonized System (HS) 3906.90.92 serta 3906.90.99. Pengelompokan ini merujuk pada Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) edisi 2022. SAP merupakan jenis polimer khusus yang memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap cairan. Material ini mampu mengikat hingga seratus kali lipat dari beratnya sendiri melalui mekanisme pengikatan molekul air dalam struktur polimernya. Proses tersebut menghasilkan gel yang mampu menahan cairan dalam jangka waktu lama.
Kemampuan unik inilah yang menjadikan SAP sangat berharga dalam berbagai sektor industri. Produk ini banyak dimanfaatkan dalam pembuatan popok bayi, pembalut wanita, serta bahan-bahan pengelolaan limbah lainnya. Permintaan pasar terhadap SAP terus meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi dan perkembangan sektor kesehatan di Indonesia.
Periode dan Data Impor yang Diperiksa
Inisiasi penyelidikan ini merupakan tindak lanjut dari permohonan resmi yang diajukan oleh PT Nippon Shokubai Indonesia, yang bertindak sebagai perwakilan industri dalam negeri. Investigasi mencakup periode impor mulai 1 Januari 2022 hingga 31 Desember 2025. Data menunjukkan bahwa total volume impor SAP ke Indonesia selama periode tersebut mencapai 570.543 ton. Dari jumlah tersebut, Tiongkok menyumbang porsi terbesar dengan 354.918 ton atau setara dengan 62 persen dari keseluruhan impor.
KADI akan menjalankan penyelidikan selama 12 bulan, namun dapat diperpanjang hingga 18 bulan apabila diperlukan. Ketentuan ini mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2011 mengenai Tindakan Antidumping, Tindakan Imbalan, dan Tindakan Pengamanan Perdagangan. Perluasan periode investigasi memungkinkan analisis yang lebih komprehensif terhadap dampak dumping terhadap industri lokal.
Koordinasi dengan Pihak Terkait
KADI telah menginformasikan dimulainya penyelidikan kepada berbagai pihak yang berkepentingan. Komunikasi dilakukan dengan industri dalam negeri, para importir, serta eksportir dan produsen asal Tiongkok yang teridentifikasi. Selain itu, informasi juga disampaikan kepada perwakilan pemerintahan Tiongkok di Indonesia serta Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tiongkok.
KADI mengajak seluruh pihak terkait untuk aktif memberikan informasi, tanggapan, atau mengajukan permintaan dengar pendapat (hearing) sesuai prosedur yang berlaku. Partisipasi aktif dari semua pemangku kepentingan akan memastikan hasil investigasi yang objektif dan berkeadilan.
Frequently Asked Questions (FAQ)
Apa itu SAP dan mengapa penting bagi Indonesia? SAP (Superabsorbent Polymers) adalah polimer yang mampu menyerap cairan hingga 100 kali beratnya. Produk ini vital untuk industri popok, pembalut, dan pengelolaan limbah di Indonesia.
Berapa lama penyelidikan antidumping akan berlangsung? Penyelidikan berlangsung selama 12 bulan dan dapat diperpanjang hingga 18 bulan sesuai ketentuan PP Nomor 34 Tahun 2011.
Siapa yang mengajukan penyelidikan ini? PT Nippon Shokubai Indonesia mengajukan permohonan sebagai perwakilan industri dalam negeri yang terdampak praktik dumping.
Bagaimana dampak bagi konsumen Indonesia? Jika dumping terbukti, Indonesia dapat menerapkan bea antidumping yang dapat mempengaruhi harga produk SAP di pasar domestik.
