Prabowo Ajukan 2 Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ini Rekam Jejaknya
Presiden Prabowo Subianto resmi mengajukan dua nama calon untuk menduduki posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Pengajuan ini merupakan bagian dari upaya
Presiden Prabowo Subianto Ajukan Dua Calon untuk Jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia
Beritaterbaik.com – Presiden Prabowo Subianto resmi mengajukan dua nama calon untuk menduduki posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Pengajuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat kepemimpinan bank sentral nasional. Kedua calon yang diusulkan adalah Solikin M Juhro dan M Anwar Bashori, yang telah menunjukkan rekam jejak solid selama berkarier di lembaga perbankan Indonesia. Mereka mewakili berbagai bidang keahlian mulai dari kebijakan moneter, makroprudensial, hingga ekonomi syariah.
Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengonfirmasi bahwa proses pengajuan telah resmi dilakukan melalui Surat Presiden. Surat tersebut telah dikirimkan kepada pimpinan DPR RI untuk diproses lebih lanjut sesuai mekanisme yang berlaku. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan bahwa posisi strategis di Bank Indonesia diisi oleh individu yang kompeten.
“Kemarin Pak Mensesneg (Menteri Sekretaris Negara) sudah mengirimkan surat kepada pimpinan DPR dari Presiden yang disampaikan oleh Mensesneg kepada pimpinan DPR,” ujar Puan di kompleks parlemen Jakarta pada Rabu (12/8/2026).
Menurut informasi yang dihimpun, selain Solikin M Juhro dan M Anwar Bashori, pemerintah juga mengusulkan Aida S Budiman sebagai calon Deputi Gubernur Senior BI. DPR RI akan memproses seluruh nama yang diajukan melalui tahapan uji kelayakan dan kepatutan. Proses ini penting untuk memastikan bahwa setiap calon memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Jadwal Uji Kelayakan dan Kepatutan
Uji kelayakan dan kepatutan atau yang dikenal dengan fit and proper test dijadwalkan berlangsung pekan depan. Masa sidang DPR RI akan dibuka kembali pada 14 Agustus 2026, dan proses pembahasan nama-nama calon akan dimulai setelah pembukaan tersebut. Puan Maharani menjelaskan bahwa DPR akan bekerja sama dengan pemerintah untuk menyelesaikan proses ini secara efisien.
“Karena pembukaan masa sidangnya masih tanggal 14 Agustus, setelah itu akan kami proses nama-nama tersebut,” ujarnya.
Rekam Jejak Solikin M Juhro
Solikin M Juhro lahir di Surabaya pada 10 Oktober 1967. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana Ekonomi dan Studi Pembangunan di Universitas Airlangga pada tahun 1991. Perjalanan akademiknya berlanjut dengan studi magister di University of Michigan dengan konsentrasi Economics yang diselesaikan pada 1998. Solikin juga meraih gelar doktor di bidang Economics Monetary dari Universitas Indonesia pada 2005.
Karier Solikin di Bank Indonesia dimulai pada 20 September 1994. Saat ini, ia menjabat sebagai Asisten Gubernur sekaligus Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial sejak 16 Juni 2023. Pengalaman Solikin sangat relevan dengan kebutuhan bank sentral dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional melalui instrumen makroprudensial dan moneter.
Profil M. Anwar Bashori
Muh. Anwar Bashori lahir di Klaten pada tahun 1968. Ia menempuh pendidikan sarjana Manajemen di Universitas Jenderal Soedirman dan lulus pada 1989. Anwar kemudian melanjutkan pendidikan ke University of Glasgow dan memperoleh gelar Master di bidang Development Economics pada 1999.
Ia memulai karier di Bank Indonesia pada 1994 dan saat ini menjabat sebagai Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Pengelolaan Uang sejak 2025. Pengalaman Anwar mencerminkan keterlibatan yang luas dalam pengelolaan organisasi Bank Indonesia, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, serta pengelolaan sistem uang rupiah.
Peran Strategis Deputi Gubernur BI
Pengajuan nama-nama calon ini menjadi bagian dari proses pengisian posisi strategis di Bank Indonesia yang kini memasuki tahap pembahasan di DPR RI. Jika lolos uji kelayakan dan kepatutan serta mendapat persetujuan rapat paripurna DPR, kedua calon akan menempati posisi Deputi Gubernur BI yang memiliki peran penting dalam mendukung kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, pengelolaan uang rupiah, dan koordinasi kebijakan ekonomi nasional.
Dengan latar belakang akademik ekonomi yang kuat serta pengalaman lebih dari tiga dekade di Bank Indonesia, kedua calon tersebut dipandang memiliki rekam jejak yang relevan untuk memperkuat jajaran pimpinan bank sentral Indonesia pada periode mendatang.
Frequently Asked Questions
Kapan jadwal uji kelayakan dan kepatutan untuk kedua calon Deputi Gubernur BI? Uji kelayakan dan kepatutan dijadwalkan berlangsung pekan depan setelah masa sidang DPR RI dibuka kembali pada 14 Agustus 2026.
Siapa saja nama-nama yang diajukan oleh pemerintah untuk posisi di Bank Indonesia? Pemerintah mengajukan tiga nama, yaitu Solikin M Juhro, M Anwar Bashori untuk posisi Deputi Gubernur, serta Aida S Budiman sebagai calon Deputi Gubernur Senior.
Apa peran utama Deputi Gubernur Bank Indonesia? Deputi Gubernur BI memiliki peran penting dalam mendukung kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, pengelolaan uang rupiah, dan koordinasi kebijakan ekonomi nasional.
Bagaimana proses pengajuan calon Deputi Gubernur BI? Proses dimulai dengan pengiriman Surat Presiden oleh Mensesneg kepada pimpinan DPR RI, dilanjutkan dengan uji kelayakan dan kepatutan, serta persetujuan melalui rapat paripurna DPR.
