Harga Emas Pegadaian 12 Agustus 2026: Galeri24, Antam dan UBS Kompak Turun
Pasar emas dunia menunjukkan stabilitas pada perdagangan Selasa, 11 Agustus 2026, setelah sebelumnya mencatatkan level tertinggi dalam periode lebih dari dua
Harga Emas Pegadaian 12 Agustus 2026: Tren Penurunan di Pasar Global
Beritaterbaik.com – Pasar emas dunia menunjukkan stabilitas pada perdagangan Selasa, 11 Agustus 2026, setelah sebelumnya mencatatkan level tertinggi dalam periode lebih dari dua bulan. Investor global kini menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat sebagai indikator arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Mengutip laporan CNBC, Harga Emas Pegadaian 12 Agustus 2026 mengikuti pergerakan internasional dengan penurunan harga emas spot sebesar 0,4 persen ke posisi US$ 4.367,57 per ons. Angka ini tercatat setelah menyentuh puncak tertinggi sejak 5 Juni di level US$ 4.434,84. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS justru menguat 0,2 persen menjadi US$ 4.430,2.
Update Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS
Di dalam negeri, Pegadaian mencatat tren penurunan harga untuk tiga produk logam mulianya. Berdasarkan pemantauan data resmi pukul 11.00 WIB, harga emas Galeri24 turun menjadi Rp 2.675.000 per gram, sebelumnya tercatat Rp 2.696.000 per gram. Produk Antam juga mengalami koreksi harga menjadi Rp 2.788.000 per gram dari level Rp 2.819.000 per gram. Tidak ketinggalan, emas UBS menyusut menjadi Rp 2.730.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.756.000 per gram. Dengan demikian, produk Antam tetap menjadi yang paling mahal di antara ketiganya untuk ukuran satu gram.
Pegadaian menegaskan bahwa harga emas bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Perubahan ini mengikuti pergerakan harga logam mulia di pasar global serta dinamika ekonomi domestik. Untuk variasi produk, Galeri24 tersedia mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau satu kilogram. Emas UBS dapat dibeli dengan berat 0,5 hingga 500 gram, sedangkan emas Antam ditawarkan hingga ukuran 100 gram.
Para pedagang pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar hampir 50 persen pada bulan September. Angka ini meningkat dari 44 persen yang tercatat pada hari Senin. Hal ini sejalan dengan pernyataan Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, yang menyatakan bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk memulai kenaikan suku bunga secara bertahap. Tujuannya adalah menghindari kebutuhan akan kenaikan yang lebih tajam di masa mendatang.
“Data inflasi mendatang akan sangat memengaruhi prospek suku bunga AS. Angka inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat menjadi alasan kuat untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed berikutnya dan, sebagai dampaknya, memberikan tekanan penurunan lebih lanjut pada harga emas,” ujar Ekonom Iklim dan Komoditas di Capital Economics, Hamad Hussain.
Walaupun emas umumnya dipandang sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi, daya tariknya cenderung berkurang ketika suku bunga berada dalam kondisi tinggi. Hal ini karena emas tidak memberikan imbal hasil atau yield. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menanggapi persyaratan Iran untuk kesepakatan damai. Ia menuntut Teheran membayar kompensasi bagi korban tewas dalam perang, serangan, dan protes. Komentar tersebut menambah ketidakpastian terkait upaya pembukaan kembali Selat Hormuz.
Analisis dari Saxo Bank menunjukkan bahwa prospek logam mulia mulai membaik. Ole Hansen, analis Saxo Bank, mencatat bahwa permintaan struktural berkelanjutan membantu mencegah koreksi lebih dalam. Selain itu, lingkungan makroekonomi menjadi lebih mendukung dan investor Barat mulai menunjukkan tanda-tanda awal untuk kembali masuk ke pasar.
Di antara logam mulia lainnya, harga perak spot turun 1,5 persen menjadi US$ 64,73. Platinum juga mengalami penurunan 0,7 persen ke level US$ 1.740,06, sementara paladium turun 1,4 persen menjadi US$ 1.363,42.
Investor kini juga menunggu data harga konsumen AS yang akan dirilis pada hari Rabu serta data harga produsen pada Kamis. Kedua data tersebut diharapkan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek kebijakan The Federal Reserve.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Harga Emas Pegadaian 12 Agustus 2026
Berapa harga emas Antam hari ini? Harga emas Antam tercatat Rp 2.788.000 per gram pada 12 Agustus 2026, mengalami penurunan dari Rp 2.819.000 per gram.
Apakah harga emas Pegadaian berubah setiap hari? Ya, harga emas bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar global dan kondisi ekonomi domestik.
Produk emas apa saja yang tersedia di Pegadaian? Pegadaian menawarkan tiga produk utama, yaitu Galeri24, Antam, dan UBS dengan berbagai pilihan berat mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram.
Bagaimana faktor suku bunga AS memengaruhi harga emas? Kenaikan suku bunga AS cenderung memberikan tekanan penurunan pada harga emas karena investor beralih ke instrumen yang memberikan yield lebih tinggi.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk emas dan layanan Pegadaian, kunjungi situs resmi Pegadaian.
