Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Bisnis

Harga Perak Antam Hari Ini 12 Agustus 2026 Turun Rp 1.000

beritaterbaik - beritaterbaik.com 4 mins read

Harga Perak Antam Hari Ini 12 Agustus mencatatkan penurunan yang menarik perhatian investor logam mulia. Perdagangan hari ini menunjukkan koreksi pada harga

Pergerakan Harga Perak Antam dan Emas pada 12 Agustus 2026

Beritaterbaik.com – Harga Perak Antam Hari Ini 12 Agustus mencatatkan penurunan yang menarik perhatian investor logam mulia. Perdagangan hari ini menunjukkan koreksi pada harga perak milik PT Aneka Tambang Tbk atau yang lebih dikenal sebagai Antam. Kondisi ini berbanding terbalik dengan tren positif yang dialami harga perak global. Namun, pergerakan ini sejalan dengan tekanan yang dialami emas Antam pada periode yang sama.

Berdasarkan data dari laman logam mulia, nilai perak Antam mengalami koreksi sebesar Rp 1.000. Sebelumnya, harga tercatat di level Rp 44.100, namun kini turun menjadi Rp 43.100 per unitnya. Penurunan ini menjadi sorotan utama bagi para trader yang memantau pergerakan harga logam mulia di dalam negeri.

Tren Harga Perak Global dan Faktor Pendukung

Sementara itu, pasar internasional menunjukkan respons yang berbeda. Mengutip sumber tradingeconomics.com, harga perak dunia justru menguat sebesar 1,01 persen dan menyentuh level US$ 65,33 per ons. Kestabilan harga di kisaran US$ 65 ini terjadi setelah sesi perdagangan sebelumnya mengalami penurunan signifikan.

Para investor saat ini sedang bersiap menghadapi rilis data inflasi Amerika Serikat yang dinilai krusial. Informasi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran baru terkait arah kebijakan moneter Federal Reserve atau the Fed. Perkembangan ini juga berdampak langsung pada harga perak domestik.

“Pasar masih terpecah pendapat mengenai apakah The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September setelah mempertahankan suku bunga tetap pada Juli, dengan kenaikan harga minyak yang memperkuat sentimen kebijakan yang lebih ketat (hawkish),” demikian seperti dikutip dari tradingeconomics.com.

Di sisi lain, perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran juga menjadi perhatian utama pelaku pasar. Kesepakatan ini berpotensi membuka kembali Selat Hormuz. Menteri Pertahanan Pakistan menyampaikan bahwa Washington dan Teheran sedang mendekati bentuk kesepakatan terkait jalur pelayaran strategis tersebut. Selain itu, laporan menyebutkan bahwa proses dialog antara Iran dan Oman telah memasuki tahap lanjutan.

Permintaan Industri dan Impor Tiongkok

Permintaan dari sektor industri tetap menjadi penopang utama harga perak. Sektor manufaktur panel surya yang terus berkembang serta pembangunan infrastruktur jaringan listrik menjadi faktor pendorong signifikan. Hal ini sejalan dengan tren global yang menunjukkan peningkatan kebutuhan perak untuk berbagai aplikasi industri.

Data terbaru mencatat lonjakan impor bijih mengandung perak oleh Tiongkok. Pada bulan Juni, volume impor meningkat 62,5 persen secara tahunan (year-on-year) dan mencapai angka 219.000 ton. Peningkatan ini mencerminkan kebutuhan industri manufaktur Tiongkok yang semakin tinggi terhadap logam mulia ini.

Pergerakan Emas dan Ekspektasi Suku Bunga

Sebelumnya, harga emas dunia juga menunjukkan stabilitas pada perdagangan Selasa, 11 Agustus 2026 atau Rabu pagi waktu Jakarta. Kestabilan ini terjadi setelah emas sempat mencatatkan level tertinggi dalam lebih dari dua bulan pada awal sesi perdagangan.

Mengutip CNBC, harga emas spot pada Rabu, 12 Agustus 2026, turun 0,4 persen menjadi US$ 4.367,57 per ons. Sebelumnya, emas sempat menyentuh puncak US$ 4.434,84 yang merupakan level tertinggi sejak 5 Juni. Kontrak berjangka emas AS juga mencatatkan penguatan 0,2 persen ke level US$ 4.430,2.

“Data inflasi mendatang akan sangat memengaruhi prospek suku bunga AS. Angka inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat menjadi alasan kuat untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed berikutnya dan, sebagai dampaknya, memberikan tekanan penurunan lebih lanjut pada harga emas,” ujar Ekonom Iklim dan Komoditas di Capital Economics, Hamad Hussain.

Investor kini menantikan dua rilis data penting. Pertama, data harga konsumen AS yang akan dirilis pada hari Rabu. Kedua, data harga produsen yang dijadwalkan pada Kamis. Kedua data tersebut diharapkan memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai prospek kebijakan the Fed.

Perangkat CME FedWatch menunjukkan bahwa para pedagang saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September mencapai hampir 50 persen. Angka ini naik dari level 44 persen yang tercatat pada hari Senin. Sementara itu, Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, menyampaikan keyakinannya bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk memulai kenaikan suku bunga secara bertahap. Langkah ini bertujuan untuk menghindari perlunya kenaikan yang lebih tajam di masa mendatang.

Frequently Asked Questions

Berapa harga perak Antam terbaru pada 12 Agustus 2026? Harga perak Antam pada 12 Agustus 2026 tercatat sebesar Rp 43.100 per unitnya setelah turun Rp 1.000 dari harga sebelumnya.

Mengapa harga perak Antam turun padahal harga global menguat? Penurunan ini sejalan dengan tekanan yang dialami emas Antam pada periode yang sama, meskipun harga perak global justru menunjukkan penguatan.

Apa faktor utama yang mempengaruhi harga perak domestik? Faktor utama meliputi permintaan industri panel surya, impor Tiongkok, serta ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Kapan data inflasi AS akan dirilis? Data harga konsumen AS akan dirilis pada hari Rabu, sedangkan data harga produsen dijadwalkan pada Kamis.

Gabung diskusi