Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Pramono Anung Dorong Kebaya Jadi Identitas Budaya Jakarta

Barbara Miller - beritaterbaik.com 3 mins read 4 views

Pemprov DKI Jakarta membuka peluang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mengekspresikan nilai-nilai budaya. Langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat

Pramono Anung Dorong Kebaya Jadi Identitas Budaya Jakarta

Kebaya Sebagai Simbol Identitas Budaya Jakarta: Inisiatif Pemprov DKI

Beritaterbaik.com – Pemprov DKI Jakarta membuka peluang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mengekspresikan nilai-nilai budaya. Langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat identitas kota yang memiliki karakter unik. Gubernur Pramono Anung menekankan bahwa pembangunan Jakarta tidak boleh hanya fokus pada kemajuan infrastruktur fisik dan pertumbuhan ekonomi saja. Penguatan identitas budaya harus berjalan beriringan sebagai bagian dari karakter utama kota. Melalui berbagai inisiatif, ia mendorong kebangkitan warisan budaya lokal yang selama ini menjadi identitas masyarakat Jakarta.

Sebagai kota yang multikultural, multietnis, dan terbuka, Pramono menegaskan komitmen penuh Pemprov DKI Jakarta dalam memberikan ruang seluas-luasnya bagi ekspresi kebudayaan. Ruang-ruang publik strategis seperti Balai Kota, Kota Tua, Lapangan Banteng, hingga kawasan Maramis dipersiapkan secara aktif untuk menggelar berbagai pertunjukan seni dan budaya tradisional. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pelestarian nilai-nilai luhur yang menjadi ciri khas masyarakat Jakarta.

Warisan Budaya yang Perlu Dirawat Bersama

Pramono menyampaikan pesan penting mengenai pentingnya merawat warisan budaya bersama-sama. Ia menyoroti kebaya sebagai warisan budaya takbenda yang sudah diakui UNESCO. Pengakuan internasional ini menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang layak dilestarikan. Melalui program-program yang digagas, pemerintah daerah berupaya melibatkan masyarakat dalam setiap upaya pelestarian.

“Inilah yang namanya budaya kita, kita rawat bersama-sama. Apalagi kebaya ini merupakan warisan budaya takbenda yang sudah diakui UNESCO. Kalau bukan kita yang merawat, pasti tidak ada,” ujar Pramono dalam keterangannya, Sabtu (1/8/2026).

Pramono juga menyoroti pentingnya pelestarian kebaya lintas etnis, mulai dari kebaya Betawi, Enci, Jawa, Madura, hingga ragam kebaya dari berbagai daerah di Nusantara. Setiap jenis kebaya memiliki keunikan tersendiri yang mencerminkan keragaman budaya Indonesia. Dengan demikian, pelestarian kebaya bukan hanya tentang pakaian tradisional, tetapi juga tentang menjaga identitas kolektif masyarakat Indonesia.

Kharisma Batavia Menuju Jakarta

Pemprov DKI Jakarta bersama Perhimpunan Kebayaku sukses menyelenggarakan perhelatan budaya bertajuk “Kharisma Batavia Menuju Jakarta”. Acara yang digelar di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, itu menjadi bagian dari rangkaian menyambut 500 Tahun Kota Jakarta pada 2027. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Pramono bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno serta para duta besar negara sahabat. Kehadiran para diplomat internasional menunjukkan bahwa acara ini memiliki nilai diplomasi budaya yang signifikan.

Mengusung tema “Kharisma Batavia Menuju Jakarta”, kegiatan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi strategis antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat untuk memperkuat pelestarian budaya lokal di tengah transformasi Jakarta menjadi kota global yang modern, tetapi tetap berakar pada identitas dan tradisi. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga keseimbangan antara modernitas dan tradisi.

Apresiasi dan Refleksi Budaya

Pada kesempatan yang sama, Pramono menyampaikan apresiasi kepada Perhimpunan Kebayaku atas konsistensi dan dedikasinya dalam melestarikan kebaya melalui berbagai kegiatan kreatif yang melibatkan masyarakat lintas generasi. Apresiasi ini menjadi motivasi bagi komunitas budaya untuk terus berinovasi dalam menjaga warisan leluhur.

Ketua Perhimpunan Kebayaku Nunun Daradjatun dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema acara tersebut merupakan refleksi perjalanan panjang yang mengajak masyarakat menghayati kembali akar budaya bangsa. Menurutnya, sebuah kota besar tidak hanya dibangun dari gedung dan infrastruktur jalan, tetapi juga berdiri di atas fondasi sejarah serta nilai-nilai luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Batavia mungkin sudah berganti nama menjadi Jakarta sekarang. Tetapi sebuah kota tidak hanya dibangun oleh gedung-gedung dan jalan-jalan, melainkan dibangun oleh sejarah, nilai-nilai yang diwariskan, serta budaya yang hidup di tengah masyarakat Jakarta dan Betawi,” ujar Nunun.

Nunun juga menekankan bahwa kebaya merupakan warisan budaya yang dinamis, terus tumbuh, dan beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar identitasnya. Lebih dari sekadar estetika berbusana, kebaya menyimpan kisah mendalam tentang ketulusan dan ketangguhan perempuan Indonesia dalam merawat nilai-nilai kehidupan serta meneguhkan jati diri bangsa.

Rangkaian acara dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan seni dan budaya yang memukau. Para pengunjung dapat menyaksikan langsung keindahan kebaya tradisional yang dipadukan dengan elemen modern. Acara ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak harus kaku, tetapi dapat disesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan esensinya.

Gabung diskusi