Special Plan: Menteri PU Jawab Kritik soal Gaya Bicara: Saya Jawa Timur, Agak Slengekan
Jawa Timur, Agak Slengekan' Special Plan - Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menjelaskan alasan di balik gaya bicaranya yang

Beritaterbaik.com –
Menteri PU Jawab Kritik Soal Gaya Bicara: ‘Saya Jawa Timur, Agak Slengekan’
Beritaterbaik.com – Liputan6.com, Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menjelaskan alasan di balik gaya bicaranya yang sering dikritik sebagai terlalu slengekan. Ia menyatakan bahwa kebiasaan tersebut terbentuk dari budaya Jawa Timur, yang dianggapnya memiliki keunikan dalam komunikasi sehari-hari. “Ya gimana, saya orang Jawa Timur, ya agak slengekan, ya sudahlah,” ujar Dody di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (20/7/2026). Menurutnya, Special Plan yang diusung pemerintah memperkuat pola komunikasi ini, karena dianggap lebih dekat dengan masyarakat dan mendorong transparansi dalam pengambilan keputusan.
Kritik sebagai Bagian dari Kebijakan Special Plan
Dody menjelaskan bahwa kritik terhadap gaya bicaranya bukanlah hal yang mengganggu, melainkan bagian dari proses adaptasi dalam implementasi Special Plan. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini dirancang untuk meningkatkan efektivitas komunikasi pemerintah dengan publik. “Special Plan ini bukan hanya soal gaya bicara, tapi juga tentang bagaimana menteri bisa lebih mengakrabkan diri dengan rakyat,” tambahnya. Ia menambahkan bahwa gaya komunikasi yang santai dan kasual justru membantu dalam menjelaskan kebijakan kompleks dengan cara yang lebih mudah dipahami.
Hubungan Gaya Bicara dengan Peran di Kabinet
Dody mengakui bahwa berbagai kritik yang muncul sering kali bersumber dari masyarakat dan media. Namun, ia yakin bahwa gaya bicaranya tidak memengaruhi kinerjanya sebagai menteri. “Kalau dipanggil ya sering, tiap saat. Tapi enggak ada urusan begituan lah,” jelasnya. Ia menekankan bahwa fokus utamanya tetap pada urusan tugas, seperti pengembangan infrastruktur dan peningkatan kualitas konsultasi publik. “Dalam Special Plan, menteri harus bisa menyampaikan informasi secara jelas, sekaligus tetap punya kemampuan untuk berbicara dalam bahasa yang santai,” ujarnya.
Pembelaan terhadap Gaya Komunikasi
Dody juga memberi penjelasan bahwa gaya bicaranya tidak terlalu kasar, melainkan sengaja dibuat agar lebih dekat dengan masyarakat. “Saya ini orang Jawa Timur, jadi kalau bicara pakai bahasa yang agak slengekan itu biasa, bukan bermaksud meremehkan,” tambahnya. Ia menjelaskan bahwa dalam lingkungan kerja, kebijakan Special Plan memperbolehkan menteri menggunakan gaya bicara yang lebih fleksibel, selama tetap menjaga profesionalisme. “Selama urusan teknis saya bisa serius, tapi kalau bicara dengan rakyat, saya harus bisa jujur dan santai,” pungkasnya.
Reshuffle Menteri: Tidak Mengganggu Fokus
Dalam kesempatan yang sama, Dody tidak memperdulikan isu reshuffle menteri yang mungkin terjadi bulan Agustus mendatang. “Aduh, elu itu masa gue ngalah-ngalahin Presiden. Itu hak prerogatif bos. Ampun bos ampun,” katanya dengan nada santai. Menurut Dody, reshuffle adalah bagian dari dinamika kabinet dan tidak akan mengganggu fokus implementasi Special Plan. “Selama Special Plan berjalan, saya tetap fokus pada tugas, karena itu yang penting,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa kebijakan ini membutuhkan keseriusan dan konsistensi dari semua menteri, termasuk dirinya.
Kritik sebagai Momentum Perbaikan
Dody menilai kritik adalah hal yang bermanfaat dalam mengevaluasi kebijakan Special Plan. “Lho, enggak ada masalah. Kritik itu kan bagus. Kritik itu bagus membuat saya lebih bisa memperbaiki diri lagi ke depan. Enggak, enggak ada masalah,” tutupnya. Ia berharap kritik tersebut bisa dijadikan bahan untuk memperkuat komunikasi pemerintah dengan publik. “Dengan Special Plan, kita bisa lebih terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak,” ujarnya. Dody juga menambahkan bahwa dia selalu terbuka untuk beradaptasi, meskipun tetap mempertahankan gaya bicara yang khas.
Dalam upaya menyeimbangkan antara kritik dan komunikasi efektif, Dody berharap Special Plan bisa menjadi model baru dalam menjalankan tugas pemerintahan. “Saya percaya, kebijakan ini akan membawa perubahan yang lebih baik,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa keunikan gaya bicaranya adalah bagian dari identitas diri dan tidak akan mengurangi kredibilitasnya dalam menjalankan tugas sebagai menteri. Dody juga berharap masyarakat bisa memahami bahwa kebijakan pemerintah membutuhkan pendekatan yang beragam, termasuk dalam komunikasinya.
