Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Stop Kontak Diduga Jadi Pemicu Kebakaran Maut Pulogadung

Mary Hernandez 4 mins read 2 views

Kebakaran Maut Pulogadung Diduga Dimulai dari Korsleting Stop Kontak Stop Kontak Diduga Jadi Pemicu Kebakaran - Kebakaran Maut Pulogadung: Stop Kontak Diduga

Stop Kontak Diduga Jadi Pemicu Kebakaran Maut Pulogadung

Kebakaran Maut Pulogadung Diduga Dimulai dari Korsleting Stop Kontak

Stop Kontak Diduga Jadi Pemicu Kebakaran –

Kebakaran Maut Pulogadung: Stop Kontak Diduga Jadi Pemicu –

Pada hari Minggu, 12 Juli 2026, sekitar pukul 03.00 WIB, kebakaran besar menghantam beberapa bangunan di wilayah Pulogadung, Jakarta Timur. Dugaan sementara menyebutkan bahwa api bermula dari korsleting listrik yang terjadi di salah satu stop kontak. Peristiwa ini menyebabkan tiga korban jiwa dan menimbulkan kerugian signifikan bagi warga sekitar.

“Penyebab kebakaran diduga korsleting listrik,” jelas Abdul Wahid, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, kepada wartawan pada Senin (13/7/2026).

Penyebab Kebakaran dan Dampaknya

Kebakaran yang terjadi di Jalan Palad RT 02/RW 03, Pulogadung, menghanguskan sejumlah properti, termasuk rumah warga, toko sembako, dan warung makan di lingkungan permukiman padat penduduk. Area yang terbakar diperkirakan mencapai 144 meter persegi, menurut informasi dari petugas. Dari empat kepala keluarga yang terkena dampak, sebanyak 10 orang mengalami kerugian.

Korban yang meninggal dunia terdiri dari Refalia Maharani Kumbolo (10 tahun), Lina Febrianti (40 tahun), dan Elisalmi (67 tahun). Sementara itu, Arif Maulana mengalami luka-luka.

“Api pertama kali muncul dari salah satu stop kontak, lalu cepat menyebar ke bagian dalam rumah utama milik Bapak Samudi. Setelah itu, api merembet ke warung makan Bapak A dan toko kelontong di sebelah kiri serta kanan,” tambah Abdul Wahid.

Korsleting Listrik sebagai Pemicu Utama

Kebakaran di Pulogadung diduga dimulai dari korsleting listrik yang terjadi di stop kontak. Kondisi kabel listrik yang usang atau tidak terawat diperkirakan menjadi penyebab utama kecelakaan ini. Menurut informasi yang dihimpun, kebocoran arus listrik tersebut terjadi saat warga sedang tertidur, sehingga tidak segera mendeteksi dan mengambil tindakan.

Setelah api membesar, warga sekitar mulai panik dan berusaha memadamkan api dengan cara sederhana, seperti menggunakan selimut atau air dari ember. Namun, karena area permukiman padat penduduk, api cepat menyebar ke bangunan lain, menyulitkan upaya penanganan awal.

“Korsleting stop kontak sering kali menjadi penyebab kebakaran yang tidak terduga, terutama di lingkungan permukiman yang memiliki struktur bangunan rapat dan akses keluar masuk terbatas,” kata sumber dari Dinas Pemadam Kebakaran.

Korban Kebakaran dan Situasi Darurat

Korban kebakaran Pulogadung terdiri dari tiga orang yang meninggal dan satu orang yang terluka. Refalia Maharani Kumbolo, seorang anak kecil, menjadi korban terparah karena terjebak di dalam rumah yang terbakar. Lina Febrianti dan Elisalmi, yang merupakan anggota keluarga, terluka dalam kejadian tersebut. Arif Maulana, seorang laki-laki dewasa, berhasil dievakuasi tetapi mengalami luka serius di bagian tangan.

Menurut Abdul Wahid, kebakaran terjadi di saat paling rentan, yaitu pada jam malam. “Korban jiwa terjadi karena kurangnya respons cepat dan kurangnya persiapan untuk situasi darurat seperti ini,” jelasnya. Kebakaran ini juga menyebabkan gangguan arus listrik di sekitar wilayah tersebut, mengakibatkan mati lampu untuk sementara waktu.

Proses Pemadaman dan Upaya Penanganan

Petugas mengirimkan 14 unit mobil pemadam kebakaran dan 60 personel untuk mengendalikan kobaran api. Operasi pemadaman berakhir sekitar pukul 05.00 WIB setelah seluruh area terbakar berhasil dikendalikan. Meski begitu, kerugian materiil terus mengalami peningkatan, dengan banyak benda berharga dan alat elektronik yang terbakar.

Kebakaran di Pulogadung juga memicu kekhawatiran warga sekitar akan keamanan listrik di lingkungan mereka. “Kita perlu memeriksa kabel dan stop kontak di rumah-rumah sekitar, terutama yang berdekatan dengan jaringan listrik umum,” kata warga setempat, Suryadi.

“Dengan adanya kebakaran ini, kita menyadari bahwa stop kontak diduga jadi pemicu kebakaran bisa menimbulkan risiko serius jika tidak diperhatikan secara berkala,” tambahnya.

Lingkungan Permukiman Padat Penduduk

Lingkungan Jalan Palad, Pulogadung, yang merupakan permukiman padat penduduk, menjadi salah satu faktor yang memperparah dampak kebakaran. Berbagai bangunan yang saling berdekatan, baik rumah warga maupun usaha kecil, memudahkan penyebaran api. Selain itu, akses keluar masuk yang sempit juga menghambat upaya evakuasi warga.

Menurut Abdul Wahid, area tersebut memiliki risiko tinggi terhadap kebakaran karena banyak penghuni yang menggunakan alat elektronik di malam hari. “Kebakaran di Pulogadung juga menunjukkan bahwa stop kontak diduga jadi pemicu kebakaran bisa menjadi sumber bahaya jika tidak dirawat dengan baik,” jelasnya.

Dari laporan awal, kebocoran listrik di stop kontak terjadi di satu titik, lalu api meluas ke berbagai bagian rumah dan usaha. Perkembangan kebakaran ini menunjukkan pentingnya perawatan instalasi listrik secara berkala, terutama di rumah-rumah yang menggunakan kabel usang.

Langkah-langkah Penyelamatan dan Penyelidikan

Pasca-kebakaran, petugas penyelamatan memeriksa semua bangunan di sekitar area yang terbakar untuk memastikan tidak ada risiko kecelakaan serupa. Dalam proses penyelidikan, tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan juga mengevaluasi kondisi kabel dan stop kontak di seluruh wilayah.

Dugaan awal menyebutkan bahwa kebocoran arus listrik di stop kontak terjadi karena kabel yang tidak memenuhi standar keamanan. “Stop kontak diduga jadi pemicu kebakaran ini merupakan indikasi bahwa kita perlu memperketat pengawasan terhadap instalasi listrik di permukiman padat penduduk,” kata salah satu anggota tim penyelidikan.

Sejumlah warga juga menyampaikan kekhawatiran terkait penggunaan stop kontak yang sudah rusak atau tidak dioperasikan dengan benar. “Di rumah kami, stop kontak sering kali dipakai untuk memasukkan perangkat elektronik dalam jumlah banyak, dan ternyata bisa berakibat fatal,” kata Ibu Nurhayati, salah satu warga yang terdampak.

Kebakaran Maut Pulogadung: Peringatan untuk Keselamatan Rumah Tangga

Peristiwa kebakaran di Pulogadung menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap penggunaan alat elektronik dan instalasi listrik di rumah. Dengan stop kontak diduga jadi

Gabung diskusi