Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Special Plan: Lewat ATENSI Kemensos, Penyandang Disabilitas Psikososial Hasilkan Karya

Mary Hernandez 3 mins read 2 views

Special Plan Kemensos: Disabilitas Psikososial Tumbuhkan Kreativitas dan Ekonomi Special Plan - Program Special Plan yang diinisiasi Kementerian Sosial

Special Plan: Lewat ATENSI Kemensos, Penyandang Disabilitas Psikososial Hasilkan Karya

Special Plan Kemensos: Disabilitas Psikososial Tumbuhkan Kreativitas dan Ekonomi

Special Plan – Program Special Plan yang diinisiasi Kementerian Sosial (Kemensos) membawa perubahan signifikan dalam kehidupan penyandang disabilitas psikososial, terutama di Jombang. Di Balai Desa Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan, peserta program aktif menciptakan produk berdaya saing seperti tas anyaman, sapu dari serabut kelapa, dan telur asin. Sejumlah peserta juga menampilkan keterampilan dalam memasak, dengan aroma harum yang memenuhi ruang pemberdayaan. Tangan para penyandang disabilitas tampak lincah menghasilkan karya tangan, menjadi bukti bahwa dukungan sosial mampu merangkul potensi ekonomi yang tersembunyi.

Special Plan tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga mendorong partisipasi aktif penyandang disabilitas psikososial dalam pengembangan usaha. Dengan bantuan dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemensos dan Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta, peserta program diberikan pelatihan, alat bantu, dan modal usaha yang disesuaikan dengan kemampuan. DWP menyebut program ini sebagai bentuk Special Plan yang menjadi pengingat bahwa setiap individu membutuhkan perhatian dan penerimaan, terutama ketika menghadapi tantangan mental.

Ruang Inklusi dan Pemulihan Mental

Di Pos Kesehatan Jiwa (Poskeswa) Mergo Waras, penyandang disabilitas psikososial mendapatkan layanan terapi, pelatihan keterampilan, dan bimbingan untuk membangun usaha mandiri. Keberadaan Special Plan di sini memastikan bahwa para penyandang disabilitas tidak hanya dipulihkan secara fisik, tetapi juga diberdayakan secara psikologis. Mereka dikenal dengan istilah “para tersayang” yang menggambarkan kebutuhan kasih sayang, sekaligus menegaskan bahwa mereka bukan lagi sekadar objek bantuan, melainkan pelaku aktivitas ekonomi.

“Program Special Plan adalah bukti bahwa keberhasilan pemulihan mental tergantung pada partisipasi masyarakat dan dukungan institusi,” ujar Fatma Saifullah Yusuf, Penasihat DWP Kemensos. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini memberdayakan penyandang disabilitas psikososial melalui pendekatan holistik, termasuk pengembangan kreativitas, kemandirian, dan pengakuan sosial. Dengan demikian, Special Plan tidak hanya menjadi investasi untuk individu, tetapi juga untuk kemajuan daerah.

Kolaborasi untuk Meningkatkan Kualitas Hidup

Special Plan di Jombang mencakup kerja sama antara Kemensos, Pemkab Jombang, Puskesmas, dan masyarakat. Bantuan yang disalurkan mencapai total Rp 82.496.521, diberikan kepada 22 penerima, yaitu 21 penyandang disabilitas psikososial dan 1 kelompok rentan. Bantuan meliputi alat aksesibilitas seperti kursi roda adaptif untuk penyandang cerebral palsy, sepeda adaptif, serta modal usaha yang beragam, seperti tambal ban, warung makan, produksi telur asin, dan kerajinan tangan. Selain itu, program ini menyediakan layanan kesehatan gratis yang diikuti oleh sekitar 100 peserta, termasuk kader Posyandu.

Kegiatan Special Plan mencakup lebih dari sekadar pelatihan teknis. Peserta diberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan komunitas lokal, membangun jaringan, dan meningkatkan rasa percaya diri. Salah satu peserta program, Rini, menceritakan bahwa sebelum mengikuti Special Plan, ia kesulitan bekerja karena stigma masyarakat. Kini, ia mampu mengelola usaha kecil dan memperoleh penghasilan stabil. “Kami tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga merasa diterima sebagai bagian dari masyarakat,” tambahnya.

Proses pemberdayaan melalui Special Plan juga melibatkan keluarga pendamping. Dengan pelatihan berkelanjutan, keluarga belajar untuk mendukung kegiatan ekonomi peserta secara aktif. DWP dan Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta terus memantau perkembangan usaha, memastikan setiap karya hasil peserta mendapat pasar yang layak. Dukungan ini menjadi bukti bahwa Special Plan bukan hanya program sosial biasa, tetapi strategi inklusi yang mampu mengubah realitas penyandang disabilitas psikososial.

Kemajuan yang terjadi di Jombang menjadi contoh sukses Special Plan dalam memperkuat ekonomi lokal. Produk yang dihasilkan peserta tidak hanya meningkatkan kualitas hidup mereka, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Dengan menjual karya tangan, peserta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi desa dan meningkatkan rasa percaya masyarakat terhadap penyandang disabilitas psikososial. Dukungan Kemensos terus diperluas, dengan harapan Special Plan menjadi model nasional yang dapat diaplikasikan di berbagai wilayah.

Program Special Plan di Jombang juga membuka jalan bagi inisiatif serupa di daerah lain. Dengan pendekatan yang terstruktur, Kemensos menggandeng berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem inklusi yang berkelanjutan. Ratusan penyandang disabilitas psikososial di Indonesia berpotensi mengikuti Special Plan, menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat tentang disabilitas psikososial semakin meningkat. Dengan terus bergerak, program ini mampu membangun masa depan yang lebih baik bagi para penyandang disabilitas psikososial, tanpa meninggalkan aspirasi dan kemampuan mereka.

Gabung diskusi