Transformasi JIS DKI, Kerja Sama San Siro Stadium
Topics Covered – Transformasi pengelolaan Jakarta International Stadium (JIS) oleh Pemprov DKI Jakarta menjadi sorotan setelah mereka berencana menggandeng San Siro Stadium di Milan, Italia. Pertemuan antara Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, dan tim manajemen San Siro terjadi pada Selasa (12/5) di lokasi tersebut, sebagai bagian dari upaya mengembangkan infrastruktur olahraga kota ini. Diskusi mengupas berbagai aspek, mulai dari pengelolaan acara besar, pemanfaatan ruang ekonomi kreatif, hingga teknologi untuk meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung.
Pertemuan Strategis dan Pengalaman Internasional
Pemprov DKI Jakarta memperoleh wawasan mendalam tentang model pengelolaan San Siro, yang dikenal sebagai salah satu stadion paling iconic di dunia. Stadion yang berusia 100 tahun sejak 1925 ini tidak hanya menjadi venue pertandingan, tetapi juga pusat hiburan dan bisnis. Rano Karno serta delegasi berkunjung langsung untuk mempelajari strategi San Siro dalam menggabungkan sejarah sepak bola dengan kegiatan nonpertandingan yang relevan dengan era modern.
Kolaborasi untuk Mengoptimalkan Potensi JIS
Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk menggali pengalaman internasional San Siro dalam menjaga keseimbangan antara warisan sejarah dan inovasi. Delegasi DKI turut mengikuti eksplorasi museum dan sistem operasional San Siro, termasuk cara mengatur narasi sejarah klub, membangun hubungan emosional dengan penggemar, serta memperkaya konten acara sepanjang tahun. Rano Karno menekankan bahwa JIS harus menjadi destinasi olahraga yang terintegrasi, bukan hanya tempat pertandingan.
“San Siro adalah contoh bagus bagaimana stadion bisa berdiri sebagai ruang sejarah, bisnis, dan hiburan sekaligus menjadi simbol kebanggaan warga. JIS punya potensi besar untuk berkembang menuju arah tersebut,” ujarnya.
Manajemen dan Pengembangan Fasilitas
Salah satu fokus utama Topics Covered dalam kolaborasi ini adalah memastikan JIS dikelola secara efektif dan berkelanjutan. Rano Karno mengajak PT Jakarta Propertindo, pengelola JIS, untuk melanjutkan dialog dengan San Siro. Tujuannya adalah menciptakan manajemen yang lebih dinamis, memperkaya konten kegiatan, serta memperbaiki fasilitas agar tetap terawat sepanjang tahun. Keberhasilan ini akan didukung oleh rencana kedatangan AC Milan ke Jakarta pada 8 Agustus 2026 sebagai bagian dari laga pramusim di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
“Kehadiran AC Milan di Jakarta membuktikan daya tarik kota sebagai panggung sepak bola internasional. Kami harus siapkan Jakarta bukan hanya sebagai tempat pertandingan, tetapi juga sebagai pusat pengalaman olahraga kelas dunia,” tambah Rano.
Manfaat dan Visi Masa Depan
Pertemuan antara kedua pihak menjadi langkah awal dalam mengeksplorasi kerja sama yang lebih luas. Model San Siro membantu Pemprov DKI Jakarta memahami bagaimana mengubah JIS menjadi ruang interaksi publik yang mencakup nilai historis, ekonomi, dan emosional. Michele Finucci, Business Development Manager San Siro, menyatakan timnya bersedia berbagi pengalaman dalam mengelola acara sepanjang tahun, termasuk tur stadion dan event kreatif yang menarik pengunjung.
“Kami senang berdiskusi dengan Jakarta. Stadion modern harus dikelola sebagai ruang interaksi publik yang memiliki nilai historis, ekonomi, dan emosional,” jelas Michele Finucci.
Penjagaan Keberlanjutan dan Inovasi
Kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi untuk menjaga keberlanjutan JIS sebagai salah satu infrastruktur utama Jakarta. Rano Karno menyoroti pentingnya menggabungkan teknologi terkini dengan pengelolaan berbasis budaya lokal. Pemprov DKI juga berencana mengoptimalkan pemanfaatan JIS dalam berbagai bidang, seperti pariwisata olahraga, pendidikan, dan ekonomi kreatif. Dengan menerapkan konsep dari San Siro, JIS bisa menjadi destinasi yang menarik bagi seluruh kalangan.
Kesiapan Jakarta sebagai Kota Global
Transformasi JIS menjadi fokus utama Topics Covered dalam upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global. Rano Karno menegaskan bahwa model San Siro dapat menjadi referensi penting dalam mengembangkan infrastruktur olahraga yang multifungsi. Kolaborasi ini akan memberikan kesempatan bagi Jakarta untuk menunjukkan kompetensi manajemen stadion yang berstandar internasional. Dengan pembelajaran dari pengalaman San Siro, JIS diharapkan bisa menjadi pusat aktivitas yang selalu dinamis, baik secara lokal maupun global.
