Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Tiga Jam Mencekam Usai KM Virgo Miring lalu Terbalik di Laut Jawa

wpmanadmin - beritaterbaik.com 4 mins read

Suasana tenang di atas KM Virgo Transport 8 berubah dalam hitungan singkat ketika kapal itu mulai condong di perairan Masalembo, Laut Jawa. Ahmad Saudi

Tiga Jam Mencekam Usai KM Virgo Miring lalu Terbalik di Laut Jawa

KM Virgo Transport 8 Tenggelam di Laut Jawa, Penumpang Bertahan di Tengah Gelombang

Beritaterbaik.com – Suasana tenang di atas KM Virgo Transport 8 berubah dalam hitungan singkat ketika kapal itu mulai condong di perairan Masalembo, Laut Jawa. Ahmad Saudi, seorang penumpang asal Surabaya yang kini menetap di Banjarbaru, terbangun dari tidurnya setelah mendengar seseorang berlari dan memperingatkan bahwa kapal telah miring.

Saat itu Ahmad sedang beristirahat di sofa. Tidak terdengar alarm maupun pemberitahuan resmi yang memberinya kesempatan untuk bersiap. Ia sempat meminta penjelasan, lalu segera melihat sendiri kondisi kapal yang kehilangan keseimbangan.

“Saya tanya, kenapa pak?, lalu dijawab katanya kapal miring, terus saya berdiri, ternyata memang miring benar. Langsung saya lari ke bawah,”

Ahmad ditemui di layanan kesehatan darurat untuk korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Minggu malam, 13 September 2026. Ia menceritakan bahwa kapal sempat bergoyang akibat terjangan ombak sebelum kemiringannya semakin parah.

Berpegangan pada Tiang Saat Kapal Kehilangan Keseimbangan

Dalam keadaan panik, Ahmad mencari benda yang dapat dijadikan pegangan. Ia menemukan tiang di dekat jendela dan menggenggamnya kuat-kuat ketika badan kapal terus bergerak ke satu sisi. Kondisi di dalam kapal semakin sulit dikendalikan seiring kemiringan yang bertambah.

“Miring, miring, miring.”

Ungkapan singkat itu menggambarkan detik-detik yang ia alami saat kapal terus condong. Ahmad tetap bertahan pada tiang hingga akhirnya berhasil bergerak ke bagian atas kapal. Dari sana, ia menunggu kesempatan untuk menyelamatkan diri ketika KM Virgo Transport 8 akhirnya tenggelam.

“Saya ke tiang jendela, saya pegangan sampai kapal itu miring, miring, miring. Saya tetap pegangan. Habis miring saya naik ke atas, kemudian menunggu kapal sampai tenggelam,” ujarnya.

Ia menilai kemiringan yang menjadi awal kecelakaan itu terjadi sangat cepat. Kapal telah bergoyang lebih dahulu, tetapi arah condong ke kiri membuat keadaan berubah dalam waktu singkat dan menyulitkan penumpang untuk merespons.

“Kapal miring gini, langsung miring. Miringnya itu cepat banget, karena posisinya sudah larinya ke kiri,” ujarnya.

Tiga Jam Menunggu Bantuan di Perahu Karet

Setelah keluar dari kapal, Ahmad berhasil masuk ke perahu karet bersama 14 orang lainnya. Total terdapat 15 orang di dalam perahu tersebut. Mereka kemudian berada di laut dalam kondisi gelap, menghadapi angin kencang dan gelombang yang terus menghantam.

Semua penumpang yang berada di perahu karet itu akhirnya dipindahkan ke kapal penolong. Ahmad menyebut sebagian besar orang yang bersamanya adalah laki-laki.

“Yang di kapal karet itu ada 15 orang. Selamat, bisa naik ke kapal yang menolong tadi. Rata-rata laki-laki, perempuan tidak ada,” katanya.

Proses menunggu pertolongan berlangsung sekitar tiga jam. Waktu tersebut menjadi bagian paling menegangkan bagi para penyintas karena ombak besar terus mengguncang perahu karet yang mereka tumpangi. Dalam situasi seperti itu, kemampuan untuk tetap berada di atas perahu menjadi sangat penting, sementara jarak pandang di laut malam hari sangat terbatas.

“Gelombang terasa di dalam kapal. Di kapal karet itu saja tiga jam dihantam ombak terus. Pokoknya angin, gelombangnya besar dan tinggi,” ujarnya.

Nasib Penumpang di Kamar Belum Diketahui

Di tengah upaya menyelamatkan diri, Ahmad tidak mengetahui kondisi banyak penumpang lain, terutama mereka yang masih berada di dalam kamar ketika kapal mulai miring. Orang-orang yang sempat ia lihat keluar dari kapal didominasi laki-laki, termasuk para sopir.

“Masih banyak. Kayaknya banyak, soalnya yang keluar sopir-sopir saja kayaknya, orang laki-laki saja. Kalau yang di kamar-kamar itu kayaknya belum bisa keluar,” ujarnya.

Perjalanan Ahmad semula merupakan perjalanan kerja. Ia membawa sebuah bus menuju Kalimantan setelah mengambil kendaraan itu dari Surabaya. Namun, rencana tersebut berubah menjadi perjuangan mempertahankan nyawa saat kapal yang ditumpanginya mengalami kecelakaan di Laut Jawa.

Hingga data sementara yang dihimpun Basarnas, 107 penumpang telah dievakuasi dalam keadaan selamat. Enam orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan 130 orang lainnya masih dalam pencarian. Angka tersebut menunjukkan bahwa operasi penyelamatan masih menjadi fokus utama di sekitar perairan Masalembo.

Operasi Pencarian Dikerahkan dari Laut dan Udara

Untuk mencari para penumpang yang belum ditemukan, Basarnas mengerahkan 15 armada laut dan udara dari unsur gabungan. Kekuatan pencarian itu mencakup 11 kapal, satu helikopter, serta tiga pesawat. Penggunaan armada dari beberapa jalur dibutuhkan karena area pencarian berada di laut terbuka dengan kondisi cuaca dan gelombang yang dapat berubah cepat.

Setiap perkembangan evakuasi menjadi penting bagi keluarga penumpang yang masih menanti kabar. Sementara itu, kesaksian para penyintas seperti Ahmad memberi gambaran tentang cepatnya situasi darurat terjadi di atas kapal serta beratnya perjuangan bertahan hingga bantuan tiba.

Frequently Asked Questions

What is Tiga Jam Mencekam Usai KM Virgo?

Tiga Jam Mencekam Usai KM Virgo is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Tiga Jam Mencekam Usai KM Virgo matter?

Tiga Jam Mencekam Usai KM Virgo matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Gabung diskusi