Latest Update: InJourney Airports Pastikan Pelaku Pencurian Tas Bukan Karyawan
Latest Update – Liputan6.com, Jakarta – Dalam upaya menangani kasus pencurian tas merek premium yang menyebabkan kerugian hingga lebih dari Rp1 miliar, InJourney Airports, yang merupakan bagian dari PT Angkasa Pura Indonesia, memastikan bahwa pelaku aksi tersebut bukan merupakan karyawan perusahaan. Informasi ini disampaikan oleh Yudistiawan, Assistant Deputy Communication & Legal KC Bandara Soekarno-Hatta, yang mengatakan pelaku yang berhasil ditangkap tidak terdaftar sebagai anggota karyawan.
Kasus Pencurian Tas di Soetta Berlangsung Selama Dua Tahun
Kasus pencurian tas berbagai merek terjadi di area kargo Bandara Soekarno-Hatta sejak beberapa tahun terakhir. Menurut informasi terbaru, operasi penyelidikan yang dilakukan Satreskrim Bandara Soekarno-Hatta telah mengungkap keberlangsungan aksi ilegal ini selama dua tahun. Selama periode tersebut, pelaku berusaha mengambil tas-tas yang ditinggalkan oleh pengunjung atau pihak ketiga, lalu menadahkannya ke pihak eksternal. Aksi tersebut dianggap sebagai bagian dari skema korupsi atau tindakan kriminal yang berencana.
“Kasus ini telah berlangsung selama dua tahun, dengan tiga tersangka yang berhasil ditangkap pada 29 April 2026 di Karawaci, Kota Tangerang,” jelas Yudistiawan. Ia menambahkan, pelaku tidak hanya mencuri tas, tetapi juga melibatkan pihak-pihak lain untuk mempercepat proses penadahan barang.
Langkah-Langkah InJourney Airports dalam Memastikan Keamanan Bandara
InJourney Airports terus mengambil langkah-langkah penguatan pengawasan di lingkungan bandara untuk meminimalkan risiko pencurian. Perusahaan menyatakan bahwa keamanan dan keselamatan kargo serta area terminal adalah prioritas utama dalam operasionalnya. Dalam pernyataan terbaru, mereka menegaskan komitmen untuk melibatkan seluruh stakeholder, termasuk polisi, dalam menangani masalah ini secara bersama. Koordinasi yang intensif diharapkan dapat mempercepat proses penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi.
“Kami terus menguatkan sistem pengawasan di setiap titik kritis, termasuk area kargo dan pintu masuk, untuk mencegah kejadian serupa terulang,” tambah Yudistiawan. Ia juga menyebut bahwa perusahaan telah mengambil langkah-langkah tambahan seperti penambahan personel pengawas dan pemeriksaan lebih ketat terhadap barang yang masuk dan keluar.
Terlepas dari pelaku yang tidak tergolong karyawan, InJourney Airports mengakui bahwa adanya celah keamanan di area kargo merupakan salah satu masalah yang perlu diperbaiki. Kepala operasional bandara mengungkapkan bahwa investigasi sedang berjalan untuk memastikan apakah ada pihak eksternal yang terlibat dalam penyelundupan barang ilegal. Tindakan ini juga sebagai respons terhadap permintaan publik yang menyoroti kinerja keamanan bandara.
Kasus Terkait Layanan Jasa Kargo dan Dampaknya
Kasus ini mengguncang layanan jasa kargo yang dikelola InJourney Airports, karena menunjukkan adanya praktik korupsi dalam proses pengelolaan barang. PT Pungkook Indonesia One, pihak yang menjadi korban pencurian, menyatakan bahwa kerugian yang terjadi cukup signifikan dan mengejutkan. Dalam pernyataan resmi, mereka meminta investigasi yang transparan untuk mengetahui sejauh mana kerja sama antara pihak-pihak terkait berdampak pada keamanan kargo.
“Latest Update menunjukkan bahwa pelaku pencurian tas ini tidak hanya memanfaatkan celah keamanan, tetapi juga memiliki jaringan yang kuat untuk menutupi aksinya,” ungkap perwakilan PT Pungkook Indonesia One. Ia menekankan bahwa perusahaan akan terus mengejar keadilan dalam kasus ini, termasuk meminta pemecatan pelaku jika terbukti terlibat secara langsung.
Manajemen InJourney Airports menyatakan bahwa mereka akan mengambil langkah-langkah tegas untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Upaya ini termasuk penerapan sistem pengawasan lebih ketat, pelatihan karyawan, dan penguatan kerja sama dengan pihak berwenang. Dalam latest update terbaru, mereka juga menyebutkan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh operator bandara untuk meningkatkan standar operasional keamanan.
