Skip to content
beritaterbaik
bd66379f-ae92-4c3e-ba95-2e54682ea02d-0
  • Home
  • News
  • Bisnis
  1. Home
  2. News
  3. Key Strategy: Jaksa Curiga Harta Nadiem Rp 4,8 Triliun Hasil Korupsi Chromebook
News

Key Strategy: Jaksa Curiga Harta Nadiem Rp 4,8 Triliun Hasil Korupsi Chromebook

Mary Hernandez Reporter Kamis, 14 Mei 2026 pukul 02:11 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
1625e317-7070-4f1e-aa63-b88deeeb54cf-0

Table of Contents

Toggle
  • Key Strategy: Jaksa Curiga Harta Nadiem Bisa Hasil Korupsi Chromebook
    • Analisis Kenaikan Harta Kekayaan Nadiem
    • Korupsi Chromebook dan Hubungannya dengan Kejaksaan
    • Kebijakan yang Dikaitkan dengan Korupsi
    • Dugaan Kerugian Negara
    • Penuntutan dan Tuntutan terhadap Nadiem

Key Strategy: Jaksa Curiga Harta Nadiem Bisa Hasil Korupsi Chromebook

Key Strategy, Jakarta, Liputan6.com – Dalam proses penyidikan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Agung, Roy Riady, menyatakan kecurigaan terhadap lonjakan kekayaan Nadiem Makarim, mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), yang mencapai Rp 4,87 triliun pada 2022. Kenaikan nilai aset ini dianggap tidak sesuai dengan pendapatan Nadiem selama masa jabatannya sebagai menteri, yang menjadi dasar dugaan korupsi terkait pengadaan Chromebook.

Analisis Kenaikan Harta Kekayaan Nadiem

Menurut laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Nadiem mengumumkan aset sebesar Rp 1,23 triliun pada Oktober 2019 saat pertama kali menjabat. Namun, sampai 2022, kekayaannya meningkat hingga mencapai Rp 4,87 triliun. Jaksa menyebut kenaikan tersebut tidak bisa dijelaskan secara jelas selama sidang, sehingga dianggap sebagai indikasi dari skema korupsi. Dalam penuntutan, kenaikan harta ini dijadikan alasan untuk meminta uang pengganti sebesar Rp 5,67 triliun.

“Kenaikan harta kekayaan Nadiem menunjukkan ada kebijakan yang direncanakan secara strategis untuk menyembunyikan keuntungan korupsi,” ujar Roy Riady, mengutip informasi dari Antara. Dalam skema kejahatan korupsi, jaksa mengungkap bahwa Nadiem memanfaatkan peran sebagai menteri untuk menyalahgunakan dana publik.

Korupsi Chromebook dan Hubungannya dengan Kejaksaan

Proyek pengadaan Chromebook menjadi salah satu fokus investigasi. Dana investasi Google Asia Pasifik senilai 786,99 juta dolar AS diduga menjadi modal utama PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB), perusahaan yang terlibat dalam proyek tersebut. Jaksa mengkritik alasan Nadiem menyebut transaksi ini sebagai utang-piutang yang dikembalikan secara langsung, yang dinilai tidak logis. Selain itu, ada dugaan Nadiem memperoleh keuntungan sebesar Rp 809,59 miliar dari PT Gojek Indonesia, yang merupakan perusahaan pilar ekonomi.

Dalam persidangan, jaksa menunjukkan bahwa keuntungan ekonomi dari proyek Chromebook tidak hanya berasal dari langsung dari pemerintah, tetapi juga melalui penggunaan kebijakan yang dipandang sebagai Key Strategy untuk mengoptimalkan korupsi. Kemudian, keuntungan ini diduga diarahkan ke kekayaan pribadi Nadiem, yang menjadi fokus utama tuntutan dari Kejaksaan Agung.

Kebijakan yang Dikaitkan dengan Korupsi

Key Strategy dalam kasus ini menekankan bahwa penggunaan ChromeOS sebagai sistem operasi utama untuk laptop pendidikan merupakan pilihan yang disengaja. Jaksa menyatakan Nadiem memilih Chromebook untuk memanfaatkan ketergantungan pemerintah pada perusahaan teknologi Google, yang menjadi pendukung proyek tersebut. Selain itu, dana investasi Google juga dianggap sebagai sumber tambahan yang digunakan untuk memperkaya diri melalui perusahaan-perusahaan terkait.

Proyek digitalisasi pendidikan yang dianggarkan dalam anggaran besar di tahun 2021–2022 diduga menjadi titik awal Key Strategy Nadiem. Proses pengadaan Chromebook yang dianggap tidak transparan selama dua tahun terakhir memicu dugaan bahwa kekayaan Nadiem terus meningkat secara signifikan, meskipun tidak dijelaskan secara detail. Ini menjadi dasar untuk menuntut Nadiem atas korupsi yang dianggap menguntungkan dirinya sendiri.

Dugaan Kerugian Negara

Jaksa menilai keuntungan yang diperoleh Nadiem mencapai Rp 2,18 triliun, terdiri dari Rp 1,56 triliun dari program digitalisasi pendidikan dan sekitar 44,05 juta dolar AS dari pengadaan Chrome Device Management (CDM). Dalam Key Strategy, keuntungan dari proyek CDM dianggap tidak perlu, sehingga menjadi titik kerugian negara. Dana ini diduga digunakan untuk memperkaya diri melalui pihak-pihak yang terlibat, termasuk PT Gojek Indonesia.

Kasus ini menyoroti pentingnya kejelasan dalam pengelolaan dana publik. Jaksa menekankan bahwa kenaikan harta Nadiem tidak hanya mencerminkan kebijakan korupsi, tetapi juga menunjukkan strategi yang disengaja untuk mengelabui masyarakat. Selain itu, skema ini berpotensi merugikan negara dengan memperbesar anggaran yang dialokasikan untuk keuntungan pribadi.

Penuntutan dan Tuntutan terhadap Nadiem

Nadiem Makarim didakwa bersama empat terdakwa lainnya, termasuk Ibrahim Arief, Mulyatsyah, Sri Wahyuningsih, dan Jurist Tan. Jurist Tan masih buron hingga saat ini, namun Nadiem sudah diperiksa sebagai tersangka utama. Dalam tuntutannya, jaksa menyarankan hukuman 18 tahun penjara, denda Rp 1 miliar, serta uang pengganti Rp 5,67 triliun. Tuntutan ini berdasarkan Key Strategy yang dianggap sebagai alat untuk menyamarkan keuntungan korupsi.

“Key Strategy dalam kasus ini adalah menggabungkan kebijakan teknis dan kepentingan ekonomi untuk memperkaya diri sendiri. Ini menunjukkan adanya sistem korupsi yang terstruktur,” jelas Roy Riady. Persidangan ini menjadi langkah penting dalam mengungkap pola korupsi yang berlangsung selama dua tahun sebelumnya, dengan fokus pada pengadaan Chromebook yang dianggap tidak transparan.

Dengan memperhatikan detail harta kekayaan Nadiem, jaksa menemukan korelasi kuat antara peningkatan keuntungan ekonomi dengan proyek Chromebook. Skenario ini memberikan gambaran bahwa Key Strategy yang digunakan tidak hanya terkait teknis pengadaan, tetapi juga dengan manipulasi anggaran yang diperkirakan berdampak besar pada keuangan negara. Dalam beberapa tahun ke depan, penelusuran lebih lanjut akan mengungkap apakah skema ini bisa dibuktikan secara hukum.

Bagikan:

Berita Terkait

a9011112-c90d-4074-875a-d9c4cabc7102-0

Topics Covered: Wacana Baru Dedi Mulyadi: Pajak Kendaraan Dihapus, Diganti Jalan Berbayar

14 Mei 2026
f8c61184-7c8e-4d67-8c86-b5a51dceb2b5-0

Historic Moment: “Kok Pergi Lagi”, Tangis Anak Nadiem Pecah Saat Ditinggal Pergi Sidang

14 Mei 2026
8d566596-8961-46f6-a3f5-4baa850ecbd8-0

Important Visit: Pramono Ungkap Jakarta ke Kelantan Malaysia Bakal Buka Penerbangan Langsung

14 Mei 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

bf98d4d1-4730-45a5-bf32-8b89dde9e9eb-0

Special Plan: 219 Ribu Ton Pupuk Subsidi Disiapkan untuk Musim Tanam April-September 2026

29 menit yang lalu
cf63f412-9662-4bdc-8af0-6db4d47fee72-0

Latest Program: Impor Bahan Baku Plastik dari AS Masuk Pertengahan Mei 2026

30 menit yang lalu
0c5523ab-0520-45a7-9f47-94b968c5b0f8-0

Tertinggi Sepanjang Sejarah – Stok Beras Tembus 5,5 Juta Ton Bulan Ini

32 menit yang lalu
887451b0-8854-48f9-b4f9-e258cd71100d-0

Key Discussion: Pemerintah 73 Ribu Rumah Subsidi Bagi MBR

34 menit yang lalu
6684ab81-5275-45f7-9d50-504f2c8ad855-0

Important News: Momen Dirut Bulog Tegur Suara Berisik Saat Mentan Bicara

36 menit yang lalu

Kategori

  • Bisnis (194)
  • News (221)
  • Uncategorized (1)

About Us

beritaterbaik menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • Special Plan: 219 Ribu Ton Pupuk Subsidi Disiapkan untuk Musim Tanam April-September 2026
  • Historic Moment: Polri Buru Bos dan Perekrut Utama di Balik Markas Judi Online di Hayam Wuruk
  • Top 3 News: Aktivitas Terakhir Anggota BPK Haerul Saleh Sebelum Meninggal dalam Kebakaran Rumah
  • Historic Moment: Kapolri Rotasi 9 Kapolda, Ini Daftar Lengkapnya

Quick Links

  • Bisnis
  • News
  • Uncategorized

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 . All rights reserved.