Important Visit: Wali Kota Depok Tanggapi Pengunduran Diri RT-RW Akibat Banjir
Important Visit – Dalam rangka menangani krisis banjir yang mengguncang sejumlah wilayah Depok, Wali Kota Depok melakukan important visit ke Kampung Benda, Cipayung, sebagai respons atas keputusan pengurus RT dan RW untuk mundur akibat dampak banjir yang terus-menerus mengganggu kehidupan warga. Kunjungan ini menjadi fokus perhatian publik, terutama setelah berita mengenai pengunduran diri para pengurus kelurahan memicu perdebatan mengenai tanggung jawab pemerintah dalam mengatasi masalah lingkungan dan drainase.
Situasi Banjir dan Pengunduran Diri Pengurus RT-RW
Banjir di Depok, khususnya di area Kampung Benda, telah menjadi momok bagi warga sejak beberapa bulan terakhir. Akumulasi sampah di Tempat Pemrosesan Sampah (TPA) Cipayung menjadi penyebab utama penyumbatan alur Kali Pesanggrahan, sungai yang menjadi penampung air untuk daerah tersebut. Para pengurus RT dan RW, yang sebelumnya aktif dalam mengelola lingkungan, memutuskan untuk mundur karena merasa tidak mampu lagi mengatasi masalah ini secara mandiri. Important Visit Wali Kota menjadi langkah penting untuk mengevaluasi dan mengambil kebijakan darurat.
Kebijakan Darurat dan Upaya Normalisasi Aliran Air
Seusai important visit, Wali Kota Depok Supian Suri langsung memberikan pernyataan bahwa pihaknya telah menugaskan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera melakukan normalisasi Kali Pesanggrahan. Tujuan utama dari tindakan ini adalah memastikan aliran air tidak terhambat saat debit air meningkat, sehingga mengurangi risiko genangan di permukiman warga. Supian juga menegaskan bahwa important visit ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur dan menyelesaikan akar masalah banjir.
“Kami sudah menyiapkan langkah-langkah darurat, termasuk pengerukan kali secara rutin agar air bisa mengalir bebas,” ujarnya saat berdialog langsung dengan masyarakat di Jembatan Jago Cipayung, Senin (11/5/2026).
Upaya Mempercepat Pemecahan Masalah
Selama important visit, Supian tidak hanya mengunjungi lokasi banjir tetapi juga melakukan inspeksi ke sejumlah titik rawan. Ia menyoroti bahwa pohon-pohon yang tumbuh di sekitar jembatan menjadi hambatan bagi aliran air. Oleh karena itu, pihaknya berencana memangkas pohon-pohon tersebut untuk mengoptimalkan drainase. Selain itu, Supian juga mengingatkan bahwa kabel utilitas yang dibiarkan terlalu dekat permukaan air memperburuk kondisi, sehingga perlu diatur ulang agar tidak mengganggu aliran.
“Kabel dan pohon di sekitar jembatan adalah faktor tambahan yang perlu diperhatikan. Kami akan menyusun rencana detil untuk mengatasi masalah ini sebelum musim hujan tiba kembali,” tambahnya.
Kebijakan important visit ini juga mencakup rencana untuk meningkatkan ketinggian jembatan sekitar dua meter, agar air banjir tidak mencapai permukaan jalan raya. Meski upaya ini membutuhkan waktu sepanjang tahun, Supian menegaskan bahwa warga Depok akan diberikan update berkala mengenai progres penanganan. Ia meminta masyarakat bersabar sambil menunggu solusi jangka panjang yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Reaksi Masyarakat dan Persiapan untuk Important Visit Berikutnya
Pengunduran diri pengurus RT-RW di Kampung Benda memicu kekecewaan warga, yang mengharapkan pemerintah memberikan respons cepat. Sejumlah warga menyatakan bahwa mereka merasa kehilangan pengawasan dan bantuan dari pihak kelurahan. Namun, important visit yang dilakukan Wali Kota Depok dianggap sebagai tanda perhatian pemerintah terhadap masalah yang menghimpit kehidupan sehari-hari. Pihak kelurahan menyatakan akan terus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mempercepat proses normalisasi aliran air.
