Keluarga Beckham Masuk Jajaran Miliarder di Inggris
What Happened During tahun 2026 menunjukkan perubahan dramatis dalam daftar orang terkaya Inggris yang diterbitkan Sunday Times Rich List. Berdasarkan laporan BBC, David Beckham, legenda sepak bola dunia, berhasil memasuki kategori miliarder untuk pertama kalinya. Bersama istrinya, Victoria Beckham, kekayaan mereka mencapai 1,2 miliar poundsterling atau sekitar Rp 28,12 triliun. Ini menandai lonjakan signifikan dalam 12 bulan terakhir, dengan aset keluarga tersebut melonjak dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Penambahan Keluarga Gallagher dan Penurunan Kekayaan Sir James Dyson
Di samping Beckham, kakak beradik Noel dan Liam Gallagher dari band Oasis juga menjadi perbincangan hangat. Mereka baru pertama kali terdaftar dalam daftar tahunan Sunday Times, dengan kekayaan gabungan sebesar 375 juta poundsterling atau Rp 8,79 triliun. Namun, penurunan kekayaan terbesar terjadi pada Sir James Dyson, pendiri perusahaan alat kebersihan, yang kehilangan 8,8 miliar poundsterling karena tekanan dari kebijakan tarif AS di bawah Presiden Donald Trump. Penurunan ini mencerminkan dampak global terhadap kekayaan individu yang terlibat dalam investasi internasional.
“What Happened During pandemi menciptakan pergeseran besar dalam struktur kekayaan. Banyak miliarder memanfaatkan peluang di sektor digital dan hiburan, sementara yang lain terkena tekanan ekonomi global,” komentar Robert Watts, penulis laporan Sunday Times.
Kelompok Miliarder Baru dan Perubahan dalam Daftar
What Happened During tahun 2026 juga membawa penambahan nama baru ke dalam daftar miliarder Inggris. Emily Eavis, pengelola festival musik Glastonbury, bersama keluarganya, menjadi salah satu pendatang baru dengan kekayaan 400 juta poundsterling. Di sisi lain, beberapa warga negara asing yang sebelumnya terdaftar dalam daftar tahunan kini dihilangkan karena pindah ke negara lain. Hal ini menunjukkan kecenderungan migrasi kekayaan global yang terjadi akibat perubahan politik dan ekonomi.
Daftar 10 orang terkaya Inggris 2026 meliputi Sanjay dan Dheeraj Hinduja yang menduduki peringkat pertama selama lima tahun terakhir, serta David dan Simon Reuben yang memimpin kategori perusahaan teknologi. Penyumbang kekayaan paling besar berasal dari sektor minyak, gas, dan perbankan, dengan Hinduja menguasai industri tersebut. Namun, kenaikan kekayaan juga terjadi di sektor kreatif, seperti kehadiran Sir Elton John, Sir Mick Jagger, dan JK Rowling.
What Happened During menunjukkan bahwa kekayaan tidak hanya terkonsentrasi pada bisnis tradisional. Pendiri Revolut, Alex Gerko, naik ke peringkat ke-8 dengan aset 16 miliar poundsterling, sementara beberapa bintang dunia seperti Sir Lewis Hamilton dan Charlotte Tilbury juga terdaftar. Ini menyoroti peran individu dari bidang hiburan dan teknologi dalam memperluas jumlah miliarder Inggris.
Analisis Perubahan Kekayaan dan Tren Masa Depan
Survei tahunan Sunday Times menunjukkan total 157 miliarder Inggris, jumlah yang berkurang empat dari tahun sebelumnya. Raja Charles berada di peringkat 230 dengan kekayaan 680 juta poundsterling, meningkat 40 juta poundsterling dari tahun 2025. Kenaikan ini menandai kebangkitan kekayaan kerajaan yang sebelumnya terpuruk karena krisis ekonomi. Di sisi lain, kenaikan tajam terjadi pada keluarga Weston, yang menduduki peringkat ke-5 dengan total aset 18,9 miliar poundsterling.
What Happened During tahun 2026 juga mengungkap tren migrasi miliarder Inggris ke luar negeri. Sebanyak 100 warga negara Inggris tercatat pindah ke Dubai, Swiss, dan negara-negara Eropa lainnya, berdampak pada pengurangan jumlah penduduk yang tetap tinggal di Inggris. Robert Watts menyoroti bahwa perubahan ini menunjukkan kecenderungan warga Inggris menguntungkan diri dari kenaikan pajak dan inflasi yang terjadi.
Sebagai penutup, What Happened During tahun 2026 membawa pergeseran signifikan dalam kekayaan Inggris. Dari 350 individu dan keluarga yang terdaftar, hampir satu pertiga tidak lagi berada di daratan Inggris. Perubahan ini memperlihatkan adaptasi miliarder terhadap tantangan ekonomi global, sekaligus meningkatkan keberagaman daftar orang terkaya negara tersebut.
