Tertinggi Sepanjang Sejarah, Stok Beras Tembus 5,5 Juta Ton Bulan Ini
Tertinggi Sepanjang Sejarah – Dalam upaya memastikan ketersediaan pangan nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa stok beras pemerintah (CBP) mencapai rekor tertinggi dalam sejarah, yakni 5,5 juta ton bulan ini. Angka ini memperlihatkan perbaikan signifikan dibandingkan periode sebelumnya dan menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan pasokan beras. Kebijakan yang dijalankan selama masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinyatakan sebagai faktor kunci dalam menggerakkan pencapaian ini, yang menjadi bukti keterlibatan aktif dari berbagai pihak untuk mengamankan kebutuhan pangan rakyat.
Capaian Stok Beras dan Prediksi Produksi Nasional
“Hari ini kita mencapai stok tertinggi dalam sejarah, yaitu 5,3 juta ton, mudah-mudahan bulan depan bisa mencapai atau akhir bulan 5,5 juta ton, dan ini adalah tertinggi selama Republik ini merdeka,” kata Amran, di Surabaya, Jawa Timur, mengutip YouTube Kementan, Rabu (13/5/2025).
Pencapaian ini sejalan dengan prediksi hasil panen beras nasional yang diproyeksikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 34,6 juta ton. Sementara Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) serta Departemen Pertanian Amerika Serikat menyatakan angka serupa, yakni 36 juta ton dan 34,6 juta ton. Amran menegaskan bahwa surplus produksi beras sekitar 4 juta ton memberi ruang bagi peningkatan stok CBP, yang menjadi pengamanan untuk menghadapi fluktuasi permintaan di pasar.
Peningkatan Penguasaan Beras dan Keterlibatan Pihak Lain
Perum Bulog juga memberikan pernyataan bahwa stok beras yang disimpan mencapai 5,3 juta ton bulan ini, menggambarkan peningkatan penguasaan beras yang berkelanjutan sejak 2025. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa kemitraan dengan para petani, produsen, dan institusi seperti TNI/Polri menjadi penggerak utama dalam mengakselerasi cadangan ini. “Penguasaan beras terus naik sejak tahun lalu, dan pada 2025, pengadaan CBP mencapai sekitar 4,2 juta ton,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Dengan ketersediaan stok yang mencapai rekor tertinggi dalam sejarah, Ahmad menekankan bahwa pihaknya fokus pada stabilitas harga di pasar. Ia menambahkan bahwa Perum Bulog terus memantau harga eceran tertinggi (HET) beras medium, premium, serta komoditas terkait lainnya, seperti minyak goreng dan jagung, untuk memastikan rakyat tetap terjangkau. “Pembelian gabah sesuai Inpres Nomor 4 Tahun 2026, dengan harga Rp 6.500 per kilogram, menjadi bagian dari strategi stabilitas harga yang dijalankan,” katanya.
Menteri Amran menyoroti bahwa pencapaian stok beras ini bukan hanya hasil kerja Perum Bulog, tetapi juga didukung oleh kebijakan agraria dan pengelolaan distribusi yang lebih efisien. Ia menekankan pentingnya persiapan sejak awal tahun, di mana pemerintah secara proaktif menggali sumber-sumber pasokan dan meningkatkan efisiensi logistik. “Kita berharap keberhasilan ini dapat dijaga hingga akhir tahun, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kehabisan beras,” ujarnya.
Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa capaian stok beras ini berdampak langsung pada harga pasar. Dengan pasokan yang melimpah, upaya pemerintah untuk menekan inflasi dan memastikan akses masyarakat terhadap bahan pokok menjadi lebih terarah. Pemantauan harga eceran berkelanjutan, bersamaan dengan kebijakan subsidi dan pendistribusian beras ke daerah-daerah terpencil, akan menjadi bagian dari langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi.
“Stok beras yang mencapai rekor tertinggi dalam sejarah adalah bukti keseriusan pemerintah dalam mengamankan kebutuhan pangan rakyat. Ini tidak hanya menguntungkan masyarakat, tetapi juga memberi ruang bagi pangan lokal untuk berkembang,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani dalam wawancara terpisah.
Sebagai penutup, pencapaian stok beras ini diharapkan menjadi fondasi bagi keberlanjutan kebijakan pangan di masa depan. Dengan persediaan yang memadai, pemerintah dapat lebih fokus pada peningkatan kualitas produksi dan ekspor, sambil tetap menjaga harga beras dalam batas yang terjangkau. “Tertinggi sepanjang sejarah bukan hanya pencapaian angka, tetapi juga momentum untuk mengukir keberhasilan bersama seluruh stakeholder,” pungkas Amran dalam keterangan resmi.
