Pertumbuhan Tabungan Haji BSI: Dominasi Generasi Muda
Special Plan – Liputan6.com, Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat bahwa generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial, menjadi pilar utama dalam pertumbuhan nasabah tabungan haji. Dalam kuartal I-2026, jumlah nasabah tabungan haji yang berusia antara 21 hingga 40 tahun mencapai sekitar 1,2 juta orang. "Special Plan kami menggarisbawahi peran generasi muda yang semakin dominan dalam mempercepat pertumbuhan tabungan haji, ini menarik karena mereka tercatat mencapai 1,2 juta nasabah," kata Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, dalam Konferensi Pers Kinerja Kuartal I-2026. Pertumbuhan ini mencerminkan perubahan pola hidup masyarakat yang semakin memprioritaskan persiapan kebutuhan ibadah haji sejak dini.
Komposisi Usia dan Perilaku Masyarakat
Anggoro menjelaskan bahwa komposisi usia muda yang meningkat merupakan indikator penting mengenai kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tabungan haji. "Special Plan kami menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk menyediakan dana ibadah sejak dini sudah mulai terlihat, karena komposisi usia muda terus meningkat," ujarnya. Ia menambahkan, keberlanjutan pertumbuhan ini juga didukung oleh keterlibatan Gen Z dan milenial dalam mencari solusi keuangan yang lebih fleksibel dan mudah diakses. Selain itu, jumlah total nasabah tabungan haji BSI juga terus meningkat, dengan total sekitar 7,25 juta pada kuartal I-2026, meningkat dari 4,9 juta pada tahun 2023.
Ekosistem Haji dan Umroh yang Terintegrasi
Dalam kuartal I-2026, BSI memperlihatkan tren positif dalam jumlah nasabah tabungan haji, dengan pertumbuhan yang terutama berasal dari kelompok usia 21 hingga 40 tahun. Anggoro menegaskan bahwa Special Plan perusahaan berfokus pada penguatan ekosistem haji dan umroh yang terintegrasi, termasuk pengembangan layanan digital yang disesuaikan dengan kebutuhan generasi muda. "Kami melihat bahwa kebutuhan untuk layanan yang cepat dan praktis menjadi faktor kunci dalam menarik minat Gen Z dan milenial," katanya. Strategi ini diharapkan dapat memperkuat posisi BSI sebagai penyedia solusi keuangan haji terdepan di Indonesia.
Menurut Anggoro, pertumbuhan nasabah tabungan haji tidak hanya terjadi secara bertahap, tetapi juga menunjukkan kecepatan yang signifikan. Pada tahun 2023, jumlah pendaftar haji mencapai sekitar 246 ribu orang, sementara pada tahun 2025 meningkat menjadi 422 ribu orang. Dalam hal umroh, jumlah jamaah juga mengalami kenaikan, dengan 1,7 juta orang pada 2023 dan mendekati 2 juta orang pada 2025, atau sekitar 1,85 juta. "Ini menunjukkan bahwa Special Plan kami untuk menjangkau generasi muda berjalan efektif, karena mereka menjadi penggerak utama pertumbuhan," imbuhnya.
Transformasi Digital sebagai Pendorong Utama
Anggoro menyoroti bahwa transformasi digital menjadi elemen penting dalam mempercepat pertumbuhan ekosistem haji. "Dengan Special Plan yang kami luncurkan, kita bisa melihat bahwa layanan digital memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan kepuasan nasabah usia muda," katanya. BSI, sebagai bank syariah, menyadari bahwa Gen Z dan milenial lebih memilih metode transaksi yang efisien, seperti aplikasi mobile banking, e-wallet, dan platform digital lainnya. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengelola dana haji secara lebih mudah, tanpa perlu menghadapi hambatan proses konvensional.
Kehadiran Generasi Z dan Milenial dalam sektor haji juga mencerminkan pergeseran preferensi masyarakat. "Special Plan kami mengakomodir kebutuhan mereka untuk kecepatan dan kenyamanan dalam menyimpan dana ibadah," tutur Anggoro. Pada kuartal I-2026, jumlah nasabah tabungan haji yang berusia 21-40 tahun mencapai 12,8 juta dari total basis nasabah, membuktikan bahwa strategi tersebut sangat relevan. Dengan adanya layanan digital yang terus dikembangkan, BSI optimis bahwa pertumbuhan ini akan terus berlanjut.
Sebagai perseroan yang memiliki visi jangka panjang, BSI juga menargetkan peningkatan pertumbuhan ekonomi syariah nasional melalui ekosistem haji dan umroh yang terintegrasi. "Special Plan kami dirancang untuk memberikan solusi yang komprehensif, mulai dari tabungan haji hingga layanan pembiayaan dan pembayaran selama perjalanan ibadah," kata Anggoro. Ia menambahkan bahwa penguatan ekosistem ini tidak hanya membantu nasabah, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor keuangan syariah secara keseluruhan.
“Special Plan ini menjadi bukti bahwa BSI selalu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan nasabah. Dengan memperkuat digitalisasi dan memahami tren generasi muda, kita bisa menangkap peluang yang ada dengan lebih baik,” pungkas Anggoro.
