Special Plan: Bulog Berikan Tunjangan Beras ke ASN
Special Plan – Program special plan untuk pemberian tunjangan beras kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) kembali menjadi perhatian utama Perum Bulog. Direktur Bisnis Bulog, Febby Novita, mengungkapkan bahwa lembaga tersebut sedang menyusun proposal untuk mengajukan tunjangan beras sebagai bagian dari kebijakan special plan yang dirancang untuk mendukung kesejahteraan pegawai pemerintah. Febby menjelaskan bahwa pengajuan ini dilakukan setelah pengevaluasian terhadap skema distribusi beras yang telah berjalan di beberapa daerah.
“Kita sedang menyiapkan proposal untuk special plan tunjangan beras ASN, karena ini berkaitan dengan ketersediaan anggaran dan kebijakan fiskal,” kata Febby Novita saat diwawancara di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Program Khusus untuk ASN dan PNS
Febby menambahkan bahwa special plan ini bertujuan untuk memperkuat sistem distribusi beras kepada ASN dan PNS. Pihaknya mengatakan bahwa proposal yang diajukan akan melibatkan koordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk memastikan alokasi anggaran yang tepat. “Tunjangan beras ini bisa menjadi salah satu bentuk peningkatan kesejahteraan bagi pegawai negeri, terutama di tengah situasi inflasi yang masih tinggi,” ujarnya.
Sebelumnya, bulog telah melaksanakan skema distribusi beras untuk ASN di beberapa daerah. Febby mengungkapkan bahwa program ini telah menunjukkan hasil positif, baik dalam penyerapan beras petani maupun ketersediaan stok untuk kebutuhan pemerintah. “Distribusi beras untuk ASN sudah berjalan, dan kita harap special plan ini bisa diperluas ke seluruh Indonesia,” tambahnya.
Dalam peraturan yang berlaku, tunjangan beras untuk ASN dihitung berdasarkan harga beras Rp 8.074 per kg. Jika dibayarkan dalam bentuk fisik, nilai tunjangan mencapai 10 kg per bulan, sementara jika dalam uang tunai, besarnya Rp 7.242 per kg. Mekanisme ini diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Nomor PER-3/PB/2015. Febby menyebut bahwa special plan ini bisa menjadi bagian dari revisi aturan tersebut.
Febby Novita juga menekankan bahwa special plan ini akan menjadi pendorong penyerapan beras petani oleh Bulog. “Dengan special plan, kita bisa memastikan bahwa beras yang dihasilkan masyarakat akan lebih cepat terserap, dan ASN bisa menjadi salah satu penyerap utama,” jelasnya. Selain itu, program ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pemerintah pada impor beras, yang saat ini terus dilakukan guna menjaga ketersediaan pasokan.
Stok Beras Pemerintah Mencapai 5 Juta Ton
Kementerian Pertanian melalui Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa stok beras cadangan pemerintah (CBP) telah mencapai 5.000.198 ton pada 23 April 2026. Angka ini menunjukkan keberhasilan pencapaian swasembada pangan yang didukung oleh kolaborasi seluruh masyarakat. Amran mengatakan bahwa stok beras ini menjadi landasan untuk implementasi special plan yang sedang dirancang.
“Hari ini, stok beras mencapai 5.000.198 ton. Ini adalah prestasi besar yang menggambarkan kerja sama semua pihak, termasuk Bulog, dalam memastikan ketersediaan beras nasional,” papar Amran saat mengunjungi gudang penyimpanan beras di Karawang, Jawa Barat.
Menurut Amran, kapasitas gudang milik Bulog mencapai 3 juta ton, sementara 2 juta ton lainnya disewa dari pihak ketiga. Di gudang Karawang, 80.000 ton dari 102.000 ton kapasitas telah terisi. “Kita sedang menambah penyewaan gudang untuk memastikan stok tetap terjaga, agar special plan bisa berjalan optimal,” tambahnya. Dengan stok yang mencukupi, pemerintah bisa lebih fokus pada distribusi beras kepada ASN dan masyarakat luas.
