Update Daftar CEO yang Ikut Trump ke China, Ada Jensen Huang
Main Agenda – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melangsungkan lawatan ke Tiongkok dengan didampingi sejumlah tokoh bisnis ternama, termasuk pemimpin perusahaan teknologi Elon Musk dari Tesla dan Jensen Huang dari Nvidia. Pertemuan antara Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada 14-15 Mei 2026 diprediksi akan fokus pada isu geopolitik, khususnya konflik Iran, serta pembahasan perdagangan dan kecerdasan buatan (AI).
Menurut laporan Associated Press yang dikutip dari CBC News, Kamis (14/5/2026), Musk serta sejumlah eksekutif lainnya telah mengonfirmasi kehadiran mereka dalam rombongan. Huang dari Nvidia juga turut serta, sementara pembuat film Brett Ratner yang sedang menyutradarai dokumenter Melania ikut dalam penerbangan tersebut.
Para Eksekutif AS yang Mengikuti Lawatan
Kehadiran CEO BlackStone Stephen Schwarzman, yang memiliki kekayaan USD 47,5 miliar atau Rp 831,44 triliun, dan CEO Apple Tim Cook, dengan aset USD 2,9 miliar atau Rp 50,76 triliun, juga menjadi bagian dari delegasi. Eksekutif lain seperti CEO Boeing Kelly Ortberg dan CEO BlackRock Larry Fink disebutkan ikut serta berdasarkan laporan Associated Press.
Daftar delegasi AS yang disampaikan Gedung Putih kepada CBS News mencakup CEO Tesla Elon Musk dengan kekayaan USD 688 miliar atau Rp 12.042 triliun, serta Jensen Huang dari Nvidia dengan kekayaan USD 183 miliar atau Rp 3.203 triliun. Ada dugaan bahwa jumlah tokoh bisnis dalam daftar awal sekitar dua puluh empat orang bisa berkurang.
Penekanan pada Konflik Iran
Sebelumnya, pertemuan Trump-Xi diperkirakan lebih menyoroti perang Iran dibandingkan isu perdagangan yang sering menjadi konflik antara AS dan Tiongkok. Konflik tersebut dianggap memengaruhi stabilitas ekonomi global, dengan Beijing dan Washington saling memperhatikan dampaknya.
Dilansir dari CNBC, Sabtu (9/5/2026), Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan bahwa Iran menjadi agenda utama dalam pertemuan. Tiongkok menunjukkan optimisme setelah menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Iran, yang sempat mendorong harapan penyelesaian perang.
Keterlibatan Bisnis dalam Diplomasi
Dalam persiapan pertemuan tingkat tinggi, AS dikabarkan menolak usulan Tiongkok untuk mengadakan forum khusus antara pejabat senior dan CEO perusahaan Amerika. Pemerintah khawatir keberadaan CEO di China akan menimbulkan persepsi negatif di dalam negeri.
Seorang sumber dari pemerintah AS menyatakan bahwa Gedung Putih hingga saat ini belum resmi mengundang para tokoh bisnis tersebut untuk ikut serta dalam kunjungan Trump. Kehadiran Kelly Ortberg dari Boeing dianggap krusial karena perusahaan itu sedang berusaha mendapatkan pesanan besar dari Tiongkok dalam hampir satu dekade terakhir.
“Saya pikir sangat penting melihat adanya keterlibatan antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia,” ujar Jane Fraser, CEO Citigroup, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu (9/5/2026). “China masih menjadi pasar strategis bagi Citigroup, dan banyak klien multinasional kami beroperasi di sana.”
Durasi tahun ini, Xi Jinping tercatat menerima kunjungan pemimpin dunia, mulai dari Inggris hingga Korea Selatan, yang sebagian besar menghadirkan delegasi bisnis besar. Meski ada penurunan fokus pada isu ekonomi, kalangan korporasi tidak terlalu mempermasalahkan, selama konflik geopolitik bisa diminimalkan.
