Harga Minyak Hari Ini Kembali Meningkat, Penyebabnya Dikaitkan dengan Ketegangan Global
Harga Minyak Hari Ini Meroket Lagi – Dalam beberapa hari terakhir, harga minyak mentah global mengalami peningkatan signifikan, yang dikaitkan dengan krisis geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Pada hari Rabu (13/5/2026), harga minyak Brent mencapai USD 107,77 per barel, naik 3,4% dibandingkan hari sebelumnya, sementara harga WTI AS untuk kontrak bulan Juni menguat 4,2% menjadi USD 102,18 per barel. Kenaikan ini mencerminkan ketidakpastian yang menghiasi pasar energi, terutama karena perang dagang antara AS dan Iran semakin memanas.
Konflik AS-Iran: Pemicu Utama Kenaikan Harga Minyak
Konflik antara AS dan Iran kembali menjadi sentimen dominan di pasar minyak, terutama setelah Trump menolak tawaran Iran terkait gencatan senjata. Presiden AS tersebut menyebut usulan Iran sebagai ‘sampah’, yang memicu ketegangan dan menyebabkan kekhawatiran tentang pasokan minyak di masa depan. Menurut penasihat energi senior mantan Presiden Joe Biden, Amos Hochstein, situasi ini menciptakan kondisi ‘tanpa perang, tanpa minyak, dan tanpa selat’—dengan Selat Hormuz menjadi titik kritis dalam rantai pasokan global.
“Kita berada dalam kebuntuan, konflik yang membeku,” ujar Hochstein. “Selat Hormuz tertutup, sehingga aliran minyak terganggu, dan harga terus naik karena ketidakpastian terus-menerus.”
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Minyak Mentah
Ketegangan antara AS dan Iran bukanlah satu-satunya faktor yang mendorong harga minyak naik. Pernyataan Trump yang memperparah sengketa juga memperkuat ekspektasi kenaikan, dengan analisis Citi menyebut fluktuasi harga masih akan terjadi hingga akhir tahun 2026. Di samping itu, operasi militer AS dan Israel yang dimulai sejak 28 Februari 2026 berdampak langsung pada persediaan minyak di kawasan Timur Tengah, meningkatkan kekhawatiran tentang gangguan pasokan.
Dari sisi ekonomi, kenaikan harga minyak ini juga menimbulkan dampak pada inflasi dan kebijakan moneter negara-negara yang bergantung pada bahan bakar. OPEC dan negara-negara produsen lainnya terus memantau situasi, sementara kebijakan subsidi yang diberlakukan di beberapa negara mungkin tidak cukup untuk menopang permintaan yang tinggi. Menurut laporan terbaru, harga minyak diperkirakan akan tetap stabil di kisaran USD 90 hingga USD 100 per barel, tergantung pada keberhasilan mediasi antara pihak AS dan Iran.
Konflik Terus Berlanjut: Dampak pada Pasokan dan Permintaan
Ketegangan antara AS dan Iran memicu perubahan dinamika pasokan minyak, dengan selat Hormuz menjadi jalur utama untuk mengirimkan 20% dari pasokan global. Menurut CEO Saudi Aramco, Amin Nasser, pembukaan kembali selat ini membutuhkan waktu berbulan-bulan, dan jika tertunda, harga minyak bisa terus meningkat hingga tahun 2027. Selain itu, operasi militer yang dilakukan AS dan Israel telah menyebabkan penurunan produksi minyak di beberapa wilayah, memperkuat ketakutan pasar akan kelangkaan energi.
Menurut laporan CNBC, kenaikan harga minyak terjadi secara konsisten selama beberapa minggu, dengan WTI dan Brent naik lebih dari 45% sejak 28 Februari. Hal ini menunjukkan bahwa faktor geopolitik telah menjadi sentimen utama, sementara permintaan global yang stabil memperkuat tekanan terhadap harga. Di sisi lain, produsen minyak lain seperti Rusia dan Arab Saudi terus menjaga produksi untuk menjaga keseimbangan pasokan, meski terbatas oleh tekanan eksternal.
Para ahli ekonomi menegaskan bahwa kenaikan Harga Minyak Hari Ini Meroket bisa berlanjut jika konflik antara AS dan Iran belum selesai. Laksamana James Stavridis, mantan komandan NATO, mengatakan bahwa Trump memiliki tiga opsi untuk menyelesaikan krisis, tetapi tidak ada yang dianggap ideal. Opsi terbaik, menurutnya, adalah memastikan pembukaan Selat Hormuz, meski memerlukan biaya operasional besar.
Menurut analisis terkini, pasar minyak akan tetap berada dalam suasana yang tidak pasti hingga ada resolusi dari perundingan antara AS dan Iran. Pihak produsen juga mulai mempertimbangkan kebijakan penyesuaian harga, terutama jika kenaikan ini berdampak signifikan pada kebutuhan energi nasional. Harga Minyak Hari Ini Meroket menjadi indikator kuat bahwa gejolak politik tetap berperan dominan dalam menentukan dinamika pasar global.
