New Policy: Kisah Risky, Bocah Penjual Ikan yang Kini Bersekolah di Sekolah Rakyat
al Ikan Risky Jakarta, 24 Juni 2026 New Policy - Sebuah New Policy terbaru telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan Risky, bocah berusia 12 tahun
New Policy Beri Harapan bagi Bocah Penjual Ikan Risky
Jakarta, 24 Juni 2026
New Policy – Sebuah New Policy terbaru telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan Risky, bocah berusia 12 tahun yang sebelumnya bekerja sebagai penjual ikan. Sebelumnya, ia rutin mengayuh sepeda puluhan kilometer sehari untuk mengantarkan ikan segar ke pasar, sekaligus mengisi kebutuhan keluarga. Kini, melalui New Policy Sekolah Rakyat, Risky bisa menempuh pendidikan sambil menjaga keseimbangan antara usaha dan masa depan.
Pelataran Keluarga yang Berat
Risky berasal dari Bagan Deli, Kota Medan, dan sejak kelas 4 SD, ia diasuh oleh kakeknya, Salamuddin (63), serta neneknya, Masitah (55). Ibunya merantau untuk bekerja di luar daerah, sementara ayahnya jarang bertemu. Kondisi ekonomi yang sulit membuat Salamuddin kesulitan memenuhi kebutuhan 13 anggota keluarga. Untuk mengatasi masalah tersebut, Risky memutuskan ikut berjualan ikan sejak duduk di bangku kelas 6, sebagai bentuk kontribusi untuk meringankan beban keluarga.
Penghasilan Salamuddin dari mencari kerang di laut berfluktuasi, antara Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu per hari. Dengan uang hasil jualan, Risky berharap bisa menjamin pendidikan adiknya. “Uang hasil jualan dibagi nenek, lalu dia beli beras dan pampers untuk adik,” ujarnya. Meski usahanya berat, Risky tetap bersemangat karena ia percaya New Policy ini memberinya peluang baru untuk berkembang.
Sekolah Rakyat: Solusi dari New Policy
Kehadiran program Sekolah Rakyat, yang merupakan bagian dari New Policy Presiden Prabowo Subianto, menjadi titik balik dalam hidup Risky. Melalui Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Medan, ia kini bisa mengikuti pembelajaran sambil tetap menjalankan usaha penjualan ikan. Masitah, nenek Risky, mengungkapkan rasa syukurnya. “Tanpa New Policy ini, Risky mungkin tidak bisa melanjutkan sekolah,” katanya, sambil menangis bahagia.
New Policy Sekolah Rakyat bertujuan mengurangi beban ekonomi keluarga miskin melalui pendidikan yang lebih terjangkau. Program ini juga memberi akses ke fasilitas pendidikan, seperti bimbingan akademik dan layanan kesehatan, yang sebelumnya tidak terjangkau. Risky menyebutkan bahwa kehadiran SRMP membuatnya lebih percaya diri. “Dulu saya tidak pandai baca pak, tapi diajarkan oleh guru, wali asuh, dan wali asrama. Sekarang bisa niat salat dan wudhu,” imbuhnya.
Pengaruh Positif pada Kemandirian Risky
Kehadiran New Policy ini tidak hanya memungkinkan Risky menuntut ilmu, tetapi juga membantu ia membangun kebiasaan yang baik. “Perhatiannya sekarang jauh lebih baik, bahkan kalau pulang, arahnya ke musala atau masjid,” jelas Masitah. Selain itu, Risky kini bisa fokus pada pendidikan sambil tetap menjalankan usaha penjualan ikan, yang sebelumnya menguras tenaga dan waktu.
Salamuddin, kakek Risky, berharap New Policy ini menjadi penggerak untuk menjamin pendidikan Risky ke depan. “Kalau penghasilan lumayan, kami semangatkan dia agar bisa terdidik dan menjadi orang yang berguna,” tambahnya. Kebiasaan beribadah Risky yang lebih teratur dan semangat belajarnya menunjukkan perubahan positif yang mungkin tidak terwujud tanpa bantuan program Sekolah Rakyat.
Kisah Inspiratif dari New Policy
Dari masa kecil, Risky tumbuh tanpa sosok ibu. Sebelumnya, ia hanya bisa bertemu ibunya via telepon dengan intensitas rendah. Namun, New Policy Sekolah Rakyat memberinya harapan untuk bisa bertemu ibu kembali. “Mamak, biar kerja bagus-bagus, jangan terpikir kami dulu. Kalau terpikir, mungkin mamak nggak fokus bekerja,” pungkas Risky dengan penuh haru. Ia berharap suatu hari bisa menjalani kehidupan yang lebih baik, sambil mengejar mimpinya menjadi tentara.
Kisah Risky menjadi contoh nyata bagaimana New Policy bisa memperbaiki kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan memadukan pendidikan dan usaha, program ini memberi ruang bagi anak-anak seperti Risky untuk berkembang secara akademik dan pribadi. Masitah menambahkan bahwa perubahan ini juga memberi dorongan untuk keluarga agar tetap semangat dalam menghadapi tantangan.
Dengan New Policy Sekolah Rakyat, Risky dan keluarganya kini memiliki harapan yang lebih nyata. Program ini bukan hanya sekadar tempat belajar, tetapi juga jembatan menuju masa depan yang lebih cerah. Kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap anak, terlepas dari kondisi ekonomi, bisa menempuh pendidikan tanpa hambatan.
