Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Visit Agenda: Cerita Haru di Balik Pengamen Viral Bawa Anak di Depok

Barbara Miller 4 mins read 17 views

Cerita Haru di Balik Pengamen Viral di Depok Visit Agenda - Sebuah video yang kini menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial menampilkan

Visit Agenda: Cerita Haru di Balik Pengamen Viral Bawa Anak di Depok

Cerita Haru di Balik Pengamen Viral di Depok

Visit Agenda – Sebuah video yang kini menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial menampilkan sosok ibu dan dua anaknya yang beraktivitas sebagai pengamen di depan tempat makan di Jalan Raya Cipayung, Depok. Awak media dari Liputan6.com melakukan kunjungan ke rumah Siti Uswattun Khasanah (26), di wilayah Pabuaran, Bojonggede, Kabupaten Bogor, untuk menggali latar belakang keluarga yang memilih jalani hidup dengan bermusik di jalan raya. Kisah mereka, yang terlihat sederhana namun penuh makna, memicu rasa empati dan semangat bagi banyak orang yang melihatnya.

Kehidupan Keluarga yang Mengandalkan Gitar

Keluarga Siti berada di dalam rumah berukuran 10 x 4 meter yang sederhana namun penuh kehangatan. Di sini, ia dan suaminya Ardiansyah, serta tiga anaknya, berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan bermodalkan gitar dan kekuatan semangat. Siti mengungkapkan bahwa ia telah mengamen sejak beberapa tahun terakhir, setelah kecelakaan yang menghampiri suaminya membuat mereka harus beralih dari pekerjaan tetap ke aktivitas jalanan. “Dahulunya saya ngamen badut, sekarang jadi musisi jalanan,” katanya, Senin (22/6/2026).

“Suami saya sakit, dulu bekerja di online shop dan hingga sekarang belum bisa kembali bekerja normal,” jelas Siti.

Mengamen menjadi sumber penghasilan utama keluarga Siti, yang sebagian besar berupa uang tunai dari orang-orang yang berhenti untuk mendengarkan musik mereka. Sebagai ibu rumah tangga, Siti menjelaskan bahwa waktu yang terbatas membuatnya harus memaksimalkan setiap kesempatan untuk menghasilkan pendapatan. Ia juga mengatakan bahwa, meski ekonomi terus-menerus ketat, ia tak pernah kehilangan semangat untuk melangkah maju. “Visit Agenda ini sekaligus jadi cara saya mengisi kekosongan waktu, sekaligus menghidupi anak-anak,” tambahnya.

Novi, Anak yang Rela Ikut Bantu Orang Tua

Novi, anak pertama Siti yang berusia 10 tahun, sering terlihat menemani ibunya mengamen di depan tempat makan. Anak kecil ini, meski masih duduk di kelas V SD, sudah paham bahwa tugasnya adalah meringankan beban orang tua. “Dia minta ikut, mungkin daripada di rumah,” ujar Siti, sambil menunjukkan Novi yang dengan antusias membawa gitar kecilnya. Keceriaan Novi terlihat jelas saat ia bermain musik sambil tersenyum, meski kaki kecilnya harus berjalan terus-menerus di antara kerumunan.

“Novi ikhlas bantu mama ngamen, kalau jalannya pakai ikhlas, ngak bakal capek,” tutur Novi.

Novi juga memiliki keinginan untuk menjadi bagian dari masa depan keluarga. Meski saat ini hanya bisa ikut bantu, ia berharap suatu hari bisa membantu orang tua dengan cara yang lebih kontributif, seperti mengambil alih usaha kecil atau membuka jalan baru. “Visit Agenda ini jadi pengingat bahwa sekecil apa pun usaha, pasti ada hasilnya,” kata Novi, dengan mata berbinar penuh harapan.

Kemiskinan, Tapi Penuh Harapan

Kisah Siti dan keluarga mencerminkan tantangan hidup yang tidak mudah, tetapi juga kemampuan untuk bertahan. Setiap hari, mereka berjalan kaki di jalan raya sambil bermain musik, menerima sedekah dari berbagai kalangan. Dengan pendapatan sekitar Rp100 ribu per hari, Siti berusaha mengatur keuangan agar kebutuhan anak-anak tetap terpenuhi. Ia juga mengungkapkan bahwa pendidikan anak-anak adalah prioritas utama, terutama Novi yang dinilai memiliki potensi besar.

“Novi selalu masuk dalam 10 besar nilai di sekolahnya, meski ekonomi keluarga terbilang ketat,” pungkas Siti.

Dalam sebuah wawancara, Siti juga menyebut bahwa hidup sebagai pengamen tidak selalu terlihat sulit. Ia menekankan bahwa kebahagiaan keluarga lebih penting daripada kondisi materi. “Visit Agenda menunjukkan bahwa setiap orang bisa bangkit dari keterbatasan, asal ada kemauan dan dukungan dari sekitar,” kata Siti, yang tampak selalu optimis meski hidupnya penuh tantangan.

Kisah Viral yang Menjadi Harapan Baru

Video Siti dan keluarga mengamen di Depok menyebar cepat di media sosial, menarik perhatian banyak netizen. Kisah mereka, yang terlihat sederhana dan penuh dedikasi, menjadi inspirasi bagi banyak orang. Dalam video tersebut, Novi terlihat aktif, menunjukkan kemampuan musikalnya sambil bermain bersama ibunya. Kehadiran anak kecil yang semangat bermain gitar di tengah keadaan ekonomi yang terbatas memicu rasa empati yang dalam.

“Cita-citaku cuma pengen bahagiain bunda sama ayah doang,” pungkas Novi.

Siti menyebut bahwa viralnya video keluarganya adalah bentuk kebaikan yang tak terduga. Ia berharap momentum ini bisa digunakan untuk meraih pendapatan lebih stabil, sekaligus menambah kenyamanan dalam menjalani hidup sebagai pengamen. “Visit Agenda ini jadi momentum untuk bisa punya usaha kecil, seperti warung makan atau tempat bermain anak-anak,” imbuh Siti, yang tampak penuh harapan.

Perjuangan yang Berkesinambungan

Kehidupan Siti dan keluarga terus berjalan, meski dengan ritme yang berbeda. Setiap pagi, mereka pergi ke tempat makan untuk bermain musik, sambil menunggu pengunjung datang. Siti menyebut bahwa keadaan ekonomi mereka sedikit sepele, tetapi kebahagiaan keluarga adalah prioritas utama. “Visit Agenda menunjukkan bahwa kehidupan tidak selalu tentang uang, tapi tentang kebersamaan dan perjuangan,” katanya, dengan air mata yang mengalir.

Novi juga turut merasakan dampak viralnya video keluarga. Ia berharap bisa memiliki gitar yang lebih besar dan bermain di tempat yang lebih luas. Siti berjanji akan membantu Novi meraih impian tersebut, meski perlu berusaha keras. “Visit Agenda ini jadi bukti bahwa meski ekonomi terbatas, kita masih bisa bahagia,” kata Siti, yang menuturkan kisahnya dengan penuh rasa syukur.

Kisah Siti dan keluarga mengamen di Depok menunjukkan bagaimana kehidupan bisa berubah dengan semangat dan keinginan yang teguh. Mereka berjalan di antara jalan raya, sambil menyebar kebahagiaan dengan musik mereka. Meski masih jauh dari kesempurnaan, Siti dan anak-anaknya tetap bersemangat, yakin bahwa perjuangan mereka akan memberikan hasil yang bermakna. “Visit Agenda ini adalah bagian dari jalan hidup kami, yang akan terus berlanjut,” pungkas Siti, dengan tawa yang menghangatkan suasana rumah mereka.

Gabung diskusi