Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

New Policy: Sambangi Asmat, Wapres Gibran Janji Naikkan Status RSUD Ini Jadi Tipe C

Jessica Hernandez 4 mins read 6 views

Gibran Umumkan New Policy untuk RSUD Asmat Jadi Tipe C New Policy - Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Wakil Presiden Gibran Rakabuming

New Policy: Sambangi Asmat, Wapres Gibran Janji Naikkan Status RSUD Ini Jadi Tipe C

Gibran Umumkan New Policy untuk RSUD Asmat Jadi Tipe C

New Policy – Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Wakil Presiden Gibran Rakabuming mencetuskan New Policy yang menargetkan peningkatan status Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Perpetua H. Safanpo dari Tipe D ke Tipe C. Langkah ini diharapkan mendorong akses layanan kesehatan yang lebih optimal bagi masyarakat di daerah terpencil. Peningkatan status rumah sakit menjadi Tipe C juga merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat sistem kesehatan nasional, terutama di wilayah dengan fasilitas medis terbatas. Kunjungan Gibran ke Distrik Agats, Minggu (21/6/2026), menandai komitmen kuat untuk menjadikan RSUD Asmat sebagai pusat pelayanan kesehatan yang lebih modern dan terjangkau.

Komitmen Wapres untuk Penguatan RSUD Asmat

Janji Gibran untuk meningkatkan status RSUD menjadi Tipe C sejalan dengan New Policy yang diusung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Tujuan utamanya adalah memastikan layanan kesehatan dasar bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk di daerah terdepan dan terluar. Dalam pidatonya, Gibran menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur kesehatan sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada rujukan ke provinsi lain. “New Policy ini akan mempercepat peningkatan kualitas rumah sakit di Asmat, sehingga masyarakat tidak perlu repot mengirimkan pasien ke kota besar untuk pemeriksaan,” jelas Gibran setelah meninjau fasilitas dan berdialog langsung dengan pasien.

“Dengan status Tipe C, RSUD Asmat bisa lebih mandiri dalam menyediakan layanan kesehatan, termasuk operasi dan perawatan intensif,” tambah Gibran. Pernyataan tersebut menggambarkan strategi New Policy yang menekankan pengembangan kapasitas lokal melalui perbaikan fasilitas medis dan pengalihan beban pembiayaan ke pemerintah pusat.

Langkah-Langkah New Policy untuk RSUD Asmat

Program New Policy meliputi berbagai langkah konkret, seperti penambahan peralatan medis canggih, pelatihan tenaga kesehatan, dan peningkatan ketersediaan obat-obatan. Direktur RSUD Perpetua H. Safanpo, Yenny Yokung Yong, menyambut antusias dan menegaskan bahwa peningkatan status Tipe C akan memberikan dampak besar bagi masyarakat setempat. “New Policy ini menjadi penggerak utama untuk mempercepat proses pembangunan yang sudah dimulai sejak 2016,” katanya. Yenny juga mengatakan bahwa RSUD Asmat kini memiliki kapasitas yang cukup untuk menangani kondisi medis lebih kompleks, tetapi perlu dukungan tambahan agar bisa bersaing dengan fasilitas di wilayah lain.

Menurut data terbaru, RSUD Asmat saat ini melayani sekitar 15.000 pasien per tahun, dengan 70% di antaranya berasal dari Distrik Agats. Kondisi ini menunjukkan bahwa rumah sakit tersebut menjadi salah satu pilihan utama bagi masyarakat sekitar. Namun, biaya operasional yang tinggi dan kurangnya peralatan membatasi kemampuannya dalam menangani kasus darurat. Dengan New Policy, pemerintah pusat akan memastikan biaya pemeliharaan rumah sakit terpenuhi, sehingga layanan bisa ditingkatkan tanpa menguras dana daerah.

Program Hasil Terbaik Cepat dalam New Policy

RSUD Perpetua H. Safanpo termasuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat pemerintahan Prabowo-Gibran, yang fokus pada percepatan pembangunan kesehatan. Program ini diharapkan bisa menghasilkan manfaat nyata dalam waktu singkat, seperti peningkatan kapasitas pelayanan dan pengurangan waktu rujukan pasien. Yenny Yokung Yong menyoroti bahwa selain peningkatan status, perlu adanya penambahan fasilitas seperti mesin CT scan untuk mendukung penanganan kondisi medis lebih kompleks. “New Policy ini akan menjadi penopang utama untuk RSUD Asmat, terutama dalam menangani kasus kritis seperti trauma dan penyakit kronis,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat, Suryadi, menambahkan bahwa New Policy juga membuka peluang kolaborasi dengan lembaga swasta dan masyarakat lokal untuk memperkuat sistem kesehatan. “Dengan status Tipe C, RSUD Asmat bisa menjadi contoh sukses dalam pengembangan kesehatan di daerah terpencil,” ujarnya. Suryadi berharap New Policy akan membawa perubahan signifikan dalam waktu 2-3 tahun ke depan, termasuk peningkatan kualitas karyawan dan penambahan kamar rawat inap.

Masa Depan RSUD Asmat dalam New Policy

Di samping peningkatan status, New Policy juga mencakup rencana pembangunan rumah sakit rujukan baru di sekitar Asmat. Proyek ini akan mengurangi beban RSUD Perpetua H. Safanpo dalam menangani pasien yang membutuhkan perawatan intensif. Pembiayaan untuk rencana ini akan dibagi antara pemerintah pusat dan daerah, serta didukung oleh dana otsus. “New Policy akan menjadi penggerak untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, termasuk dalam hal ketersediaan layanan kritis di daerah terpencil,” kata Suryadi. Ia menegaskan bahwa RSUD Asmat tidak hanya menjadi pusat kesehatan lokal, tetapi juga akan berperan sebagai rujukan bagi daerah sekitarnya.

Dengan New Policy yang diusung, pemerintah mengharapkan RSUD Asmat bisa menjadi salah satu contoh pembangunan kesehatan yang sukses. Peningkatan status dari Tipe D ke Tipe C akan memberikan kredensial lebih besar dalam menarik investasi dan bantuan dari berbagai pihak. Selain itu, layanan kesehatan yang lebih memadai diharapkan mampu menekan angka kematian ibu dan anak, yang saat ini masih tinggi di wilayah tersebut. Dengan dukungan penuh dari New Policy, RSUD Asmat bisa menjadi pusat layanan kesehatan yang lebih profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Gabung diskusi