Facing Challenges: Menemukan Arti Pengabdian di Tengah Perjuangan Jemaah Haji Lansia
Meningkatkan Makna Pengabdian: Menghadapi Tantangan Jemaah Haji Lansia Facing Challenges - Di tengah perjalanan ibadah haji yang penuh tantangan, M Ridho
Meningkatkan Makna Pengabdian: Menghadapi Tantangan Jemaah Haji Lansia
Facing Challenges – Di tengah perjalanan ibadah haji yang penuh tantangan, M Ridho Prabowo, Koordinator Lansia dan Disabilitas (Landis) di Sektor 9 Daerah Kerja (Daker) Makkah, menemukan makna pengabdian yang luar biasa. Tugasnya bukan sekadar memastikan kebutuhan fisik para jemaah lansia terpenuhi, tetapi juga menjadi pendamping yang memberikan dukungan emosional selama mereka menjalani perjalanan menuju Tanah Suci. Dalam menjalani tugas tersebut, Ridho mengatakan bahwa setiap hari memberinya pengalaman baru dalam menemukan arti pengabdian secara langsung.
Peran Khusus dalam Menghadapi Tantangan
Berbeda dengan pendamping haji biasa, Landis memiliki tanggung jawah yang lebih dalam. Mereka tidak hanya mengurus kebutuhan dasar jemaah lansia, tetapi juga memahami kebutuhan psikologis mereka. Ridho menyatakan bahwa tugas ini mirip seperti merawat orang tua sendiri. “Saya merawat orang tua sendiri. Setiap tindakan yang saya lakukan, saya selalu memandang mereka sebagai bagian dari keluarga,” ujarnya kepada tim Media Center Haji di Makkah, Rabu (17/6/2026). Dalam menemukan arti pengabdian, Ridho mengatakan bahwa kesabaran dan empati adalah kunci utama.
“Setiap saat melayani, saya merasa seperti menerima penghargaan dari Tuhan,” tambah Ridho.
Dalam upaya menjaga kesehatan dan kestabilan para jemaah lansia, Ridho sering kali harus menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat dan penuh perhatian. Misalnya, saat seorang jemaah lansia mengalami kelelahan ekstrem di tengah jadwal yang padat, ia memastikan ketersediaan bantuan segera. “Menemukan arti pengabdian bagi saya bukan sekadar tugas, tapi juga bentuk keharmonisan antara jamaah dan pendampingnya,” ucapnya.
Pengalaman Emosional dan Pertumbuhan Diri
Keberadaan Ridho sebagai Landis memberikan pelajaran berharga tentang kesabaran dan kepedulian. Ia mengakui bahwa tugas ini memaksa dirinya untuk menghadapi tantangan yang tidak terduga, seperti ketika jemaah lansia menghubunginya di tengah malam untuk ditemani. “Setiap panggilan itu mengingatkan saya bahwa menemukan arti pengabdian bukan hanya tentang kegiatan fisik, tetapi juga tentang kehadiran yang memberikan kehangatan,” katanya.
“Kehadiran sederhana seorang pendamping bisa menjadi hal berarti bagi mereka yang sedang jauh dari keluarga,” kata Ridho.
Dari pengalaman menghadapi tantangan selama ibadah haji, Ridho merasa diberi keberkahan yang luar biasa. “Saya senang ketika sudah menjadi bagian dari lansia dan disabilitas. Setiap kali melayani, saya merasa memperoleh kegunaan,” ujarnya. Dalam menjalani menemukan arti pengabdian, ia menemukan makna dalam kehidupan sosial dan spiritualnya. “Kalau kita hidup di dunia buat apa lagi kalau tidak untuk berbuat baik. Saya bakal memilih Landis lagi karena senang merawat orang dan berguna bagi banyak pihak,” tuturnya.
Peran Landis juga menjadi bukti bahwa menemukan arti pengabdian bisa terwujud melalui perjuangan yang penuh pengorbanan. Mereka tidak hanya menjaga kesehatan fisik jemaah lansia, tetapi juga menghadapi tantangan psikologis yang beragam, seperti kecemasan, rasa kesepian, atau kelelahan. Dengan berada di samping mereka, Ridho mengatakan bahwa ia mampu merasakan keberkahan yang mengalir dari setiap interaksi. “Saya merasa kehidupan saya menjadi lebih bermakna karena bisa membantu orang yang membutuhkan,” ujarnya.
Pengalaman menghadapi tantangan di tengah perjalanan haji ini juga mengajarkan Ridho tentang kekuatan ketekunan dan komitmen. Ia menyatakan bahwa tugas sebagai Landis membutuhkan konsistensi yang luar biasa, terutama dalam situasi yang tidak menentu. “Saya selalu berpikir, bagaimana caranya saya bisa menjaga konsistensi dan kepekaan di tengah kesibukan,” ucapnya. Namun, ia menegaskan bahwa menemukan arti pengabdian memberinya kekuatan untuk terus berjuang dan memberikan yang terbaik bagi para jemaah.
Di Tanah Suci, menemukan arti pengabdian menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari para Landis. Dengan menyatukan kepekaan, kesabaran, dan ketulusan hati, mereka berhasil membawa rasa aman dan kehangatan bagi jemaah lansia. Keberadaan pendamping seperti Ridho menunjukkan bahwa pengabdian tidak selalu terlihat besar, tetapi bisa menjadi sesuatu yang membangun dan menginspirasi. Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6 untuk mengetahui lebih lanjut tentang perjuangan dan keberkahan yang terjadi di tengah ibadah haji.
