Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

New Policy: Dasco Telepon Bahlil dan Nanik di Depan Mahasiswa Pendemo

Linda Moore 4 mins read 2 views

Dasco Telepon Bahlil dan Nanik di Depan Mahasiswa Pendemo New Policy - Sebuah new policy terkini menjadi sorotan publik saat Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco

New Policy: Dasco Telepon Bahlil dan Nanik di Depan Mahasiswa Pendemo

Dasco Telepon Bahlil dan Nanik di Depan Mahasiswa Pendemo

New Policy – Sebuah new policy terkini menjadi sorotan publik saat Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad melakukan panggilan telepon kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S. Deyang. Momen ini terjadi pada Jumat (19/6/2026), saat Dasco sedang menerima audiensi dari mahasiswa yang melakukan demonstrasi di kompleks parlemen, Jakarta. Kehadiran mereka menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam menyuarakan tuntutan terkait new policy yang dianggap berdampak signifikan pada kehidupan sehari-hari. Tindakan ini menegaskan peran DPR sebagai wadah komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Penerapan New Policy dalam Penanganan Isu Ekonomi

Dalam sidang yang berlangsung, pemerintah mengungkapkan bahwa new policy terbaru terkait anggaran yang disusun melalui efisiensi sebesar Rp 70 triliun. Angka ini diambil dari penyisiran pos belanja yang dinilai tidak efektif, guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dasco, yang bertindak sebagai mediator, menjelaskan bahwa new policy ini dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan dana publik dan memastikan kebutuhan masyarakat terutama dalam bidang kesehatan dan kebutuhan pokok terpenuhi. Namun, isu kenaikan harga Pertamax dan kelangkaan bahan bakar minyak subsidi tetap menjadi sorotan utama dalam diskusi tersebut.

Menurut Saan Mustopa, anggota kelompok mahasiswa yang hadir, respons dari Bahlil dan Nanik dalam new policy tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan keluhan masyarakat. “

Stabilitas politik dan ekonomi sangat penting karena memengaruhi berbagai sektor kehidupan masyarakat, dan hal itu juga menjadi salah satu perhatian mahasiswa

” ujarnya. Ia menambahkan, mahasiswa percaya bahwa new policy yang diusulkan perlu disertai dengan kejelasan tentang alokasi dana dan keberlanjutan program tersebut. “Jangan hanya sekadar menjanjikan, tetapi harus ada tindakan konkret yang dapat diukur hasilnya,” tegas Saan.

Peluang dan Tantangan New Policy di Tengah Protes Mahasiswa

Mahasiswa pendemo menekankan bahwa new policy yang diusulkan harus diukur dari dampak nyata terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Mereka mengkritik kebijakan anggaran yang dinilai belum merespons secara efektif terhadap inflasi dan kenaikan harga bahan bakar. Dhenni Ribowo, Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, menggarisbawahi pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penerapan new policy. “Isu perut itu jangan dicoba-coba kepada masyarakat. Karena kalau masyarakat nanti sudah lapar, emosi, pasti pemerintah yang kena,” katanya. Ia menilai, DPR perlu memastikan bahwa new policy ini tidak hanya sekadar perubahan struktur kebijakan, tetapi juga memberikan manfaat nyata kepada rakyat.

Sebagai bagian dari new policy, pemerintah berjanji akan mengoptimalkan distribusi bahan bakar subsidi agar tidak terjadi kelangkaan. Bahlil Lahadalia, sebagai Menteri ESDM, menegaskan bahwa kebijakan ini akan diperkuat melalui pengawasan ketat dan koordinasi dengan pihak terkait. Namun, mahasiswa meminta agar new policy tidak hanya fokus pada subsidi BBM, tetapi juga menjangkau kebutuhan lain seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Nanik S. Deyang, dari Badan Gizi Nasional, menyetujui upaya pemerintah dalam menangani isu makanan dan gizi, tetapi mengingatkan bahwa program MBG harus diimbangi dengan kebijakan peningkatan pendapatan masyarakat.

Kehadiran Bahlil dan Nanik di tengah mahasiswa pendemo menunjukkan upaya pemerintah untuk menjawab tekanan publik. New policy yang diusulkan, menurut mereka, telah mengalami revisi berdasarkan masukan dari berbagai pihak. “Kita harus berkoordinasi dengan DPR dan masyarakat untuk memastikan kebijakan ini berjalan tepat sasaran,” kata Bahlil. Ia menjelaskan bahwa new policy tersebut bukan hanya tentang penghematan anggaran, tetapi juga tentang peningkatan kualitas hidup masyarakat. Nanik, di sisi lain, menegaskan bahwa Badan Gizi Nasional akan terus berupaya meningkatkan akses makanan bergizi, termasuk melalui new policy yang lebih inklusif.

Mahasiswa pendemo juga meminta pemerintah untuk menambahkan mekanisme evaluasi berkala terhadap new policy, agar bisa menyesuaikan kebutuhan masyarakat yang terus berubah. Mereka menilai bahwa partisipasi masyarakat dalam pembuatan kebijakan sangat penting, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks. Saan Mustopa menambahkan, bahwa new policy harus menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan rakyat. “Kalau new policy ini bisa memberikan solusi, maka mahasiswa akan lebih yakin dengan kebijakan pemerintah,” ujarnya. Ia berharap, tindakan dasco dalam memfasilitasi komunikasi antara mahasiswa dan pihak pemerintah bisa menjadi contoh baik dalam penerapan new policy.

Di sisi lain, new policy ini diharapkan bisa menjadi jawaban atas kritik yang selama ini diberikan oleh masyarakat terhadap penanganan isu ekonomi. Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya meningkatkan kestabilan harga dan ketersediaan bahan bakar, sementara Nanik S. Deyang memastikan bahwa program MBG akan terus dikembangkan dengan kebijakan yang lebih tepat. Mahasiswa, dengan tetap kritis, menilai bahwa new policy ini perlu diimbangi dengan kebijakan yang mencakup berbagai aspek kehidupan, bukan hanya sektor tertentu. Dengan demikian, new policy ini bisa menjadi langkah awal menuju perbaikan kebijakan nasional yang lebih berkelanjutan.

Gabung diskusi