Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Topics Covered: Pagu Awal Dinilai Tak Memadai, Perpusnas Minta Tambahan Anggaran Rp 357 Miliar

Barbara Miller 3 mins read 8 views

Pagu Awal Dinilai Tak Memadai, Perpusnas Minta Tambahan Anggaran Rp 357 Miliar Topics Covered - Jakarta (Liputan6.com) - Dalam siaran pers yang diterbitkan

Topics Covered: Pagu Awal Dinilai Tak Memadai, Perpusnas Minta Tambahan Anggaran Rp 357 Miliar

Pagu Awal Dinilai Tak Memadai, Perpusnas Minta Tambahan Anggaran Rp 357 Miliar

Topics Covered – Jakarta (Liputan6.com) – Dalam siaran pers yang diterbitkan pada Kamis (18/6/2026), Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengungkapkan bahwa pagu indikatif Perpustakaan Nasional (Perpusnas) untuk Tahun Anggaran 2027 tidak cukup memadai. Menurut Hetifah, anggaran awal yang ditetapkan dinilai kurang mampu mendukung target peningkatan literasi nasional dan program-program strategis yang menjadi prioritas Perpusnas. Keterbatasan dana ini berpotensi menghambat kemajuan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui literasi, terutama di wilayah yang kurang terjangkau. Topics Covered juga menyebutkan bahwa kebijakan dana yang lebih kuat diperlukan untuk memastikan perpustakaan nasional bisa berperan maksimal dalam visi pembangunan Indonesia.

Rekomendasi Komisi X untuk Penguatan Program

“Diperlukan peningkatan anggaran yang lebih signifikan untuk Perpusnas, karena program literasi nasional memerlukan dukungan finansial yang lebih besar,” jelas Hetifah. Komisi X DPR RI memberikan rekomendasi untuk fokus pada tiga aspek utama: penguatan layanan perpustakaan di daerah terpencil, percepatan transformasi digital, dan kolaborasi yang lebih erat dengan perpustakaan daerah serta sekolah-sekolah. Dukungan ini diberikan sebagai bantuan untuk penyusunan RAPBN 2027, sehingga program Perpusnas bisa mencapai target yang lebih optimal.

Komisi X juga menekankan pentingnya penggunaan dana yang efisien dan transparan, agar efek dari Topics Covered bisa terlihat nyata dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap literasi. Dengan anggaran tambahan, perpustakaan nasional diharapkan bisa menjadi pusat penyebaran pengetahuan yang merata, baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. Selain itu, komite legislatif juga menyarankan agar Perpusnas mengintegrasikan teknologi digital dalam pengelolaan sumber daya, seperti penggunaan platform online untuk distribusi bahan bacaan dan pelatihan SDM.

Respons Perpusnas terhadap Usulan Anggaran Tambahan

Menanggapi pendapat dari Komisi X, Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz menyatakan bahwa pihaknya telah mengajukan usulan penambahan anggaran sebesar Rp 357,77 miliar. “Usulan ini bertujuan memperkuat program peningkatan literasi nasional, termasuk dalam peningkatan SDM melalui berbagai inisiatif seperti pelatihan dan pendidikan kecakapan digital,” terang Aminudin. Anggaran tambahan tersebut juga akan digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan, termasuk pengembangan koleksi dan fasilitas yang lebih modern.

“Usulan anggaran yang kami ajukan telah direvisi menjadi Rp 725,50 miliar, sebagai bentuk respons terhadap saran Komisi X. Angka ini disampaikan kepada Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas sebagai bagian dari proses penyusunan anggaran tahunan 2027,” ujar Aminudin. Penambahan dana ini, menurutnya, menjadi langkah kritis untuk mempercepat transformasi perpustakaan nasional menjadi sistem yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Selain itu, anggaran tambahan juga akan memastikan bahwa proyek-proyek seperti pelestarian budaya dan pengembangan sumber daya manusia bisa dijalankan dengan lebih baik.

Dalam Topics Covered ini, juga dijelaskan bahwa keberhasilan program literasi nasional sangat bergantung pada peran perpustakaan sebagai tempat pengembangan SDM. Aminudin menegaskan bahwa anggaran tambahan akan memungkinkan Perpusnas untuk memperluas jaringan perpustakaan di seluruh Indonesia, termasuk daerah terpencil yang sebelumnya kesulitan dalam mendapatkan akses. Selain itu, dana tambahan juga akan mendukung pengembangan program-program seperti perpustakaan keliling dan pengadaan bahan bacaan untuk masyarakat kurang mampu.

Menurut data yang disampaikan oleh Perpusnas, anggaran awal untuk Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp 357,77 miliar telah dianggap cukup untuk menjalankan operasional dasar, tetapi masih kurang dalam menghadapi tantangan meningkatkan literasi nasional. Topics Covered mencatat bahwa rekomendasi dari Komisi X DPR RI menjadi dasar untuk penambahan anggaran tersebut, dan Presiden Joko Widodo juga memperhatikan upaya Perpusnas dalam meningkatkan kualitas layanan. Dengan anggaran tambahan, Perpusnas berharap bisa mempercepat progres menuju visi masyarakat Indonesia yang lebih terdidik dan berdaya saing.

Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz menegaskan bahwa dana tambahan ini akan digunakan secara optimal untuk memperkuat infrastruktur dan kegiatan strategis. Selain itu, Topics Covered juga mengungkapkan bahwa kebijakan anggaran yang lebih besar akan membantu memperbaiki kinerja Perpusnas, terutama dalam menyelesaikan tugas-tugas penting seperti pelatihan literasi bagi anak-anak, pembuatan database nasional, serta pengembangan perpustakaan digital. Dengan dukungan legislatif, Perpusnas akan terus berupaya menjadi lembaga yang berperan aktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan SDM Indonesia.

Gabung diskusi