Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Bisnis

Topics Covered: Trump Bantah Investasi di Iran Setelah Kesepakatan Damai

Linda Moore 3 mins read 2 views

Trump Tegaskan AS Tidak Investasi di Iran Pasca Kesepakatan Damai Topics Covered - Dalam wawancara eksklusif dengan jurnalis di tengah pertemuan G7 di Evian

Topics Covered: Trump Bantah Investasi di Iran Setelah Kesepakatan Damai

Trump Tegaskan AS Tidak Investasi di Iran Pasca Kesepakatan Damai

Topics Covered – Dalam wawancara eksklusif dengan jurnalis di tengah pertemuan G7 di Evian, Prancis, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara tegas menyangkal laporan mengenai investasi besar yang dianggap akan dialokasikan ke Iran setelah Kesepakatan Damai Nuklir (JCPOA) dihimpun kembali. Ia menyebut informasi tentang dana US$ 300 miliar atau setara 5,311 triliun rupiah (dengan asumsi kurs dolar terhadap rupiah 17.700) yang disiapkan untuk Iran sebagai berita palsu yang dirancang untuk memperkuat persepsi negatif terhadap kebijakan AS.

Kesepakatan Damai dan Investasi AS

Trump menjelaskan bahwa AS tidak melibatkan diri dalam investasi langsung ke Iran setelah kesepakatan damai tersebut ditandatangani. Ia menegaskan bahwa keputusan pemerintah AS terkait pencairan dana hanya bersifat simbolis dan tidak mengubah strategi ekonomi atau politik terhadap Iran. “Kami tidak mengalokasikan dana apa pun ke Iran. Rumor yang beredar sebelumnya terlalu absurd,” ujar Trump, seperti dilaporkan oleh CNBC pada Selasa, 16 Juni 2026.

Menurut Trump, dana US$ 300 miliar yang dikaitkan dengan investasi di Iran sebenarnya telah dialihkan ke koalisi lain, seperti negara-negara Timur Tengah yang terlibat dalam konflik sebelumnya. Hal ini menjadi isu yang dipertanyakan oleh para analis internasional, karena angka tersebut dianggap terlalu besar untuk hanya menjadi kebijakan simbolis.

Pengaruh Kesepakatan Damai di Timur Tengah

Kesepakatan damai antara AS dan Iran disebut-sebut sebagai langkah penting untuk stabilisasi kawasan Timur Tengah, terutama setelah konflik berdarah antara kedua pihak berkepanjangan selama beberapa tahun. Namun, Trump menekankan bahwa kebijakan ini tidak langsung memberikan manfaat ekonomi bagi negara-negara Barat, karena ketergantungan pada jalur transiti Selat Hormuz tetap menjadi faktor utama.

Para pemimpin Eropa menyambut baik hasil kesepakatan tersebut, tetapi mereka menginginkan kejelasan lebih lanjut mengenai mekanisme distribusi dana. Trump menyoroti bahwa kebebasan navigasi Selat Hormuz, yang menjadi jalur penting untuk perdagangan minyak global, tetap dipertahankan oleh AS sebagai alat tekanan terhadap Iran.

“Selat Hormuz harus dibuka kembali, dan kebebasan navigasi harus dipulihkan tanpa biaya,” kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dalam pernyataan pada Senin.

Perbedaan Pandangan dalam KTT G7

Dalam KTT G7, Trump mempertahankan pandangan bahwa kebijakan AS terhadap Iran tidak melibatkan investasi besar. Sementara itu, negara-negara Eropa menekankan bahwa kebijakan tersebut dapat memperkuat kerja sama ekonomi dan mengurangi risiko konflik. Wakil Presiden AS JD Vance mengungkapkan bahwa dana tersebut dapat diakses oleh Koalisi Pantai Teluk, tetapi tetap harus mematuhi kewajiban kebijakan yang berlaku.

Trump juga menyoroti hubungan yang baik dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, meski menekankan keluhan atas cara Israel menghadapi perang dengan Hizbullah di Lebanon. Ia menyebut bahwa Israel harus lebih bertanggung jawab dalam menghadapi situasi di kawasan tersebut, karena Lebanon dulu dianggap sebagai negara hebat.

“Saya memiliki hubungan yang baik dengan Benjamin, tetapi sekarang Benjamin harus lebih bertanggung jawab terhadap Lebanon,” kata Trump. Ia menambahkan bahwa Lebanon dulu merupakan negara hebat, tetapi kini dianggap sebagai negara yang paling buruk dalam pengelolaan keamanan.

Iran dan situasi Timur Tengah menjadi fokus utama pembahasan di KTT G7, dengan para pemimpin Eropa menekankan perlunya kejelasan mengenai pembukaan kembali jalur perdagangan strategis di Selat Hormuz. Selain itu, Trump mengungkapkan bahwa kebijakan AS terhadap Iran akan terus berfokus pada keamanan energi dan kepentingan geopolitik negara-negara Barat.

Bagi para pengamat internasional, Topics Covered ini mencerminkan upaya Trump untuk memisahkan kebijakan ekonomi dari aspek politik dalam hubungan AS-Iran. Meski demikian, perbedaan pandangan antara Trump dan pihak Eropa menunjukkan bahwa ada kemungkinan konflik kepentingan yang tetap berlangsung meskipun kesepakatan damai telah dicapai.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Gabung diskusi