Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Petugas Bongkar Modus Penyelundupan Sabu di Lapas Narkotika

Joseph Thomas 4 mins read 9 views

bu di Lapas Narkotika Petugas Bongkar Modus Penyelundupan Sabu di Lapas - Baru-baru ini, petugas lapas berhasil mengungkap modus penyelundupan sabu yang cukup

Petugas Bongkar Modus Penyelundupan Sabu di Lapas Narkotika

Petugas Bongkar Modus Penyelundupan Sabu di Lapas Narkotika

Petugas Bongkar Modus Penyelundupan Sabu di Lapas – Baru-baru ini, petugas lapas berhasil mengungkap modus penyelundupan sabu yang cukup canggih di dalam institusi pemasyarakatan. Dalam sebuah operasi yang dilakukan di Lapas Narkotika Jakarta pada Senin (15/6/2026), petugas menemukan dua kasus penyelundupan narkoba yang dilakukan oleh pengunjung lapas dengan metode yang berbeda. Kedua individu tersebut menggunakan strategi jitu untuk menyamarkan sabu dalam bagian tubuh mereka, terutama organ intim, agar tidak terdeteksi saat pemeriksaan.

“Petugas lapas berhasil mematahkan upaya penyelundupan sabu dengan mengungkap skema yang dilakukan pelaku, yakni menyembunyikan barang terlarang di bagian yang paling tersembunyi,” kata Wachid Wibowo, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan DKI Jakarta.

Penyelundupan sabu di lapas kali ini menunjukkan bahwa pelaku narkoba terus berusaha menemukan cara baru untuk mengakses dan menyebarkan barang ilegal di lingkungan yang dianggap aman. Modus yang digunakan oleh kedua pelaku menggambarkan tingkat kecerdikan dan keinginan untuk memperlebar jangkauan peredaran narkoba di dalam pusat pemasyarakatan. Dalam inspeksi ketat di Pintu Pengamanan Utama (P2U), petugas menemukan 8,72 gram sabu yang dibawa oleh satu dari pelaku. Modus ini mengakibatkan kegembiraan petugas karena pelaku berhasil mengelabui alat pemeriksaan dengan teknik yang tak terduga.

“Dengan pengungkapan ini, kita melihat bahwa penyelundupan sabu di lapas menjadi masalah serius yang perlu diwaspadai secara berkelanjutan,” tambah Wachid.

Kasus di Rutan Kelas I Jakarta Pusat

Di Rutan Kelas I Jakarta Pusat (Salemba), petugas juga menemukan dua modus penyelundupan sabu yang berbeda. Dalam satu kasus, seorang pengunjung wanita berinisial NA (22 tahun) mencoba mengirimkan sabu dengan menyembunyikannya dalam botol obat batuk. Isi botol tersebut tidak sesuai dengan harapan karena berisi cairan Etomidate yang dimodifikasi.

“Petugas mengira botol itu hanya berisi obat umum, tetapi setelah pemeriksaan lanjutan, mereka menemukan aroma dan kekentalan cairan yang tidak normal,” jelas sumber dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan DKI Jakarta.

Pelaku yang lain, MU (39 tahun), menggunakan cara yang lebih rapi dengan menyimpan sabu seberat 40,1 gram secara tersembunyi di kunciran rambutnya. Teknik ini menggambarkan upaya untuk menyamar sebagai benda yang biasa, sehingga tidak menarik perhatian.

“Modus seperti ini memperlihatkan bagaimana pelaku narkoba terus beradaptasi dengan sistem keamanan lapas, tetapi petugas tetap waspada dan mampu mengungkapnya secara cepat,” pungkas Wachid Wibowo.

Kontribusi Petugas dalam Mengendalikan Narkoba

Modus penyelundupan sabu yang berhasil dibongkar petugas menunjukkan komitmen yang tinggi dalam memerangi peredaran narkoba di dalam lapas. Wachid Wibowo menegaskan bahwa pengawasan dan pemeriksaan terhadap pengunjung yang masuk ke dalam institusi pemasyarakatan harus diperketat.

“Kami berupaya menjaga kebersihan lingkungan lapas dengan memastikan bahwa setiap barang yang masuk melalui pemeriksaan yang ketat dan terstruktur,” ujarnya.

Metode pemeriksaan yang diterapkan oleh petugas mencakup penggunaan teknologi canggih, seperti detektor aroma dan scanner X-ray, serta inspeksi manual yang lebih intensif. Wachid menjelaskan bahwa petugas lapas tidak hanya mengawasi masuknya barang, tetapi juga memantau kebiasaan pengunjung yang mencurigakan.

“Keberhasilan mengungkap modus penyelundupan sabu ini bukan hanya karena kecermatan petugas, tetapi juga karena adanya koordinasi antar unit pemasyarakatan dan keterlibatan aparat penegak hukum,” tambahnya.

Pelaku penyelundupan sabu di lapas sering kali menggunakan strategi yang berbeda-beda, tergantung pada tingkat kewaspadaan petugas. Beberapa mengandalkan bagian tubuh seperti organ intim atau rambut, sementara yang lain menggunakan alat bantu yang disamarkan sebagai barang umum.

“Modus ini menggambarkan keinginan pelaku untuk menghindari penangkapan, tetapi petugas tetap mampu mengenali dan mengungkap strategi mereka,” kata sumber dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Langkah Penguatan Sistem Keamanan

Setelah kejadian penyelundupan sabu di Lapas Narkotika Jakarta, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan DKI Jakarta berkomitmen untuk memperkuat sistem keamanan di seluruh unit pemasyarakatan.

“Kami telah meninjau ulang protokol pemeriksaan dan memberikan pelatihan tambahan kepada petugas untuk mengenali modus baru yang digunakan oleh pelaku,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya penguatan, petugas diberi wewenang lebih besar untuk melakukan inspeksi mendadak dan memeriksa pengunjung sebelum masuk ke dalam lapas. Wachid juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan kepolisian dan kejaksaan dalam menindak tegas pelaku penyelundupan.

“Dengan kerja sama yang lebih kuat, kita dapat mencegah peredaran narkoba di dalam lapas dan memastikan bahwa lingkungan pemasyarakatan tetap bersih,” jelasnya.

Modus penyelundupan sabu di lapas menjadi sorotan karena dapat memengaruhi efektivitas program rehabilitasi dan pencegahan kecanduan narkoba. Petugas yang berhasil mengungkap skema ini membantu menjaga integritas institusi pemasyarakatan dan memastikan bahwa barang-barang yang dibawa oleh pengunjung tidak berpotensi merusak lingkungan lapas.

“Kami berharap dengan peningkatan sistem keamanan, kejadian seperti ini bisa diminimalkan dan institusi pemasyarakatan tetap menjadi tempat yang aman bagi para warga binaan,” pungkas Wachid.

Kesimpulan dan Tindak Lanjut

Pengungkapan modus penyelundupan sabu di Lapas Narkotika Jakarta dan Rutan Kelas I Jakarta Pusat menunjukkan keberhasilan petugas dalam menangkal kecurigaan. Wachid Wibowo menegaskan bahwa empat kasus yang terungkap dalam satu hari menjadi bukti bahwa sistem pemeriksaan di lapas berjalan efektif.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkoba di dalam lapas, karena setiap upaya penyelundupan akan ditindak tegas,” tegasnya.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan DKI Jakarta juga berencana untuk mengadakan penilaian rutin terhadap kegiatan penyelundupan dan mengevaluasi metode pemeriksaan yang digunakan.

“Dengan melacak pola modus operandi yang digunakan pelaku, kita dapat merancang strategi pencegahan yang lebih baik dan menjangkau semua kemungkinan masuknya barang terlarang,” ujarnya.

Keberhasilan petugas dalam bongkar modus penyelundupan sabu ini juga menjadi motivasi bagi pihak lain untuk meningkatkan kepedulian terhadap pencegahan narkoba. Wachid berharap langkah-langkah yang diambil bisa menurunkan jumlah pengguna narkoba di dalam lapas dan menjamin keberhasilan program pemasyarakatan.

“Petugas lapas harus terus berinovasi dalam menghadapi tantangan penyelundupan, agar institusi pemasyarakatan tetap menjadi tempat yang aman dan produktif,” pungkasnya.

Gabung diskusi