Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Bisnis

Latest Program: Harga Minyak Merosot 5% Usai AS-Iran Sepakat Buka Selat Hormuz

James Gonzalez 2 mins read 13 views

Harga Minyak Turun 5% Usai AS dan Iran Sepakat Buka Selat Hormuz Update Terbaru: Penurunan Harga Minyak Global Akibat Kesepakatan AS-Iran Latest Program

Latest Program: Harga Minyak Merosot 5% Usai AS-Iran Sepakat Buka Selat Hormuz

Harga Minyak Turun 5% Usai AS dan Iran Sepakat Buka Selat Hormuz

Update Terbaru: Penurunan Harga Minyak Global Akibat Kesepakatan AS-Iran

Latest Program – Pasca kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, harga minyak global mengalami penurunan signifikan sebesar 5% pada perdagangan Jumat, 15 Juni 2026. Data dari bursa futures AS menunjukkan harga minyak mentah WTI menghijau ke US$ 80,75 per barel, sementara harga minyak Brent juga turun 4,8% ke US$ 83,17 per barel. Perubahan ini memicu perhatian pasar keuangan global, yang terus mengawasi dampak dari pembukaan jalur pelayaran kritis tersebut.

“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran telah selesai,” tulis Presiden AS Donald Trump di akun Truth Social. Ia menegaskan bahwa Selat Hormuz akan dibuka tanpa pengenaan bea masuk, serta AS akan mengakhiri blokade angkatan laut terhadap Iran. “Kapal-kapal di dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir,” tambahnya.

Kesepakatan ini memicu pergerakan harga minyak yang terlihat sejak pengumuman Trump beberapa hari sebelumnya. Pasar mengantisipasi peningkatan pasokan energi yang sebelumnya terhambat karena blokade Selat Hormuz, sehingga menurunkan permintaan untuk minyak mentah. Namun, perbedaan pendapat antara AS dan Iran tetap muncul mengenai durasi pembukaan selat serta klausul tambahan dalam perjanjian.

Dalam konferensi pers, Trump menjelaskan bahwa pembukaan Selat Hormuz akan dilakukan pada Jumat pekan ini dengan penandatanganan perjanjian resmi di Swiss. “Dengan selat terbuka setelah kesepakatan ditandatangani, minyak akan kembali mengalir ke berbagai wilayah,” kata dia. Namun, dokumen yang dirilis oleh Iran menyebutkan bahwa pembukaan akan berlangsung dalam 30 hari, dengan Iran dan Oman mengelola jalur tersebut setelah periode tersebut. Perbedaan ini memicu kekhawatiran mengenai kestabilan kesepakatan jangka panjang.

Kebijakan pembukaan Selat Hormuz diharapkan dapat mendorong aliran minyak ke berbagai wilayah, termasuk Timur Tengah dan Asia. Kenaikan pasokan energi diperkirakan akan mengurangi tekanan harga yang sebelumnya dipicu oleh konflik geopolitik. Pejabat AS menjelaskan bahwa perjanjian ini mencakup pencabutan blokade laut, penghapusan program nuklir Iran, dan pemindahan uranium yang diperkaya. Sebagai imbalan, Iran akan menerima insentif ekonomi dalam bentuk dana rekonstruksi sebesar US$ 300 miliar.

Dalam rangka menjamin keberlanjutan kesepakatan, AS juga menegaskan bahwa blokade akan ditarik dalam 30 hari. Selat Hormuz menjadi jalur penting bagi distribusi minyak global, dengan sekitar 20% pasokan minyak mentah melewati wilayah tersebut. Kesepakatan ini dianggap sebagai upaya untuk memperkuat hubungan bilateral dan menstabilkan pasar energi. Namun, beberapa analis mengingatkan bahwa ketegangan antara kedua pihak masih memicu risiko geopolitik.

Latest Program – Perubahan harga minyak ini juga mencerminkan kepercayaan pasar terhadap kestabilan pasokan energi. Sebelumnya, harga minyak melemah pada perdagangan Jumat, setelah kabar dekatnya kesepakatan antara AS dan Iran. Meski demikian, seorang pejabat senior pemerintahan Trump menegaskan bahwa hasil negosiasi belum sepenuhnya pasti. Dikutip dari CNBC pada Sabtu (13/6/2026), kontrak minyak mentah AS turun 3,2% ke US$ 84,88 per barel, sementara harga Brent mengalami penurunan 3,4% menjadi US$ 87,33 per barel.

Gabung diskusi