Visit Agenda: Kebakaran Hebat Dekat Balai Kota Depok, Lebih dari 5 Toko Ludes
k: Lebih dari 5 Toko Ludes dalam Kericuhan Visit Agenda - Kebakaran besar yang terjadi di sekitar Balai Kota Depok, Minggu (14/6/2026), mengakibatkan lebih
Kebakaran Hebat di Depok: Lebih dari 5 Toko Ludes dalam Kericuhan
Visit Agenda – Kebakaran besar yang terjadi di sekitar Balai Kota Depok, Minggu (14/6/2026), mengakibatkan lebih dari lima toko semi permanen ludes dalam api. Kecelakaan ini memicu kepanikan di antara warga sekitar dan memperlihatkan dampak serius dari kebakaran yang terjadi di Jalan Naming Botin, Pancoran Mas, Kota Depok. Menurut saksi mata, Ricky Juliansyah, api pertama kali terlihat dari Jalan Arif Rahman Hakim, dekat Stasiun Depok Baru, dan cepat menyebar ke bangunan lain, mengancam area permukiman yang dekat.
“Saat sampai di lokasi, api sudah merambat ke beberapa ruko semi permanen,” kata Ricky. Ia dan warga sekitar berupaya memadamkan api dengan air sumur, tetapi api terus membesar hingga petugas Damkar tiba. Meski usaha warga berhasil mengurangi dampak awal, kebakaran akhirnya menghancurkan lebih dari lima toko, yang sebagian besar menjual kebutuhan sehari-hari.
Latar Belakang dan Penyebab Kebakaran
Kebakaran di Jalan Naming Botin ini terjadi di daerah yang sering dikunjungi oleh pengunjung yang mengatur kegiatan mereka sesuai dengan Visit Agenda. Pihak Damkar Kota Depok menerima laporan kebakaran sekitar pukul 17.30 WIB melalui layanan darurat 112. Menurut Tessy Haryati, kepala bidang pengendalian operasional Damkar, api bermula dari ruko dan cepat menyebar karena material bangunan yang terbuat dari kayu. “Penyebab pasti kebakaran masih dalam investigasi, tetapi kita sudah mengambil langkah-langkah darurat untuk memadamkan api,” jelas Tessy.
Kawasan Jalan Naming Botin merupakan jalur utama yang menghubungkan Stasiun Depok Baru bagian barat dengan area permukiman. Kebakaran ini tidak hanya merusak toko-toko, tetapi juga mengganggu aktivitas warga dan pengunjung yang mengikuti Visit Agenda. Beberapa pemilik toko mengatakan bahwa mereka tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya, sementara warga lainnya masih menunggu hasil evakuasi.
Upaya Pemadaman dan Kerja Sama dengan Pihak Setempat
Sebanyak tiga mobil Damkar dan dua belas personel terlibat dalam upaya mengendalikan kobaran api. Pemadaman membutuhkan waktu lama karena jumlah bangunan yang rapat dan api yang cepat menyebar. Pihak Damkar terus berkoordinasi dengan warga sekitar untuk memastikan area aman dan mengisolasi api agar tidak meluas ke permukiman. “Kami mengupayakan penanganan segera untuk meminimalkan kerugian,” ujar Tessy.
Dalam upaya memadamkan api, beberapa warga sekitar turut membantu dengan menyediakan air dan berupaya mencegah api merambat ke tempat tinggal mereka. Meski peran warga penting, pihak Damkar tetap menjadi penentu utama dalam mengendalikan situasi. Kebakaran ini menjadi peringatan bagi warga dan pengelola bangunan semi permanen untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran.
Berdasarkan laporan Visit Agenda, beberapa bangunan di lokasi masih terbakar meski upaya pemadaman sedang berlangsung. Dampak kebakaran ini tidak hanya terbatas pada kerugian material, tetapi juga menyebabkan gangguan pada aktivitas warga dan pengunjung. Sementara itu, pemerintah setempat sedang mengevaluasi kebijakan penggunaan material bangunan di area tersebut untuk mencegah kejadian serupa.
Kebakaran di Jalan Naming Botin ini juga memicu respons cepat dari pihak berwajib. Selain Damkar, petugas polisi dan Pemadam Kebakaran lainnya turut bekerja untuk memastikan keamanan lingkungan sekitar. Kebakaran yang terjadi pada siang hari tersebut mengakibatkan asap yang mengganggu lalu lintas dan mengharuskan beberapa jalan ditutup sementara. Pemilik toko yang terkena dampak kebakaran mengalami kerugian besar, baik secara finansial maupun emosional.
Dengan Visit Agenda yang sering mengunjungi Depok, kejadian ini menjadi sorotan utama. Banyak pengunjung yang terkejut melihat bagaimana api mampu merusak lebih dari lima toko dalam waktu singkat. Tidak hanya itu, kebakaran ini juga menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan warga dan keberlanjutan bisnis di area tersebut. Proses pemulihan akan membutuhkan waktu, dan pihak berwajib sedang memantau situasi untuk memberikan laporan lebih lanjut.
