Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Apes – Wanita Ini Kehilangan HP dan iPad Usai Bertemu Teman Kencan di Hotel

James Brown 4 mins read 10 views

Kejadian Apes di Hotel Tomang: Perempuan Kehilangan HP dan iPad Usai Bertemu Teman Kencan Apes, atau kejadian pencurian yang terjadi saat seorang perempuan

Apes – Wanita Ini Kehilangan HP dan iPad Usai Bertemu Teman Kencan di Hotel

Kejadian Apes di Hotel Tomang: Perempuan Kehilangan HP dan iPad Usai Bertemu Teman Kencan

Apes, atau kejadian pencurian yang terjadi saat seorang perempuan bertemu dengan teman kencan di hotel, kembali menimpa korban berinisial CNH, seorang perempuan berusia 19 tahun. Kejadian ini terjadi di Hotel Casa Calma, Jalan Tawakal Ujung Raya, Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada hari Minggu (14/6/2026). Korban mengajak pria yang baru dikenal melalui aplikasi pertemanan ke kamar hotel, dan setelah bertemu, pelaku GS (37) diduga mengambil barang berharga korban saat ia pergi ke kamar mandi.

“Apes terjadi di kamar hotel setelah korban meninggalkan barang-barangnya untuk sementara waktu,” kata Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan, dalam keterangan resmi.

Proses Penangkapan Pelaku dan Temuan Barang Bukti

Unit Reskrim Polsek Grogol Petamburan langsung melakukan penyelidikan setelah menerima laporan kehilangan dari korban. Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan keterkaitan pelaku dengan jasa laundry di Tanjung Duren Utara. GS, yang sering menggunakan jasa tersebut, diduga memanfaatkan akses ke kamar korban untuk melakukan pencurian. Setelah menemukan bukti-bukti kuat, polisi menangkap GS tanpa perlawanan dan menahan dirinya untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. “Barang bukti yang ditemukan meliputi ponsel iPhone dan iPad korban yang hilang,” tambah Alexander.

Dalam investigasi lanjutan, polisi juga memeriksa rekam jejak GS. Pria ini diketahui sudah memiliki riwayat pencurian serupa sebelumnya, dan kejadian saat ini menjadi kasus kedua yang melibatkan wanita. “Apes ini bukan kali pertama terjadi di area ini. Kita sudah menerima beberapa laporan serupa dalam beberapa bulan terakhir,” jelas Alexander. Hal ini menunjukkan adanya pola tindak kejahatan yang berulang, dengan pelaku memanfaatkan situasi kamar pribadi sebagai sarana mengambil barang-barang korban.

Kondisi Korban dan Langkah Preventif yang Disarankan

Korban, CNH, mengalami rasa cemas setelah menyadari barang-barangnya hilang. Ia menyebutkan bahwa setelah bertemu dengan GS, ia merasa percaya dan tidak curiga. “Saya tidak menyangka bahwa GS akan melakukan pencurian,” ujar korban dalam wawancara khusus. Kehilangan perangkat elektronik seperti ponsel dan iPad tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga memengaruhi kepercayaan korban terhadap orang asing. Alexander mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada saat berinteraksi dengan teman kencan melalui media sosial atau aplikasi dating. “Apes sering terjadi di tempat-tempat pribadi seperti hotel, kafe, atau rumah kontrak,” terangnya. Ia menyarankan untuk selalu memantau barang berharga dan meminimalkan risiko hilangnya saat berada di ruang terbuka.

Menurut sumber di lingkungan sekitar, Hotel Casa Calma merupakan tempat yang sering dikunjungi oleh calon kencan karena fasilitasnya yang nyaman dan privasi yang terjaga. Namun, kejadian ini menunjukkan bahwa risiko kejahatan tidak bisa diprediksi secara sempurna, terutama saat korban merasa nyaman dan tidak memantau lingkungan sekitar. “Apes terjadi karena adanya kepercayaan yang terlalu cepat terbentuk,” tambah sumber tersebut. Polisi menyarankan agar korban tidak mengunci kamar secara lengkap saat bertemu teman kencan, tetapi tetap meninggalkan barang berharga dengan hati-hati.

Latar Belakang Pelaku dan Kesempatan Pencurian

GS, pelaku Apes, diketahui sudah berpengalaman dalam mencuri barang berharga. Ia memiliki riwayat penangkapan sebelumnya atas tindak pencurian serupa di kawasan Jakarta Pusat. Dalam kasus ini, GS diduga memanfaatkan kepercayaan korban terhadapnya sebagai alasan untuk memasuki kamar dan mengambil perangkat elektronik. “Apes terjadi karena pelaku mengambil kesempatan saat korban sedang mengganti baju atau ke kamar mandi,” jelas Alexander. Polisi menemukan bukti bahwa GS telah mempersiapkan alat-alat pencurian seperti kunci kamar dan alat untuk mengunci pintu saat korban sedang tidak mengawasi.

Dalam penjelasannya, polisi menegaskan bahwa Apes tidak hanya terjadi di hotel, tetapi juga di tempat-tempat lain yang memiliki ruang terbatas dan kepercayaan antar manusia. “Kasus serupa pernah terjadi di kafe dan tempat parkir, terutama saat ada kegiatan seperti makan, minum, atau bersantai,” tambah Alexander. Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan lingkungan sekitar dan meminimalkan risiko kehilangan barang berharga. “Apes bisa dicegah jika kita lebih berhati-hati dalam mengakses tempat-tempat yang dipercaya,” ujarnya.

Kejadian ini memperlihatkan pentingnya kesadaran keamanan dalam hubungan jarak jauh atau pertemuan pertama. Polisi menyarankan agar korban tidak meninggalkan barang berharga di tempat yang tidak terawasi. “Setiap pertemuan dengan orang baru, kita harus siap-siap untuk memastikan keamanan diri dan barang bawaan,” kata Alexander. Ia juga berharap kejadian Apes ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih teman kencan.

Menurut informasi dari pengurus Hotel Casa Calma, kejadian Apes ini menyebabkan kekawatiran bagi para tamu. “Kami sudah memberi peringatan kepada para tamu bahwa mereka harus memantau barang berharga saat berada di kamar,” tutur pengurus tersebut. Dalam beberapa hari terakhir, hotel tersebut mengalami peningkatan laporan kehilangan dari tamu yang bertemu teman kencan di dalam kamar. “Apes terjadi karena korban merasa aman, tetapi pelaku memanfaatkan kesempatan itu untuk melakukan aksi cepat,” jelas pengurus. Ia juga menambahkan bahwa hotel akan memperketat pengawasan di kamar dan menambahkan langkah-langkah keamanan tambahan untuk mencegah kejadian serupa.

Gabung diskusi