Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

CFD Rasuna Said Hadir Lagi – Pramono: Mayoritas Warga Minta Digelar Rutin

Joseph Lopez 3 mins read 16 views

CFD Rasuna Said Hadir Lagi - Pramono: Mayoritas Warga Minta Digelar Rutin CFD Rasuna Said Hadir Lagi - Dalam upaya memperkaya pengalaman masyarakat Jakarta

CFD Rasuna Said Hadir Lagi – Pramono: Mayoritas Warga Minta Digelar Rutin

CFD Rasuna Said Hadir Lagi – Pramono: Mayoritas Warga Minta Digelar Rutin

CFD Rasuna Said Hadir Lagi – Dalam upaya memperkaya pengalaman masyarakat Jakarta Selatan, acara Car Free Day (CFD) kembali diadakan di kawasan Jalan HR Rasuna Said pada hari Minggu (7/6/2026). Pemprov DKI Jakarta, melalui Gubernur Pramono Anung, mengungkapkan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi ritual rutin yang memberi dampak positif bagi lingkungan dan kualitas hidup warga.

“CFD di Rasuna Said adalah salah satu upaya untuk memperkenalkan konsep kota ramah sepeda dan pedestrian, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Detail Pelaksanaan dan Tujuan CFD Rasuna Said

CFD di koridor Jalan HR Rasuna Said berlangsung sejak pukul 05.30 hingga 09.00 WIB. Durasi yang lebih pendek dibandingkan dengan CFD Sudirman-Thamrin, yang berlangsung hingga pukul 10.00 WIB, disebut Pramono sebagai upaya menyesuaikan kebutuhan pengguna jalan dan masyarakat sekitar.

“Jam 9 dipilih karena ada masukan dari warga bahwa sebagian area di sisi timur jalan digunakan untuk beribadah dan aktivitas pagi hari. Dengan demikian, kita bisa memastikan kegiatan tidak mengganggu rutinitas warga tetapi tetap memberi manfaat,” jelasnya.

Dalam CFD kali ini, Pemprov DKI menyediakan berbagai fasilitas seperti spot foto, area bermain anak, dan tempat ibadah yang dikhususkan bagi pengunjung. Pramono menekankan bahwa acara ini bukan hanya tentang menikmati suasana bebas kendaraan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkenalkan transformasi kota berbasis ramah lingkungan.

“Kita ingin menunjukkan bahwa Jakarta bisa menjadi kota yang lebih sehat, lebih bersih, dan lebih nyaman untuk ditinggali,” tambah dia.

Aspirasi Masyarakat dan Tantangan

Meski mayoritas warga mendukung pelaksanaan CFD secara rutin, Pramono mengakui bahwa ada sejumlah tanggapan yang harus diperhatikan.

“Selama 95-96 persen warga meminta agar CFD ini dilanjutkan secara berkala, tetapi kami juga mendapat masukan dari sekitar 4-5 persen yang ingin ada penyesuaian penataan kawasan,” katanya.

Penggemar sepeda dan pejalan kaki menilai bahwa CFD Rasuna Said menjadi momentum penting untuk menginspirasi perubahan pola transportasi. Namun, sebagian kelompok mengkritik kecil dari ruas jalan yang belum sepenuhnya diperbaiki. Pramono menjelaskan bahwa area trotoar dan ruang publik di sisi timur masih dalam tahap penyempurnaan, termasuk penanaman pohon dan optimisasi fasilitas pendukung.

“CFD adalah awal dari proses peningkatan kualitas kawasan. Setiap tahun kita akan merancang pengembangan yang lebih baik, sesuai dengan aspirasi masyarakat,” pungkasnya.

Dalam waktu dekat, Pemprov DKI Jakarta menargetkan penyelesaian penataan kawasan HR Rasuna Said pada 22 Juni 2026, yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta. Tanggal tersebut dipilih sebagai titik balik untuk mempercepat proses pengembangan infrastruktur, termasuk pembangunan jembatan kota, taman kota, dan penambahan aksesibilitas.

“CFD ini adalah salah satu dari banyak langkah untuk merayakan HUT Jakarta dengan penerapan konsep kota hijau. Semoga masyarakat bisa melihat perubahan yang lebih nyata setelah beberapa bulan ke depan,” tutur Pramono.

Kebijakan CFD Rasuna Said juga mendapat apresiasi dari para pengguna sepeda, yang berharap kegiatan ini bisa dijadikan sebagai contoh untuk kawasan lain. Selain itu, acara ini diharapkan mendorong pertumbuhan usaha mikro yang memanfaatkan peluang dagang di area bebas kendaraan.

“Kami melihat potensi ekonomi dari CFD, terutama bagi pengusaha kafe, warung makan, dan penjual oleh-oleh,” imbuhnya.

Dengan pelaksanaan rutin, CFD di kawasan Rasuna Said diharapkan menjadi bagian dari perubahan besar di Jakarta. Pramono menyatakan bahwa Pemprov DKI akan terus memantau respons warga dan menyesuaikan kebijakan berdasarkan data yang diperoleh.

“CFD bukan sekadar acara tahunan, tapi alat ukur keberhasilan kita dalam mengejar visi kota yang lebih ramah lingkungan dan sehat,” tegas Gubernur DKI.

Gabung diskusi