Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Bisnis

Topics Covered: Pengusaha Rusia Mengeluh Soal Suku Bunga Masih Tinggi

Mark Williams 3 mins read 14 views

ia Mengeluh Soal Suku Bunga Masih Tinggi Topics Covered - Jakarta, Liputan6.com - Kebijakan moneter yang ketat dan kenaikan suku bunga tinggi menjadi topik

Topics Covered: Pengusaha Rusia Mengeluh Soal Suku Bunga Masih Tinggi

Pengusaha Rusia Mengeluh Soal Suku Bunga Masih Tinggi

Topics Covered – Jakarta, Liputan6.com – Kebijakan moneter yang ketat dan kenaikan suku bunga tinggi menjadi topik utama yang dibahas oleh para pengusaha Rusia. Mereka mengeluhkan bahwa tingkat bunga yang masih tinggi memberi tekanan signifikan terhadap pertumbuhan bisnis dan investasi. Dalam sebuah wawancara dengan Yahoo Finance, Minggu (7/6/2026), miliarder di bidang transportasi, pupuk, dan real estat, Roman Trotsenko, menyebut langkah bank sentral sebagai “guncangan Volcker,” mengingat kebijakan agresif yang diterapkan Federal Reserve AS pada 1979-1982.

Dampak Kebijakan Moneter pada Perekonomian Rusia

“Ini adalah eksperimen besar, dan tidak ada yang mengulanginya sejak itu, kecuali kita,” kata Trotsenko kepada para pejabat tinggi, bankir, dan pengusaha dalam sebuah panel yang diselenggarakan oleh Sberbank, bank utama Rusia, sebagai bagian dari konferensi ekonomi terbesar di St. Petersburg.

Suku bunga acuan Rusia saat ini berada di 14,5%, menurun dari puncak 22%, tetapi masih dianggap terlalu tinggi untuk mendorong investasi bisnis. Di sisi lain, inflasi telah melambat menjadi 5,6% dari sekitar 10%, meski kebijakan ini tetap memberi tekanan pada sektor-sektor yang rentan. Para pengusaha mengakui dukungan terhadap perang di Ukraina sejak 2022, namun kritik terhadap kebijakan moneter mulai mengemuka. Mereka berargumen bahwa sanksi Barat, yang membatasi akses ke properti dan kapal pesiar di Eropa serta Amerika Utara, memperparah tantangan bisnis Rusia.

Kritik terhadap Kebijakan Bank Sentral

Pertumbuhan ekonomi Rusia akan melambat menjadi 0,4% pada 2026 dari 4,9% pada 2024, karena suku bunga tinggi, rubel yang overvalued, dan sanksi barat. Langkah-langkah yang diusulkan pemerintah, kata para pengusaha, tidak cukup untuk mendorong perbaikan ekonomi. Pemilik produsen pupuk Uralchem, Dmitry Mazepin, menilai kebijakan bank sentral seperti upaya musuh Barat untuk menghambat Rusia.

“Apa dampak tantangan eksternal? Selain fakta yang disampaikan presiden, bahwa mereka ingin memberikan kekalahan strategis, mereka hanya ingin memperlambat kita. Apa yang terjadi di dalam negeri? Apa yang dilakukan bank sentral ketika ingin mendinginkan perekonomian?”

Orang terkaya Rusia, Alexei Mordashov, pemilik perusahaan baja Severstal, menambahkan permintaan domestik terhadap baja turun 30% dalam tiga tahun terakhir. Hal ini menyebabkan perusahaan memangkas 24% portofolio investasinya, sementara arus kas menjadi negatif. “Saya yakin hampir semua orang di ruangan ini sedang mempertimbangkan ulang program investasi mereka. Dengan ketidakstabilan dan volatilitas seperti ini, jelas kita akan menghadapi penurunan investasi dan PDB yang lebih besar lagi,” ujarnya.

Para miliarder Rusia biasanya menahan diri dari kritik terbuka terhadap perang di Ukraina. Banyak di antara mereka telah menyerahkan kepemilikan perusahaan kepada pemerintah dan berjuang di pengadilan untuk mencabut sanksi Barat. Setelah sesi panel, CEO Sberbank, German Gref, mengatakan kepada wartawan bahwa pertumbuhan ekonomi Rusia yang rendah saat ini adalah “keajaiban”.

“Tingkat pertumbuhan yang rendah dalam kondisi ini sudah merupakan keajaiban,” kata Gref.

Analisis terhadap topik yang dibahas menunjukkan bahwa kebijakan moneter Rusia tidak hanya memengaruhi sektor transportasi dan real estat, tetapi juga bidang industri yang lebih luas. Pertumbuhan ekonomi yang stagnan memaksa pengusaha untuk menyesuaikan strategi mereka, termasuk memprioritaskan investasi dalam aset lokal untuk mengurangi risiko volatilitas global. Meski ada penyesuaian, banyak yang merasa bahwa pertumbuhan 0,4% pada 2026 tidak mencerminkan kinerja ekonomi yang sebenarnya.

Kebijakan bank sentral Rusia, yang dianggap sebagai “jebakan Zabotkin” oleh para pengusaha, menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan langkah-langkah ini. Wakil Ketua Pertama Bank Sentral Alexei Zabotkin, yang hadir dalam diskusi, memuji pidato Trotsenko tetapi menegaskan bahwa pihaknya sepenuhnya menyadari kesulitan yang dihadapi bisnis Rusia. Para pengusaha berharap kebijakan moneter dapat diubah agar lebih fleksibel, namun mereka juga menyadari bahwa kenaikan suku bunga adalah bagian dari upaya untuk menjaga stabilitas ekonomi dalam kondisi global yang tidak pasti.

Gabung diskusi