Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Key Issue: Megawati Bersama GKR Hemas Buka Pameran Mata Hati Soekarno

James Gonzalez 3 mins read 14 views

Megawati Soekarnoputri dan GKR Hemas Buka Pameran 'Mata Hati Soekarno' Key Issue menjadi tema utama dalam perayaan 125 tahun kelahiran Proklamator RI Soekarno

Key Issue: Megawati Bersama GKR Hemas Buka Pameran Mata Hati Soekarno

Megawati Soekarnoputri dan GKR Hemas Buka Pameran ‘Mata Hati Soekarno’

Key Issue menjadi tema utama dalam perayaan 125 tahun kelahiran Proklamator RI Soekarno di Yogyakarta. Acara ini digagas oleh PDIP dan sejumlah seniman lokal untuk mengungkap peran Bung Karno dalam membentuk identitas bangsa melalui karya seni. Pameran bertajuk “Mata Hati Soekarno” diresmikan oleh Megawati Soekarnoputri, Presiden kelima RI dan Ketua Umum PDIP, bersama Permaisuri Karaton Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, di Le Gareca Space, Bantul, pada hari Sabtu (6/6/2026). Kehadiran Megawati dan GKR Hemas menggarisbawahi kepentingan kultural dan sejarah yang dianggap sebagai Key Issue dalam penguatan nilai-nilai nasional.

Kontribusi Seniman Senior dan Kehadiran Tokoh Utama

Dalam pameran ini, para seniman senior Yogyakarta turut berperan sebagai penggerak ide dan penyelenggara. Salah satu tokoh yang hadir adalah Butet Kartaredjasa, seniman senior yang dikenal sebagai penjaga tradisi seni di Jogyakarta. Ia menjelaskan bahwa acara ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga upaya mengembangkan Key Issue tentang warisan Bung Karno dalam konteks seni rupa. “Kami ingin menanamkan api Soekarno dalam diri generasi muda, agar mereka tetap bersemangat dalam membangun bangsa ini,” tambahnya.

“Karya-karya ini adalah bentuk penghormatan kami terhadap peran Bung Karno sebagai ideolog dan pelopor kemerdekaan,” ujar Butet. “Dengan seni, kami mampu menyampaikan pesan yang lebih dalam dan berkesan dalam masa kini.”

Relevansi Pemikiran Bung Karno dalam Seni

Curator pameran, Suwarno Wisetrotomo, menjelaskan bahwa tema “Mata Hati Soekarno” dirancang untuk memperkenalkan perspektif baru tentang sejarah dan filosofi proklamator. Peserta pameran, yang berasal dari berbagai generasi, terutama dari kalangan generasi 1990-an, diminta menginterpretasikan gagasan Soekarno melalui berbagai bentuk seni. “Mata hati Bung Karno terus menyala, meskipun ia telah pergi lebih dari setengah abad,” tambah Suwarno.

“Key Issue tentang peran Bung Karno sebagai pelopor Pancasila masih relevan hingga hari ini,” lanjut Suwarno. “Melalui seni, kita bisa menyampaikan pesan yang tidak hanya sekadar membanggakan masa lalu, tetapi juga menjadi inspirasi untuk masa depan.”

Acara pembukaan pameran diawali dengan Megawati mengajak GKR Hemas untuk membuka pintu kaca tempat pameran. Keduanya kemudian mengelilingi karya-karya yang dipajang, menyoroti perjalanan hidup, pemikiran, serta jejak kebangsaan Soekarno. Proses ini menggambarkan keharmonisan antara generasi tua dan muda dalam merayakan Key Issue sejarah nasional.

Kehadiran tokoh-tokoh nasional seperti Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Mahfud MD, Ganjar Pranowo, dan sejumlah pemimpin daerah menegaskan keberhasilan Key Issue dalam mengundang perhatian luas. Pameran ini menjadi bagian dari rangkaian acara peringatan 125 tahun kelahiran Soekarno, yang diselenggarakan di berbagai lokasi di Indonesia. Dengan partisipasi aktif dari seniman dan tokoh, Key Issue terwujud sebagai ajang dialog antara masa lalu dan masa kini.

Sebagai salah satu bentuk Key Issue, pameran ini juga berupaya menggali makna filosofi Pancasila yang diperkenalkan Soekarno. Beberapa karya menampilkan interpretasi tentang prinsip-prinsip “Bhinneka Tunggal Ika,” sementara yang lain menyampaikan pandangan tentang perjuangan kemerdekaan dan tanggung jawab kebangsaan. Dengan berbagai medium seperti lukisan, grafis, dan instalasi, pameran ini menawarkan kesempatan bagi masyarakat untuk merenungkan warisan Bung Karno.

Pameran “Mata Hati Soekarno” diharapkan menjadi inspirasi bagi seniman muda dan masyarakat luas untuk terus membangun identitas nasional melalui karya-karya seni. Key Issue ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kebanggaan terhadap sejarah Indonesia, sambil menghadirkan perspektif baru dalam interpretasi sosial dan budaya. Dengan menggabungkan nilai-nilai Soekarno dan seni modern, acara ini menunjukkan bahwa Key Issue tentang warisan sejarah tidak pernah lekang dari waktu.

Gabung diskusi