Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Survei Poltracking Terbaru: Mayoritas Warga NU-Muhammadiyah Puas Kinerja Prabowo

Daniel Smith 4 mins read 22 views

Survei Poltracking Terbaru: Mayoritas Warga NU-Muhammadiyah Puas Kinerja Prabowo Survei Poltracking Terbaru - Jakarta, Liputan6.com – Dalam hasil survei

Survei Poltracking Terbaru: Mayoritas Warga NU-Muhammadiyah Puas Kinerja Prabowo

Survei Poltracking Terbaru: Mayoritas Warga NU-Muhammadiyah Puas Kinerja Prabowo

Survei Poltracking Terbaru – Jakarta, Liputan6.com – Dalam hasil survei terbaru yang dirilis oleh Poltracking Indonesia, kelompok pemilih yang tergabung dalam organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah menunjukkan tingkat kepuasan yang signifikan terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kedua kelompok ini mencatat angka kepuasan di atas 50 persen, membuktikan bahwa dukungan terhadap pasangan tersebut berlangsung secara luas di kalangan umat Muslim yang terafiliasi dengan organisasi Islam. Menurut Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, kepuasan masyarakat yang terikat dengan NU dan Muhammadiyah terhadap kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai cukup tinggi, dengan angka yang mengesankan.

Hasil Survei Mengungkap Kinerja Prabowo Dinilai Positif

Survei yang dilakukan pada periode 11–17 Mei 2026 menunjukkan bahwa sekitar 74,5 persen anggota NU menyatakan puas dengan performa pemerintahan Prabowo Subianto. Angka ini menunjukkan bahwa kelompok pemilih NU memiliki pandangan yang konsisten terhadap kebijakan yang dijalankan oleh pasangan tersebut. “Mayoritas warga NU memandang bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran telah memberikan hasil yang memuaskan,” ujar Masduri dalam wawancara di hari Jum’at (5/6/2026). Ini menegaskan bahwa NU, sebagai salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, masih menjadi penggerak kuat dalam dukungan terhadap kandidat dari Partai Gerindra.

“Dari kelompok pemilih yang terafiliasi dengan Nahdlatul Ulama atau NU, sebanyak 74,5 persen merasa puas dengan kinerja pemerintah,” kata Masduri.

Di sisi lain, anggota Muhammadiyah juga menunjukkan tingkat kepuasan yang memadai. Berdasarkan data yang sama, 69,2 persen warga Muhammadiyah menyatakan kepuasan terhadap administrasi Prabowo-Gibran. “Pemilih Muhammadiyah menilai bahwa kebijakan pemerintahan Prabowo-Rakabuming telah mencapai target yang diharapkan,” tambah Masduri. Meski angka kepuasan ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan kelompok NU, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa Muhammadiyah, sebagai organisasi Islam yang memiliki pengaruh signifikan, tetap mempercayai pemerintahan pasangan tersebut.

Kepuasan Luar Lingkaran NU dan Muhammadiyah Juga Mengalir

Bukan hanya warga NU dan Muhammadiyah yang menunjukkan dukungan, survei juga menemukan bahwa kelompok lain dari dunia keagamaan serta masyarakat umum yang tidak tergabung dalam organisasi Islam juga menyatakan kepuasan terhadap kinerja Prabowo. Dalam data yang diperoleh, sebanyak 82,1 persen masyarakat dari organisasi keislaman lainnya, seperti Persatuan Islam (PSI) atau Majelis Ulama Indonesia (MUI), mengakui keberhasilan pemerintahan. Sementara itu, 64,3 persen dari warga yang tidak terafiliasi dengan organisasi Islam mana pun merasa puas dengan hasil kerja Prabowo-Gibran.

“Di luar organisasi NU dan Muhammadiyah, yang puas terhadap kinerja pemerintahan itu 82,1 persen. Nah kemudian yang tidak ikut organisasi Islam apapun 64,3 persen merasa puas,” pungkas Yoki, peneliti lain dari Poltracking.

Angka ini menunjukkan bahwa kepuasan terhadap Prabowo tidak terbatas pada kalangan yang terafiliasi dengan organisasi tertentu, melainkan mencakup berbagai lapisan masyarakat. Hal ini berpotensi menjadi indikator kuat tentang kesan umum publik terhadap kebijakan pemerintahan selama masa pemerintahan. Dengan tingkat kepuasan yang terus meningkat, Prabowo mungkin semakin mendapat dukungan di berbagai segmen.

Metode Survei dan Keandalan Hasil

Survei Poltracking dilakukan secara sistematis dengan menggunakan metode multistage random sampling, yang memastikan representativitas responden dari berbagai daerah di Indonesia. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 1.220 orang, dengan margin of error sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Ini berarti bahwa hasil survei memiliki tingkat akurasi yang tinggi dan bisa diandalkan untuk menggambarkan opini publik secara umum.

Penggunaan teknik multistage random sampling menjamin bahwa sampel yang diambil tidak hanya mencakup wilayah perkotaan, tetapi juga pedesaan. Hal ini penting karena memperhitungkan perbedaan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya antar daerah. Dengan demikian, survei tidak hanya mengukur kepuasan dari kelompok tertentu, tetapi juga melibatkan berbagai latar belakang masyarakat yang beragam.

Secara keseluruhan, survei ini mengungkap bahwa Prabowo Subianto memiliki kemampuan untuk membangun konsensus di berbagai kelompok pemilih. Meski kelompok NU dan Muhammadiyah memiliki perbedaan dalam pendekatan keagamaan, mereka tetap menunjukkan kepuasan yang serupa terhadap kinerja pemerintahan. Hal ini menunjukkan bahwa Prabowo mungkin berhasil menciptakan harmoni antara isu-isu keagamaan dan kepentingan nasional.

Peran Organisasi Islam dalam Politik Indonesia

NU dan Muhammadiyah selama ini menjadi dua organisasi Islam terbesar yang berpengaruh di Indonesia. Mereka tidak hanya menjadi pendorong dalam pemilihan umum, tetapi juga berperan dalam pembentukan kebijakan dan sosialisasi ide-ide politik keagamaan. Survei ini menunjukkan bahwa keduanya tetap menjadi pilar dukungan utama bagi Prabowo, terlepas dari berbagai perbedaan pandangan politik dan strategi yang mungkin ada.

Kepuasan masyarakat dari kedua organisasi ini terhadap Prabowo bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kebijakan ekonomi, isu sosial, dan tata kelola pemerintahan. Pemerintahan Prabowo dianggap mampu menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi oleh masyarakat, termasuk dalam memperkuat identitas keagamaan sambil tetap menjaga keseimbangan dengan isu-isu non-keagamaan.

Hasil survei ini juga menjadi bahan pertimbangan bagi para kandidat politik lainnya. Jika Prabowo mampu mempertahankan kepuasan tersebut, maka posisi politiknya akan semakin stabil. Sebaliknya, jika kepuasan menurun, hal ini bisa menjadi indikator perubahan sikap masyarakat terhadap kebijakan pemerintahan. Dengan demikian, survei ini tidak hanya mengevaluasi kinerja Prabowo, tetapi juga memberikan gambaran tentang dinamika politik di Indonesia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6 untuk mengikuti perkembangan lebih lanjut tentang hasil survei ini. Survei Poltracking terus menjadi sumber informasi yang penting dalam mengungkap tren opini publik sebelum dan sesudah pemilihan umum. Dengan metode yang akurat dan sampel yang cukup besar, hasil survei ini bisa dijadikan acuan bagi masyarakat dalam memperkirakan hasil pemilu atau perubahan arah kebijakan politik.

Gabung diskusi