Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Bisnis

Special Plan: Bioenergi Bisa Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja Baru

James Brown 3 mins read 9 views

isi Kerja Baru Special Plan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengungkapkan bahwa pengembangan bioenergi memiliki potensi menciptakan 150 ribu lapangan

Special Plan: Bioenergi Bisa Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja Baru

Bioenergi Bisa Membuka Peluang 150 Ribu Posisi Kerja Baru

Special Plan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengungkapkan bahwa pengembangan bioenergi memiliki potensi menciptakan 150 ribu lapangan kerja baru dalam beberapa tahun mendatang. Dalam rangka mendukung Special Plan ini, PLN EPI telah mengidentifikasi sektor ketenagalistrikan sebagai tempat strategis untuk memaksimalkan manfaat ekonomi dari penggunaan biomassa. Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menuturkan bahwa jika pemanfaatan biomassa dapat mencapai 10 juta ton per tahun di berbagai pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), maka dampak ekonomi dan lingkungan yang dihasilkan akan sangat signifikan. Selain nilai ekonomi sebesar Rp11 triliun per tahun, program ini juga diprediksi mengurangi emisi CO2 sekitar 12 juta ton, dengan kontribusi sosial yang terlihat jelas melalui penyerapan tenaga kerja hingga 150 ribu orang dalam tiga hingga empat tahun.

Pelaksanaan Program Co-Firing dalam Special Plan

“Bioenergi bukan untuk menggantikan pembangkit fosil secara total dalam waktu singkat, melainkan menjadi solusi transisi yang memungkinkan penurunan emisi secara bertahap tanpa mengganggu keandalan pasokan listrik nasional,” jelas Hokkop, dikutip dari Antara, Kamis (4/6/2026).

Dalam Special Plan, PLN EPI sedang menerapkan skema co-firing yang menggantikan sebagian batu bara dengan biomassa berbasis limbah pertanian, perkebunan, kehutanan, atau limbah organik lainnya. Pada 2025, konsumsi biomassa mencapai 2,35 juta ton, dengan kontribusi pengurangan emisi sebesar 2,57 juta ton CO2 ekuivalen. Saat ini, program ini telah diterapkan di 52 PLTU di berbagai wilayah Indonesia, menjadikannya langkah konkret dalam upaya transisi energi yang lebih hijau.

Sejalan dengan Special Plan, PLN EPI juga fokus pada pengembangan biomassa untuk menciptakan ekosistem usaha yang lebih inklusif. Direktur Hokkop menekankan bahwa sektor hulu bioenergi—yang mencakup pengumpulan bahan baku, pengolahan, logistik, dan inovasi teknologi—menawarkan peluang kerja yang beragam dan berkelanjutan. Di sisi lain, biogas dan biohidrogen menjadi bagian dari Special Plan yang mengutamakan pemanfaatan sumber daya lokal dengan cara yang lebih efisien. Contohnya, gas metana dari limbah cair kelapa sawit bisa diubah menjadi energi alternatif, mengurangi ketergantungan pada gas alam dan menghasilkan energi bersih.

Potensi Ekonomi dan Dampak Lingkungan dalam Special Plan

Indonesia memiliki potensi biomassa yang sangat besar, mencapai 83,4 juta ton per tahun, dengan distribusi terbesar di Sumatera (42,8 juta ton), Kalimantan (18,9 juta ton), dan Jawa (13,1 juta ton). Namun, tingkat penggunaan bioenergi nasional masih relatif rendah, hanya 0,35 gigajoule per kapita per tahun, jauh di bawah potensi 6,5 gigajoule per kapita per tahun. Special Plan bertujuan untuk mengejar peningkatan penggunaan biomassa tersebut, sehingga tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi tetapi juga mengurangi dampak lingkungan dari pembangkit fosil.

Dalam Special Plan, PLN EPI mulai mengintegrasikan sistem digitalisasi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memantau rantai pasok biomassa dan operasional co-firing di seluruh Indonesia. Teknologi ini memungkinkan optimasi distribusi bahan baku dan peningkatan efisiensi produksi, yang pada gilirannya mendukung keberlanjutan program. Hokkop Situngkir menjelaskan bahwa Special Plan tidak hanya menargetkan pengurangan emisi tetapi juga menjadi ajang pengembangan inovasi dan peluang usaha baru di sektor energi terbarukan.

Sebagai bagian dari Special Plan, PLN EPI aktif bekerja sama dengan masyarakat, petani, kelompok usaha desa, koperasi, serta generasi muda untuk membangun ekosistem pasokan biomassa yang lebih luas. Transaksi bisnis biomassa nasional telah menunjukkan perkembangan positif, menjadi peluang ekonomi baru yang menjanjikan bagi masyarakat. Hokkop menambahkan bahwa partisipasi aktif dari berbagai pihak akan memastikan Special Plan tidak hanya berdampak pada industri energi tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas, termasuk penguatan daya beli dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Special Plan juga melibatkan kerja sama dengan pemerintah dan lembaga terkait untuk memastikan regulasi yang mendukung pengembangan bioenergi. Dengan langkah-langkah seperti keringanan pajak, insentif investasi, dan peningkatan akses ke teknologi, Special Plan diharapkan dapat mempercepat adopsi biomassa sebagai bagian dari sistem energi nasional. Selain itu, PLN EPI memperkirakan bahwa dengan penggunaan biomassa yang lebih luas, ketersediaan energi listrik akan tetap stabil sambil mengurangi ketergantungan pada sumber daya tak terbarukan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Gabung diskusi