Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Solution For: Ketua KPI: Industri Penyiaran Tak Boleh Berjuang Sendiri Hadapi Disrupsi

Joseph Lopez 3 mins read 10 views

Solution For: KPI Tegaskan Industri Penyiaran Perlu Kolaborasi Hadapi Disrupsi Momen Refleksi dalam Perayaan Hari Lahir Pancasila Solution For - Ketua Komisi

Solution For: Ketua KPI: Industri Penyiaran Tak Boleh Berjuang Sendiri Hadapi Disrupsi

Solution For: KPI Tegaskan Industri Penyiaran Perlu Kolaborasi Hadapi Disrupsi

Momen Refleksi dalam Perayaan Hari Lahir Pancasila

Solution For – Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Ubaidillah, menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Gedung Pancasila, Jakarta, pada Senin (1/6/2026). Acara tersebut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta seluruh elemen kabinet dan pimpinan lembaga negara. Dalam sambutan pembukaannya, Ubaidillah memanfaatkan momentum hari lahir Pancasila untuk mengingatkan bahwa industri penyiaran harus bersinergi dengan berbagai pihak guna menghadapi perubahan mendasar di dunia digital.

Peran Pancasila dalam Kualitas Siaran Nasional

Ubaidillah menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman utama dalam menjaga kualitas konten siaran. Pada acara tersebut, ia menyampaikan bahwa media memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan pesan-pesan yang disampaikan selaras dengan prinsip-prinsip Pancasila. “Siaran harus menjadi pengikat sosial, bukan alat penebar kebencian,” ujarnya, sekaligus menyoroti pentingnya pendekatan berbasis nilai dalam era kompetisi media yang semakin ketat.

“Pancasila sebagai pengikat bangsa harus terus menginspirasi setiap bentuk siaran yang dinikmati masyarakat, dari Sabang hingga Merauke. Tugas utama penyiaran adalah menanamkan makna Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia melalui program edukatif dan memotivasi,” tambah Ubaidillah.

Menghadapi disrupsi digital, Ubaidillah mengakui bahwa industri penyiaran mengalami tantangan besar, mulai dari pergeseran pola konsumsi hiburan ke platform online hingga tekanan komersial yang memengaruhi kualitas konten. Ia menekankan bahwa tanpa dukungan bersama, industri ini akan sulit bertahan dalam persaingan global. “Solution For industri penyiaran adalah membangun ekosistem yang saling mengisi dan memperkuat satu sama lain,” jelasnya, sekaligus menyoroti peran KPI sebagai pengawas yang aktif mengadaptasi regulasi agar tetap relevan.

Persiapan Menghadapi Era Digital

Dalam wawancara setelah upacara, Ubaidillah menjelaskan bahwa disrupsi digital menuntut transformasi ekosistem penyiaran. Ia mencontohkan bagaimana siaran langsung melalui media sosial berdampak pada kebiasaan penonton, serta bagaimana platform streaming berpotensi mengurangi ruang untuk konten lokal. “Solution For menyebarkan nilai Pancasila melalui media baru adalah dengan memastikan keberagaman suara tetap terjaga, sekaligus menjaga integritas informasi,” tuturnya.

KPI Pusat berharap kerja sama antara pemerintah, lembaga penyiaran, dan masyarakat dapat membentuk kebijakan yang lebih inklusif. Ubaidillah menegaskan bahwa regulasi harus tidak hanya membatasi, tetapi juga mendukung inovasi siaran yang sejalan dengan identitas nasional. “Solution For memperkuat industri penyiaran adalah dengan menciptakan ruang dialog yang terbuka, termasuk melibatkan pelaku media independen dan masyarakat sipil dalam proses pengambilan keputusan,” pungkasnya.

Kolaborasi dan Literasi Media sebagai Solusi

Ubaidillah menekankan bahwa solusi untuk menghadapi disrupsi digital tidak bisa ditangani secara individu. “Solution For Industri Penyiaran adalah kolaborasi yang kuat, baik dari segi regulasi maupun konten,” katanya. Ia menyebutkan bahwa KPI akan terus berperan dalam memastikan keberadaan siaran nasional yang relevan, terutama dalam menghadapi pengaruh media asing yang semakin dominan.

Salah satu langkah penting yang diusulkan Ubaidillah adalah peningkatan literasi media bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan kesadaran yang lebih baik, masyarakat dapat memilih siaran yang bernilai, sehingga menjaga keseimbangan antara informasi lokal dan global. “Solution For membangun masyarakat yang kritis adalah melalui edukasi media yang berkelanjutan, mulai dari sekolah hingga lingkungan kerja,” tambahnya. Ia juga mengajak pemangku kepentingan untuk merancang program kerja yang jangka panjang, terutama dalam menciptakan industri penyiaran yang berdaya saing dan berintegritas.

Di sisi lain, Ubaidillah mengingatkan bahwa siaran digital harus tetap mengedepankan etika dan tanggung jawab sosial. “Solution For menjaga kualitas siaran digital adalah dengan memastikan semua pihak, termasuk kreator konten, memiliki kesadaran akan dampak siaran pada masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa KPI siap bekerja sama dengan lembaga lain dalam mengawasi isi siaran, khususnya yang berpotensi menyebarkan misinformasi atau polarisasi sosial.

Gabung diskusi