Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Facing Challenges: Pesan Wapres Gibran Saat Hadiri Puncak Perayaan Waisak 2026 di Candi Borobudur

Jessica Hernandez 2 mins read 13 views

Pesan Wapres Gibran Saat Hadiri Puncak Perayaan Waisak 2026 di Candi Borobudur Facing Challenges menjadi tema utama dalam pesan yang disampaikan oleh Wakil

Facing Challenges: Pesan Wapres Gibran Saat Hadiri Puncak Perayaan Waisak 2026 di Candi Borobudur

Pesan Wapres Gibran Saat Hadiri Puncak Perayaan Waisak 2026 di Candi Borobudur

Facing Challenges menjadi tema utama dalam pesan yang disampaikan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat menghadiri acara puncak perayaan Hari Raya Waisak 2026 di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Acara yang berlangsung pada Minggu malam 31 Mei 2026 tersebut tidak hanya menekankan pentingnya persatuan antarumat beragama, tetapi juga memberikan pesan tentang bagaimana masyarakat Indonesia dapat menghadapi tantangan kehidupan dengan semangat toleransi dan kebijaksanaan.

Peran Umat Buddha dalam Mempertahankan Perdamaian

Dalam sambutannya, Gibran menekankan bahwa Indonesia sebagai bangsa yang besar membutuhkan keharmonisan sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks. “Pertumbuhan ekonomi, perubahan sosial, dan isu-isu global harus diimbangi dengan upaya menjaga perdamaian antarumat beragama,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari situs resmi Kementerian Agama. Ia menambahkan bahwa kebijaksanaan Buddha bisa menjadi pedoman dalam menghadapi krisis, baik itu dari segi ekonomi, politik, maupun budaya.

Waisak, sebagai hari raya besar bagi umat Buddha, tidak hanya menjadi momen untuk merayakan keagamaan, tetapi juga menjadi platform untuk menyampaikan pesan penting tentang menghadapi tantangan bersama. Puncak perayaan di Candi Borobudur, yang merupakan situs budaya kuno, menggambarkan bagaimana nilai-nilai harmoni dapat dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari. “Kita perlu belajar dari sejarah bahwa keberagaman justru menjadi kekuatan untuk membangun masa depan yang lebih baik,” imbuh Gibran.

Ritual Waisak yang Menginspirasi

Acara puncak Waisak 2026 di Borobudur dimulai dengan rangkaian ritual unik yang mencerminkan warisan budaya. Antara lain, pengambilan Api Abadi Mrapen Gerobogan dan Air Berkah di Umbul Jumprit Temanggung menjadi bagian penting dalam perayaan. Api dan air tersebut kemudian dibawa ke Candi Mendut, lalu disakralkan melalui pembacaan paritta suci oleh para bhikku dan umat Buddha. Gibran menyaksikan prosesi tersebut sambil menekankan bahwa kehidupan yang penuh tantangan bisa diatasi dengan kerja sama lintas agama dan budaya.

“Waisak adalah momentum untuk mengingatkan kita bahwa keberagaman tidak memecah belah, melainkan memperkaya identitas nasional. Dengan menghadapi tantangan secara kolektif, kita bisa menciptakan Indonesia yang lebih unggul dan bermartabat,” tutur Gibran, yang hadir bersama ribuan warga dari berbagai daerah dan negara.

Pesannya menyoroti peran umat Buddha dalam memperkuat nilai-nilai seperti kebijaksanaan, cinta kasih, dan kesadaran diri. “Budha mengajarkan bahwa kita harus berani menghadapi kesulitan dengan pikiran yang tenang dan hati yang penuh semangat. Hal ini penting untuk menjaga kestabilan sosial dan memperkuat persatuan,” tambahnya. Gibran juga mengapresiasi partisipasi aktif umat Buddha dalam menjaga keharmonisan, terlebih dalam era di mana isu keagamaan sering kali memicu polarisasi.

Acara tersebut menutup rangkaian perayaan yang dimulai sejak Jumat lalu, meliputi rangkaian kegiatan seperti kirab dari Candi Mendut ke Candi Borobudur. Prosesi ini menunjukkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memadukan tradisi lokal dengan kegiatan nasional. “Masyarakat yang menghadapi tantangan harus terus berinovasi, tetapi tetap menjaga akar budaya kita,” pungkas Gibran, sambil menyoroti pentingnya kebersamaan dalam menghadapi segala perubahan.

Gabung diskusi