Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Misteri Tengkorak Orangutan di Area Konservasi Kalbar

wpmanadmin - beritaterbaik.com 3 mins read

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat meminta penyelidikan terkait penemuan tengkorak orangutan di kawasan bernilai konservasi

Misteri Tengkorak Orangutan di Area Konservasi Kalbar

Beritaterbaik.com – Liputan6.com, Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat meminta penyelidikan terkait penemuan tengkorak orangutan di kawasan bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value/HCV) milik PT KAL di Kalimantan Barat. Pemerintah akan memverifikasi temuan tersebut untuk memastikan ada tidak pelanggaran terhadap aturan perlindungan satwa liar dan keanekaragaman hayati. "Ya, itu harus diselidiki.

Pokoknya semua yang melanggar peraturan akan ditindak serius, termasuk itu biodiversitas juga," ujar Jumhur seusai acara Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026). Jumhur menegaskan pemerintah akan memverifikasi temuan tersebut sebelum menentukan tindak lanjut. Dia juga mengingatkan bahwa satwa liar memiliki perlindungan hukum sehingga setiap dugaan pelanggaran harus ditangani sesuai ketentuan.

Selain menyelidiki temuan tengkorak orangutan, pemerintah menyegel area milik 68 perusahaan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintah akan memverifikasi keterlibatan masing-masing perusahaan untuk menentukan apakah kebakaran terjadi secara sengaja atau tidak. “Apakah ada keterlibatan yang betul-betul disengaja atau tidak, itu nanti akan diverifikasi,” kata Jumhur.

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat sebanyak 290 individu satwa liar masuk dalam penanganan terkait bencana karhutla di Indonesia hingga 8 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, 272 individu berada dalam penanganan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di empat provinsi di Kalimantan. Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi mengatakan, data tersebut merupakan rekapitulasi penanganan satwa liar terkait bencana karhutla hingga awal Oktober.

Dari total satwa yang ditangani secara nasional, sebanyak 96 individu merupakan orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus), salah satu satwa yang kehidupannya bergantung pada keberadaan hutan. "Mengenai satwa, berdasarkan rekap Kemenhut hingga 8 Oktober 2026, tercatat 290 individu satwa liar secara nasional dalam penanganan terkait bencana. Dari jumlah tersebut, 272 individu tercatat dalam penanganan BKSDA di empat provinsi Kalimantan," ujar Ristianto dikonfirmasi dari Jakarta pada Selasa (13/10/2026), dikutip Antara.

Di Kalimantan Tengah, penanganan mencakup 25 individu orangutan. Namun, angka itu merupakan jumlah penanganan orangutan di provinsi tersebut secara keseluruhan, bukan jumlah orangutan yang terdampak langsung kebakaran di Taman Nasional Tanjung Puting. Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting saat ini menjadi salah satu lokasi operasi pemadaman karhutla.

Situasi tersebut menambah pentingnya upaya perlindungan satwa dan habitat di tengah berlangsungnya penanggulangan kebakaran. Ristianto menjelaskan, penanganan satwa liar yang terdampak karhutla mencakup berbagai tahapan, mulai dari evakuasi atau rescue, penggiringan menuju habitat yang lebih aman, translokasi, hingga perawatan dan rehabilitasi. "Penanganan satwa mulai dari evakuasi atau rescue, penggiringan menuju habitat yang lebih aman, translokasi, hingga perawatan dan rehabilitasi," ujar Ristianto.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan pemerintah mengerahkan 60 ribu lebih personel gabungan untuk melakukan operasi pemadaman karhutla via darat di beberapa daerah khususnya di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan. Teddy Indra Wijaya di Jakarta, Senin (12/10/2026) malam, menjelaskan laporan mengenai jumlah personel dan situasi terbaru penanggulangan karhutla diterima oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin (12/10/2026). Laporan yang disampaikan kepada Presiden itu, di antaranya pemadaman masih berlangsung di lahan dengan luas total 639 hektare di enam provinsi, khususnya di Kalimantan dan Sumatera.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Frequently Asked Questions

What is Misteri Tengkorak Orangutan di Area Konservasi?

Misteri Tengkorak Orangutan di Area Konservasi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Misteri Tengkorak Orangutan di Area Konservasi matter?

Misteri Tengkorak Orangutan di Area Konservasi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Gabung diskusi