Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Rutan Depok Buka Suara soal Video Diduga Warga Binaan Nyabu di Ruangan

wpmanadmin - beritaterbaik.com 4 mins read

Rumah Tahanan Negara Kelas I Depok sedang memeriksa video yang ramai dibicarakan di media sosial dan diduga memperlihatkan aktivitas penggunaan narkotika di

Rutan Depok Buka Suara soal Video Diduga Warga Binaan Nyabu di Ruangan

Rutan Depok Telusuri Video Dugaan Penggunaan Sabu di Dalam Blok Tahanan

Beritaterbaik.com – Rumah Tahanan Negara Kelas I Depok sedang memeriksa video yang ramai dibicarakan di media sosial dan diduga memperlihatkan aktivitas penggunaan narkotika di dalam area rutan. Rekaman tersebut memunculkan dugaan adanya warga binaan yang mengonsumsi sabu sembari berjoget di sebuah ruangan.

Kepala Satuan Pengamanan Rutan Kelas I Depok, Bogi Nurseto, menyatakan bahwa pihak rutan telah menerima informasi terkait video itu. Pemeriksaan internal dilakukan untuk mengetahui apakah rekaman tersebut benar dibuat di lingkungan Rutan Depok serta memastikan siapa saja yang terlibat.

“Saat ini kami melaksanakan pendalaman, pengecekan dan penelusuran secara internal untuk memastikan kondisi yang sebenarnya,” ujar Bogi saat dikonfirmasi, Minggu (4/10/2026).

Ia menekankan bahwa informasi dari masyarakat tidak dikesampingkan. Langkah penelusuran di lapangan telah dilakukan sebagai bagian dari upaya mengungkap situasi yang sebenarnya dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan.

“Saat ini kami masih melakukan pendalaman investigasi,” tegas Bogi.

Rekaman Menampilkan Musik Keras dan Lampu Disko

Video yang beredar memperlihatkan beberapa orang yang diduga merupakan warga binaan berada di dalam sebuah ruangan. Dalam rekaman itu terdengar musik dengan volume keras, sementara pencahayaan menyerupai lampu disko terlihat menyala di lokasi.

Dua orang tampak menari seperti berada di tempat hiburan malam. Seorang lainnya mengenakan topi dan diduga memegang benda yang menyerupai alat isap sabu atau bong. Di ruangan tersebut juga terlihat kaos dengan tulisan “Blok A”, yang kemudian menjadi salah satu unsur dalam penelusuran pihak rutan.

Video itu direkam melalui telepon seluler, tetapi pemilik perangkat yang digunakan belum diketahui. Akun media sosial yang menyebarkan unggahan tersebut turut menandai akun Rutan Depok dan menuliskan komentar mengenai dugaan adanya aktivitas terlarang di dalam rutan.

“Haloo selamat sore @rutandepok ada paket nih. Mantap juga ya bisa nerocoy bebas di sana, bisa joget dengan volume musik keras,” tulis akun tersebut.

Keberadaan telepon seluler dalam rekaman juga menjadi perhatian karena rutan sedang menjalankan penguatan pengawasan terhadap barang-barang terlarang. Penelusuran terhadap video diperlukan untuk membedakan dugaan yang muncul di media sosial dengan fakta yang dapat dibuktikan melalui pemeriksaan internal.

Pengawasan Diperkuat untuk Menjaga Keamanan

Rutan Depok menyampaikan bahwa evaluasi dan penguatan pengawasan tengah dilakukan. Langkah itu mencakup pelaksanaan tugas petugas, pelayanan terhadap warga binaan, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan.

Bogi menjelaskan, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Kantor Wilayah. Fokusnya adalah penerapan prinsip Zero Halinar, yaitu upaya menjaga lembaga pemasyarakatan dan rutan dari peredaran handphone, pungutan liar, serta narkoba.

“Kami berusaha untuk menjalankan arahan pimpinan, baik dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Kantor Wilayah, yaitu Zero Halinar, bebas dari handphone, penguatan liar, dan narkoba,” jelas Bogi.

Prinsip tersebut penting karena keamanan rutan tidak hanya berkaitan dengan pengawasan fisik pada blok hunian. Pengendalian komunikasi tidak sah, barang terlarang, dan gangguan ketertiban juga menjadi bagian dari tanggung jawab pengamanan sehari-hari.

Apabila sebuah dugaan muncul melalui video, pemeriksaan tidak cukup berhenti pada isi rekaman. Pihak yang berwenang perlu memastikan waktu pembuatan video, lokasi yang terlihat, identitas orang di dalamnya, serta asal perangkat yang dipakai untuk merekam. Proses itu menentukan apakah dugaan tersebut memiliki dasar yang dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur.

Petugas Belum Memberikan Klarifikasi Terperinci

Sejumlah jurnalis mendatangi Rutan Kelas I Depok di kawasan Cilodong untuk meminta penjelasan tentang video tersebut. Dua petugas sempat menemui awak media, namun belum menyampaikan klarifikasi rinci terkait rekaman yang viral.

Di sekitar area rutan, petugas terlihat beberapa kali keluar dan masuk dari blok tahanan yang juga dikenal sebagai gedung dua. Aktivitas tersebut berlangsung ketika pemeriksaan internal masih berjalan.

Hingga pukul 22.00 WIB, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan keaslian video maupun hasil penelusuran terhadap dugaan penggunaan narkoba dan kegiatan berjoget dengan iringan musik di dalam rutan. Rutan Depok masih memusatkan perhatian pada pendalaman informasi yang telah beredar.

Kasus ini menyoroti pentingnya respons cepat terhadap informasi publik yang berkaitan dengan keamanan lembaga pemasyarakatan. Masyarakat dapat menunggu hasil pemeriksaan resmi agar dugaan yang berkembang tidak disimpulkan sebelum seluruh fakta diperoleh dan diverifikasi oleh pihak rutan.

Frequently Asked Questions

What is Rutan Depok Buka Suara soal Video?

Rutan Depok Buka Suara soal Video is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Rutan Depok Buka Suara soal Video matter?

Rutan Depok Buka Suara soal Video matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Gabung diskusi