Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

5 Polisi Diperiksa Buntut Pemuda Tewas Diduga Tertembak Saat Bentrokan

wpmanadmin - beritaterbaik.com 4 mins read

Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Sulawesi Selatan memeriksa lima personel Polsek Tallo yang dikerahkan untuk membubarkan bentrokan antarwarga di Jalan

5 Polisi Diperiksa Buntut Pemuda Tewas Diduga Tertembak Saat Bentrokan

Lima Anggota Polsek Tallo Diperiksa Usai Pemuda Meninggal dalam Insiden Bentrokan di Makassar

Beritaterbaik.com – Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Sulawesi Selatan memeriksa lima personel Polsek Tallo yang dikerahkan untuk membubarkan bentrokan antarwarga di Jalan Kandea III, Bunga Ejaya Beru, Makassar. Pemeriksaan dilakukan setelah Rafli Ramadhani alias Pingky, seorang pemuda berusia 19 tahun, meninggal dunia dengan luka yang diduga berkaitan dengan tembakan.

Penanganan internal tersebut diarahkan untuk mengurai seluruh rangkaian kejadian, termasuk tindakan setiap petugas di lapangan, penggunaan senjata api, serta kepatuhan terhadap standar operasional prosedur saat massa dibubarkan.

Penyelidikan Fokus pada Tindakan Personel

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap anggota yang bertugas telah dimulai. Proses itu melibatkan jajaran Propam Polda Sulsel untuk memastikan dugaan pelanggaran prosedur dapat diuji secara menyeluruh.

“Saya sampaikan ini ada pak Kabid Humas Polda Sulsel, dan pak Kabid Propam juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap anggota-anggotanya yang tadi diduga melakukan tindak tersebut,” kata Arya di Kantor Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Makassar, Minggu (27/9/2026).

Arya meminta publik memberi waktu bagi penyidik untuk menyelesaikan pemeriksaan. Kesimpulan tentang ada atau tidaknya pelanggaran SOP belum dapat disampaikan sebelum seluruh keterangan, barang bukti, dan hasil pemeriksaan pendukung dikumpulkan.

“Nanti dari hasil tersebut akan kita umumkan, apakah menyalahi SOP atau tidak. Namanya masih penyelidikan harap bersabar,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto menyatakan pemeriksaan turut dilakukan bersama Inspektorat Pengawasan Daerah atau Irwasda. Petugas akan menelusuri siapa yang melakukan tindakan di lokasi, alat yang digunakan, hingga tata cara yang diterapkan ketika bentrokan berlangsung.

“Nanti dari hasil pemeriksaan (diketahui). Tapi, kita masih lakukan pemeriksaan semua, anggota tadi malam yang melaksanakan tugas masih dalam pemeriksaan semua,” kata Didik.

Penggunaan Senjata dan Proyektil Didalami

Salah satu bagian penting dalam penyelidikan adalah pemeriksaan prosedur penggunaan senjata api dalam situasi pembubaran tawuran. Polisi masih mengidentifikasi jumlah personel yang melepaskan tembakan peringatan, jenis senjata yang dibawa, serta proyektil yang nantinya ditemukan dan diperiksa.

“Berapa orang yang memberikan peringatan, senjatanya siapa, proyektil jenis apa, nanti akan keluar hasil dari penyidikan, termasuk hasil Labfor akan kita tunggu,” tuturnya.

Hasil laboratorium forensik menjadi unsur yang dibutuhkan untuk membantu menjelaskan karakter proyektil dan kemungkinan kaitannya dengan luka pada korban. Pemeriksaan ini juga mencakup aturan pembawaan serta pemakaian senjata api oleh anggota ketika menangani bentrokan warga.

Hingga tahap ini, kepolisian belum menyimpulkan apakah tindakan lima personel di lokasi telah sesuai dengan SOP. Karena itu, pernyataan resmi terkait tanggung jawab individu maupun dugaan pelanggaran masih menunggu hasil penyidikan lengkap.

Temuan Medis pada Tubuh Korban

Kepala Biddokkes Polda Sulsel Kombes Pol dr. Muhammad Haris menjelaskan pemeriksaan terhadap jenazah Rafli telah dilakukan. Keluarga memberikan persetujuan agar pemeriksaan luar dilanjutkan dengan pemeriksaan dalam atau autopsi.

Dalam pemeriksaan awal, tim medis menemukan luka pada bagian punggung. Ada pula luka keluar yang memiliki ciri menyerupai luka tembak, dengan jalur dari punggung luar sebelah kiri menuju lengan kanan.

“Dapatkan di punggung belakang ada luka. Kemudian pada pemeriksaan selanjutnya ada luka keluar yang menyerupai luka tembak, dari daerah punggung luar kiri keluar di lengan kanan,” ujar Haris.

Temuan medis tersebut belum menjadi kesimpulan akhir mengenai penyebab meninggalnya Rafli. Autopsi dan pemeriksaan forensik akan dipakai dalam proses penyelidikan untuk memastikan penyebab luka, jalur proyektil, serta faktor yang mengakibatkan korban tidak dapat diselamatkan.

Kronologi Bentrokan Dini Hari

Bentrokan terjadi di sekitar kanal Masjid Al Markaz pada Minggu dini hari, sekitar pukul 02.50 WITA. Dua kelompok warga dari Kandea III dan Bunga Ejaya Beru terlibat aksi saling serang yang melibatkan kurang lebih seratus orang.

Dalam kejadian itu, massa disebut menggunakan batu, busur, dan anak panah. Lima anggota Polsek Tallo di bawah pimpinan Ipda Azharirir kemudian mendatangi lokasi untuk membubarkan bentrokan dan mencegah situasi meluas.

Arya menyebut petugas melepaskan tembakan peringatan saat upaya pembubaran berlangsung. Di sisi lain, aparat juga menghadapi serangan berupa lemparan batu dan anak panah dari arah massa. Bentrokan akhirnya dapat dihentikan setelah aparat melakukan penanganan di lokasi.

Sekitar pukul 04.50 WITA, polisi menerima informasi bahwa seorang pemuda mengalami luka tembak. Rafli kemudian dibawa ke Rumah Sakit TNI AU Jala Ammari untuk mendapat pertolongan medis.

Kapolsek Tallo AKP Asfada mendatangi rumah sakit setelah menerima informasi tersebut. Rafli selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara, tetapi nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia.

Penyelidikan kini berfokus pada hubungan antara luka yang dialami Rafli dan rangkaian peristiwa saat bentrokan dibubarkan. Pemeriksaan personel, hasil autopsi, analisis proyektil, serta pemeriksaan laboratorium forensik akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab pasti kematian dan menilai kesesuaian tindakan aparat dengan prosedur yang berlaku.

Frequently Asked Questions

What is 5 Polisi Diperiksa Buntut Pemuda Tewas?

5 Polisi Diperiksa Buntut Pemuda Tewas is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 5 Polisi Diperiksa Buntut Pemuda Tewas matter?

5 Polisi Diperiksa Buntut Pemuda Tewas matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Gabung diskusi