Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Prabowo Dorong BRICS Perkuat Ketahanan dan Kemandirian

wpmanadmin - beritaterbaik.com 5 mins read

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyerukan penguatan ketahanan dan kemandirian negara-negara BRICS dalam sesi terbatas Konferensi Tingkat Tinggi

Prabowo Dorong BRICS Perkuat Ketahanan dan Kemandirian

Prabowo Tekankan Ketahanan Nasional dalam KTT BRICS 2026

Beritaterbaik.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyerukan penguatan ketahanan dan kemandirian negara-negara BRICS dalam sesi terbatas Konferensi Tingkat Tinggi BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu, 12 September 2026. Forum tersebut mengangkat tema Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism dan mempertemukan para pemimpin negara anggota untuk membicarakan tata kelola dunia yang lebih terbuka serta kerja sama multilateral.

Dalam pertemuan itu, Prabowo menempatkan kemampuan negara memenuhi kebutuhan rakyat sebagai dasar utama bagi kedaulatan. Pangan, energi, pendidikan, serta kesempatan ekonomi disebut sebagai unsur yang menentukan daya tahan sebuah bangsa dalam menghadapi berbagai tekanan global.

Ia menilai penguatan domestik tidak dapat dipisahkan dari kerja sama antarnegara. Negara yang memiliki fondasi kuat di dalam negeri akan memiliki ruang lebih besar untuk menentukan arah kebijakannya sendiri, sekaligus membangun hubungan internasional yang saling menghormati.

Apresiasi untuk Kepemimpinan India

Presiden Prabowo membuka sambutannya dengan menyampaikan penghargaan kepada Perdana Menteri India Narendra Modi. India menjadi tuan rumah sekaligus memegang posisi Ketua BRICS pada tahun ini. Prabowo juga mengapresiasi penerimaan yang diberikan kepada delegasi Indonesia selama berlangsungnya KTT.

“Izinkan saya terlebih dahulu menyampaikan terima kasih kepada tuan rumah dan Ketua BRICS tahun ini atas sambutan hangat serta keramahan luar biasa yang diberikan kepada delegasi kami. Saya juga ingin memberikan apresiasi atas kepemimpinan hebat yang ditunjukkan oleh Perdana Menteri Shri Narendra Modi dalam memimpin BRICS,” ujar Presiden Prabowo.

Kehadiran Indonesia pada KTT tersebut memiliki arti khusus karena Indonesia merupakan anggota baru BRICS. Prabowo menyatakan bahwa bergabungnya Indonesia merupakan sebuah kehormatan, terutama karena kelompok ini mencakup negara-negara yang mewakili bagian besar dari populasi dunia.

“Merupakan suatu kehormatan besar bagi kami untuk hadir di sini dan bergabung dengan Anda semua dalam KTT ini,” kata Prabowo.

“Kami adalah anggota baru BRICS, dan kami ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendiri BRICS yang telah menerima kami dengan sangat cepat sebagai anggota organisasi baru yang hebat ini, yang mewakili separuh dari populasi manusia,” sambungnya.

Kebutuhan Rakyat sebagai Fondasi Kekuatan

Prabowo menegaskan bahwa kekuatan nasional berawal dari kondisi masyarakat. Ketahanan pangan memastikan rakyat memperoleh kebutuhan dasar, sementara keamanan energi menjaga kegiatan ekonomi dan kehidupan sehari-hari tetap berjalan. Pendidikan, di sisi lain, menjadi penopang bagi kemampuan generasi muda untuk meningkatkan kesejahteraan.

Gagasan tersebut menunjukkan bahwa kemandirian tidak hanya berkaitan dengan posisi politik suatu negara di panggung internasional. Kemandirian juga tercermin dalam kesiapan negara mencukupi kebutuhan rakyat serta membuka peluang agar warga dapat hidup dengan lebih baik.

“Dengan bersatu, kita juga menjadi lebih kuat. Kekuatan selalu bermula dari dalam negeri bersama rakyat kita lewat kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka, menjamin pasokan energi yang mereka perlukan, mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk hidup sejahtera. Begitulah cara kita membangun bangsa yang tangguh dan benar-benar mandiri,” tutur Prabowo.

Bagi Indonesia, penekanan pada sektor-sektor dasar itu relevan karena ketahanan nasional membutuhkan kerja yang saling terhubung. Pangan, energi, pendidikan, dan ekonomi tidak berdiri sendiri. Gangguan pada satu bidang dapat memengaruhi kehidupan masyarakat serta kemampuan negara mempertahankan pertumbuhan dan stabilitas.

Kemandirian dalam Menentukan Arah Kebijakan

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyampaikan pentingnya negara memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan tanpa berada di bawah tekanan kekuatan tertentu. Ia menilai fondasi nasional yang kokoh dibutuhkan untuk menjaga perdamaian, memperkuat rasa saling percaya, dan memperluas ruang kerja sama yang setara.

“Kami tidak suka didikte oleh satu atau dua kekuatan tertentu. Kita harus tangguh dan kemudian kita akan benar-benar mandiri. Kami telah memperkuat fondasi kami untuk menjaga perdamaian dan membangun kepercayaan,” papar Prabowo.

Pesan itu menempatkan ketahanan sebagai unsur penting dalam hubungan antarnegara. Negara yang lebih mandiri secara pangan, energi, dan ekonomi dapat menghadapi perubahan global dengan posisi yang lebih kuat. Pada saat yang sama, kerja sama tetap diperlukan karena sejumlah tantangan lintas batas tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu negara.

BRICS dipandang dapat menjadi wadah bagi anggotanya untuk memperluas kolaborasi konkret pada bidang-bidang yang menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat. Kerja sama tersebut dapat diarahkan untuk memperkuat kapasitas nasional masing-masing negara, bukan menggantikan prioritas pembangunan di dalam negeri.

Energi Menjadi Bidang Strategis

Prabowo menyoroti energi sebagai contoh bidang yang dapat segera diperkuat melalui kerja sama BRICS. Konektivitas sistem energi dan penguatan keamanan pasokan di berbagai kawasan dinilai penting untuk mendukung kegiatan ekonomi serta membangun daya tahan jangka panjang.

“Energi adalah salah satu contoh yang jelas. Kita menghubungkan sistem energi kita dan memperkuat keamanan energi di seluruh wilayah kita untuk mendorong perekonomian kita, dan membangun ketahanan yang berkelanjutan,” terang Prabowo.

Penguatan keamanan energi memiliki dampak luas karena energi mendukung aktivitas industri, transportasi, layanan publik, dan kebutuhan rumah tangga. Karena itu, kerja sama energi tidak hanya berkaitan dengan pasokan, tetapi juga dengan kemampuan negara menjaga roda ekonomi dan kehidupan masyarakat tetap berjalan secara stabil.

Selain energi, Indonesia mendorong agenda BRICS yang mencakup ketahanan pangan, pendidikan, dan ekonomi. Fokus pada bidang-bidang ini menunjukkan bahwa manfaat kerja sama internasional diharapkan dapat dirasakan hingga tingkat masyarakat, melalui peluang kesejahteraan dan peningkatan kemampuan negara menghadapi tantangan.

“Melalui BRICS, Indonesia mendorong lahirnya kerja sama konkret yang memperkuat ketahanan pangan, energi, pendidikan, dan ekonomi. Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan ketahanan negara-negara anggota, tetapi juga menghadirkan kemandirian dan kesejahteraan nyata bagi rakyatnya,” tutup Prabowo.

Seruan tersebut menegaskan arah partisipasi Indonesia sebagai anggota baru BRICS: memperkuat kepentingan nasional melalui fondasi domestik yang tangguh, sambil memanfaatkan kemitraan internasional untuk menciptakan ketahanan dan kesejahteraan yang lebih luas.

Frequently Asked Questions

What is Prabowo Dorong BRICS Perkuat Ketahanan dan Kemandirian?

Prabowo Dorong BRICS Perkuat Ketahanan dan Kemandirian is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Prabowo Dorong BRICS Perkuat Ketahanan dan Kemandirian matter?

Prabowo Dorong BRICS Perkuat Ketahanan dan Kemandirian matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Gabung diskusi