Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

BMKG Ungkap Dugaan Penyebab Dentuman di Bandung-Sumedang

wpmanadmin - beritaterbaik.com 4 mins read

Warga di koridor Bandung hingga Sumedang, Jawa Barat, dikejutkan oleh serangkaian suara dentuman keras yang menggema dari arah langit selama hampir enam jam

BMKG Ungkap Dugaan Penyebab Dentuman di Bandung-Sumedang

Dentuman Misterius Guncang Langit Bandung–Sumedang, BMKG Petakan Hipotesis Skyquake

Beritaterbaik.com – Warga di koridor Bandung hingga Sumedang, Jawa Barat, dikejutkan oleh serangkaian suara dentuman keras yang menggema dari arah langit selama hampir enam jam pada peralihan Jumat malam menuju Sabtu dini hari, 4–5 September 2026. Getaran yang menyertai bunyi tersebut cukup kuat hingga membuat kusen pintu rumah bergetar secara berulang, memicu kepanikan di kalangan penghuni kawasan terdampak.

Fenomena ini langsung menarik perhatian publik setelah sejumlah warganet membagikan pengalaman mereka di media sosial. Ketakutan warga memuncak ketika dentuman tidak berhenti sesaat, melainkan berlanjut dengan interval berkali-kali hingga menjelang fajar.

Hasil Penyelidikan BMKG: Bukan Gempa, Bukan Petir

Menanggapi gelombang pertanyaan dari masyarakat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan penelusuran data secara menyeluruh. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyampaikan bahwa timnya telah memeriksa seluruh catatan kegempaan untuk rentang waktu 5 September 2026 pukul 00.00–05.00 WIB. Tidak satu pun aktivitas seismik terdeteksi di wilayah Bandung dan sekitarnya pada periode tersebut.

Langkah verifikasi berikutnya dilakukan dengan menelusuri data dari Lightning Detector, perangkat pemantau aktivitas petir. Hasilnya memang menunjukkan adanya kilat, namun intensitasnya tergolong rendah dan jauh dari ambang yang mampu menghasilkan dentuman berskala seperti yang dirasakan warga.

“Suara dentuman yang dilaporkan tersebut tidak menunjukkan indikasi sebagai kejadian gempa bumi maupun aktivitas petir,” ujar Wijayanto pada Sabtu.

Kesimpulan ini secara efektif menyingkirkan dua penjelasan paling umum—gempa tektonik dan petir—sebagai pemicu fenomena yang terjadi.

Hipotesis Skyquake: Dentuman Atmosferik dari Langit Cerah

Dengan kedua penyebab utama telah tereliminasi, perhatian BMKG beralih ke fenomena atmosferik yang dikenal sebagai skyquake. Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Suaidi Ahadi, menyatakan bahwa skyquake menjadi dugaan sementara yang paling masuk akal untuk menjelaskan suara yang terdengar malam itu.

“Untuk sementara, kecurigaan kita skyquake,” kata Suaidi.

Skyquake merujuk pada pelepasan energi akustik yang terjadi di lapisan atmosfer bawah, umumnya pada ketinggian beberapa kilometer di atas permukaan tanah. Mekanisme yang paling sering dikaitkan dengan fenomena ini meliputi pelepasan tegangan elektrostatik dalam awan, kontraksi termal cepat akibat perubahan tekanan lokal, atau interaksi gelombang gravitasi atmosfer dengan turbulensi. Berbeda dengan petir konvensional, skyquake dapat menghasilkan dentuman tunggal atau beruntun tanpa disertai kilat yang terlihat jelas, terutama pada malam berlangit cerah.

Suaidi menambahkan bahwa peristiwa serupa pernah tercatat di Bogor pada tahun 2020, ketika warga melaporkan dentuman dari langit tanpa adanya aktivitas seismik maupun petir bermakna.

“Hampir sama seperti sekarang, tidak ada ditemukan penyebabnya. Fenomena alam, dentuman di langit yang cerah,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, BMKG belum dapat mengonfirmasi secara definitif bahwa dentuman di Bandung–Sumedang memang bersumber dari skyquake. Proses verifikasi lanjutan masih berlangsung, dan lembaga tersebut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang sambil menunggu hasil analisis lebih lanjut.

Kisah dari Lapangan: Warga Sumedang dan Sekitarnya

Di media sosial, narasi langsung dari warga memberikan gambaran nyata tentang intensitas fenomena tersebut. Sri Lung Dianty, pemilik akun Threads @aldianty1717, menceritakan bahwa dentuman pertama kali terdengar dari arah langit di wilayah Sumedang sekitar pukul 01.00 WIB. Suara itu tidak berhenti setelah satu kali, melainkan terus berulang hingga pagi.

“Sampai jam 06.36 pintu rumah masih bergetar tiap 20-30 menit sekali. Ya Allah lindungilah kami,” tulisnya.

Warga lain, pemilik akun @lilgramofm, menggambarkan pengalaman awalnya yang membingungkan. Ia mengira suara tersebut berasal dari seseorang yang melangkah di atas atap rumahnya.

“Aku ngerasa, Kak. Cuma awal ngiranya kayak dentuman orang jalan kaki di atas rumah, gedeblag-gedeblug gitu. Lumayan lama durasinya.”

Kedua kesaksian ini menggambarkan pola umum yang muncul dari laporan-laporan serupa: dentuman berdurasi singkat namun berulang, disertai getaran ringan pada struktur bangunan, dan berlangsung selama beberapa jam tanpa jeda yang jelas.

Apa yang Perlu Diketahui Warga

Fenomena atmosferik seperti skyquake, meskipun jarang terjadi dan belum sepenuhnya dipahami secara ilmiah, umumnya tidak menimbulkan ancaman struktural bagi bangunan. Getaran yang dirasakan pada kusen pintu atau jendela merupakan transmisi gelombang tekanan akustik melalui udara, bukan getaran seismik dari dalam tanah. Dengan kata lain, rumah tidak mengalami kerusakan struktural akibat peristiwa semacam ini.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Jika fenomena serupa terulang, warga disarankan mencatat waktu, arah suara, dan intensitas getaran, lalu melaporkannya melalui kanal resmi BMKG agar data dapat digunakan dalam analisis lanjutan. Pemantauan kegempaan dan aktivitas petir akan terus dilakukan secara real-time untuk memastikan tidak ada ancaman lain yang tersembunyi di balik fenomena atmosferik tersebut.

Sementara itu, pertanyaan mendasar—mengapa langit yang tampak cerah dan tenang dapat menghasilkan dentuman beruntun selama berjam-jam—tetap menjadi area riset yang terbuka. Hingga BMKG mengeluarkan pernyataan final, warga di koridor Bandung–Sumedang diimbau menjaga ketenangan dan menunggu konfirmasi ilmiah yang akan datang.

Frequently Asked Questions

What is BMKG Ungkap Dugaan Penyebab Dentuman di Bandung?

BMKG Ungkap Dugaan Penyebab Dentuman di Bandung is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BMKG Ungkap Dugaan Penyebab Dentuman di Bandung matter?

BMKG Ungkap Dugaan Penyebab Dentuman di Bandung matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Gabung diskusi