Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Analisis BMKG, Pemicu Gempa Magnitudo 6,1 di Nias Selatan

beritaterbaik - beritaterbaik.com 3 mins read

Pada Selasa, 18 Agustus 2026, sekitar pukul 13.02 WIB, guncangan berkekuatan Magnitudo 6,1 mengguncang wilayah Nias Selatan, Sumatera Utara. Analisis BMKG

Analisis BMKG Pemicu Gempa Magnitudo 6,1 di Nias Selatan: Subduksi di Dasar Laut

Beritaterbaik.com – Pada Selasa, 18 Agustus 2026, sekitar pukul 13.02 WIB, guncangan berkekuatan Magnitudo 6,1 mengguncang wilayah Nias Selatan, Sumatera Utara. Analisis BMKG Pemicu Gempa Magnitudo 6 ini mengungkap bahwa sumber utama getaran berasal dari proses subduksi lempeng tektonik di dasar laut. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera merilis keterangan resmi untuk menjelaskan mekanisme kejadian sekaligus memberikan panduan kepada masyarakat terdampak agar tidak panik dan tetap waspada.

Mekanisme Sumber dan Parameter Gempa

Dr Wijayanto, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, menjelaskan bahwa episenter gempa terletak pada koordinat 0,67° LS dan 98,29° BT, tepatnya di kawasan laut sejauh 157 km ke arah tenggara dari pusat Kabupaten Nias Selatan. Kedalaman hiposenter tercatat 35 km, yang secara klasifikasi termasuk kategori gempa dangkal. Dari perspektif mekanisme sumber, pergerakan lempeng yang terjadi bersifat naik atau thrust fault, di mana satu lempeng terdorong ke atas lempeng lain di zona subduksi. Berdasarkan analisis BMKG pemicu gempa magnitudo 6 ini, orientasi dan besaran gaya yang bekerja konsisten dengan model subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia.

Hasil pemodelan tsunami yang dilakukan BMKG menunjukkan bahwa guncangan tersebut tidak berpotensi membangkitkan gelombang tsunami. Dengan demikian, masyarakat pesisir tidak perlu mengkhawatirkan ancaman gelombang laut pasca-gempa dan dapat beraktivitas seperti biasa di kawasan pantai.

Sebaran Intensitas Getaran di Wilayah Terdampak

Laporan lapangan mencatat bahwa getaran paling kuat dirasakan di wilayah Tapanuli Utara dengan intensitas IV MMI. Pada tingkat ini, sejumlah besar penghuni rumah merasakan guncangan, sementara di luar ruangan hanya sebagian kecil orang yang menyadarinya. Dampak fisik yang dilaporkan meliputi pecahnya gerabah, berderaknya jendela dan pintu, serta bunyi gesekan pada dinding bangunan.

Intensitas III MMI — yang digambarkan menyerupai sensasi truk besar melintas di dalam rumah — tercatat di Padang Sidempuan, Nias Selatan, Padang Panjang, Pesisir Selatan, Bukittinggi, Padang, Padang Pariaman, Pariaman, Pasaman Barat, serta Kabupaten Agam. Warga di kawasan-kawasan tersebut merasakan getaran nyata namun tidak menimbulkan kerusakan struktural yang signifikan pada bangunan.

Di Tapanuli Tengah dan Gunung Sitoli, getaran berada pada skala II MMI, yakni hanya dirasakan oleh sejumlah kecil orang disertai bergoyangnya benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung atau tirai jendela.

Pemantauan Berkelanjutan dan Imbauan Publik

Sampai pukul 13.30 WIB, data pemantauan BMKG belum merekam adanya gempa susulan. Lembaga tersebut menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pemantauan secara berkelanjutan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat secara berkala. Setiap perkembangan baru akan langsung dipublikasikan melalui kanal resmi BMKG agar publik memperoleh data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Warga diimbau menjaga ketenangan, tidak mudah terpengaruh kabar yang belum dapat diverifikasi kebenarannya, serta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Dr Wijayanto secara khusus mengingatkan masyarakat untuk tidak kembali masuk ke dalam struktur bangunan yang menunjukkan tanda-tanda kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh petugas berwenang.

“Hindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi,” tegas Dr Wijayanto dalam keterangan resminya.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Analisis BMKG Pemicu Gempa Magnitudo 6

Apakah gempa Magnitudo 6,1 di Nias Selatan berpotensi memicu tsunami? Tidak. Berdasarkan pemodelan tsunami BMKG, guncangan tersebut tidak berpotensi membangkitkan gelombang tsunami, sehingga masyarakat pesisir tidak perlu mengungsi ke dataran tinggi.

Berapa kedalaman hiposenter gempa dan apa artinya bagi intensitas getaran? Hiposenter tercatat pada kedalaman 35 km, yang secara klasifikasi termasuk gempa dangkal. Gempa dangkal umumnya menghasilkan getaran permukaan yang lebih kuat dibandingkan gempa dalam karena sumbernya lebih dekat ke permukaan bumi.

Apakah ada gempa susulan setelah kejadian utama? Sampai pukul 13.30 WIB, BMKG belum merekam gempa susulan. Pemantauan tetap dilakukan secara berkelanjutan dan informasi terbaru akan disampaikan kepada publik melalui kanal resmi.

Apa yang harus dilakukan warga setelah merasakan gempa? Jaga ketenangan, hindari bangunan yang retak atau rusak, periksa kondisi struktur tempat tinggal, dan tunggu informasi resmi dari BMKG sebelum kembali beraktivitas normal di sekitar struktur bangunan.

Gabung diskusi