Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Sebelum Jadi Presiden, Bung Karno Pernah Ditawari Jepang Jadi Raja

beritaterbaik - beritaterbaik.com 3 mins read

Liputan6.com, Jakarta - Ada satu tawaran yang pernah datang kepada Soekarno menjelang Indonesia merdeka, menjadi raja. Tawaran itu muncul ketika posisi Jepang

Beritaterbaik.com – Liputan6.com, Jakarta – Ada satu tawaran yang pernah datang kepada Soekarno menjelang Indonesia merdeka, menjadi raja. Tawaran itu muncul ketika posisi Jepang dalam Perang Dunia II semakin terdesak. Pada Maret 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta terbang ke Makassar untuk menghadiri pertemuan rahasia dengan pembesar tentara Jepang.

Pertemuan itu membicarakan masa depan Indonesia, termasuk bentuk pemerintahan yang akan dibangun setelah kemerdekaan. Di tengah pembicaraan tersebut, Jepang justru mengusulkan sesuatu yang tidak pernah menjadi cita-cita Soekarno, menjadikannya raja Indonesia. Menurut Soekarno, pembesar Jepang bahkan mengklaim telah melihat dukungan rakyat Bali terhadap dirinya.

"Mereka mendesak agar Sukarno diangkat menjadi raja Indonesia," kata pembesar Jepang tersebut, sebagaimana dikutip Soekarno dalam biografinya Penyambung Lidah Rakyat karya Cindy Adams. Bagi Jepang, tawaran itu mungkin terlihat sebagai jalan untuk mendapatkan dukungan politik Soekarno sekaligus menjaga pengaruh mereka di Indonesia. Namun, Soekarno tidak tergoda.

Dia menolak gagasan Indonesia menjadi kerajaan. "Aku telah berjanji kami tidak menghendaki sebuah kerajaan. Aku selalu berbicara menentang bentuk lain kecuali republik," tegas Soekarno.

Penolakan itu bukan keputusan yang muncul tiba-tiba. Sejak jauh sebelum Jepang menduduki Indonesia, Soekarno telah membayangkan Indonesia sebagai sebuah republik. Karena itu, ketika Jepang menawarkan posisi sebagai raja, ia memilih tetap pada gagasan politik yang selama bertahun-tahun disampaikannya kepada rakyat.

Tawaran menjadi raja itu muncul ketika Jepang sebenarnya sedang berada dalam posisi sulit. Pada Juli 1944, Pulau Saipan yang strategis jatuh ke tangan Amerika Serikat. Kekalahan demi kekalahan membuat posisi Jepang di kawasan Asia-Pasifik semakin terdesak.

Dalam kondisi tersebut, Jepang mulai melunak terhadap Indonesia. Pada 7 September 1944, Tokyo mengumumkan bahwa waktu pemberian kemerdekaan kepada Indonesia akan segera ditentukan. Namun, janji itu tidak pernah benar-benar diwujudkan Jepang.

Indonesia akhirnya memproklamasikan kemerdekaannya sendiri pada 17 Agustus 1945. Soekarno tidak menjadi raja. Ia justru berdiri sebagai presiden pertama Republik Indonesia, bersama Mohammad Hatta sebagai wakil presiden.

Pilihan tersebut kemudian menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan gagasan republik yang telah diperjuangkan Soekarno jauh sebelum Proklamasi. Setelah Proklamasi dibacakan di Jakarta, kabarnya mulai bergerak ke berbagai daerah, termasuk Sumatera. Namun, penyebaran berita kemerdekaan tidak berlangsung mudah.

Sejumlah radio di Sumatera menghentikan siaran sejak 15 Agustus 1945 sehingga warga terisolasi dari perkembangan dunia luar. Di Bukittinggi, Ahmad Basya dan Asri Aidid Sutan Rajo Nan Sati menjadi bagian dari upaya menyebarkan kabar tersebut dengan mengetik ulang teks Proklamasi dan menempelkannya di sejumlah tempat. Meski begitu, sebagian tokoh daerah masih diliputi keraguan.

Dukungan resmi dari Sumatera baru disampaikan pada 29 Agustus 1945, ketika Residen Sumatera Moehammad Sjafei membacakan "Permakloeman Kemerdekaan Indonesia" di Bukittinggi. Pernyataan itu menegaskan pengakuan masyarakat Sumatera terhadap kemerdekaan Indonesia dan dukungan kepada Soekarno-Hatta. Namun, perjalanan menuju pengakuan itu menunjukkan bahwa setelah teks Proklamasi dibacakan di Jakarta, perjuangan untuk membuat gagasan republik benar-benar diterima di berbagai daerah masih terus berlangsung.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Frequently Asked Questions

What is Sebelum Jadi Presiden Bung Karno Pernah?

Sebelum Jadi Presiden Bung Karno Pernah is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Sebelum Jadi Presiden Bung Karno Pernah matter?

Sebelum Jadi Presiden Bung Karno Pernah matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Gabung diskusi