Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

BMKG Catat Gempa Susulan di NTT Capai 111 Kali

beritaterbaik - beritaterbaik.com 3 mins read

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kupang resmi mencatat sebanyak 111 gempa susulan yang terjadi setelah gempa utama

BMKG Catat Gempa Susulan di NTT: 111 Guncangan Terdeteksi

Beritaterbaik.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kupang resmi mencatat sebanyak 111 gempa susulan yang terjadi setelah gempa utama berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pencatatan ini dilakukan hingga pukul 10.00 WITA pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026. Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tystama, mengonfirmasi bahwa total 111 kali gempa bumi susulan telah berhasil dideteksi oleh alat seismograf di wilayah tersebut.

Detail Gempa dan Peringatan Dini Tsunami

Pernyataan resmi tersebut disampaikan oleh Arief Tystama dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Kupang. Acara ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah NTT serta berbagai instansi terkait yang bertanggung jawab atas penanganan bencana. Menurut Arief, meskipun jumlah gempa susulan telah mencapai 111 kali, aktivitas seismik di wilayah tersebut masih terus berlangsung. Gempa susulan terakhir yang berhasil terdeteksi memiliki magnitudo sebesar 3,8.

Meskipun magnitudo gempa susulan cenderung mengecil seiring berjalannya waktu, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Peringatan dini tsunami yang sebelumnya dikeluarkan oleh BMKG telah resmi dicabut setelah situasi dinyatakan lebih stabil. Sebelumnya, peringatan dini tsunami telah diterbitkan setelah gempa M 7,7 mengguncang wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada Sabtu pagi pukul 05.58 WITA.

Pemutakhiran data menunjukkan bahwa kekuatan gempa utama ditetapkan sebesar M 7. Gempa tersebut berpusat pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur. Lokasi episenter gempa berada sekitar 30 kilometer dari laut Mbay-Nagekeo dengan kedalaman hiposenter sebesar 15 kilometer di bawah permukaan bumi.

Wilayah Berstatus Siaga dan Imbauan Masyarakat

Hingga pukul 07.03 WITA, BMKG menetapkan status Siaga untuk peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah. Selain NTT, wilayah yang juga berstatus Siaga meliputi Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tenggara. Di NTT, wilayah yang berstatus Siaga mencakup Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Manggarai Barat bagian utara, Ende bagian utara, dan Sikka bagian utara. Sementara itu, di Sulawesi Selatan, wilayah yang berstatus Siaga meliputi Selayar, Jeneponto, dan Bantaeng.

Masyarakat di wilayah-wilayah yang terdampak diminta untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari otoritas setempat. BMKG juga menyarankan agar masyarakat menghindari area pesisir pantai hingga peringatan dini tsunami benar-benar dicabut secara resmi. Informasi terkini mengenai perkembangan gempa dan peringatan dini dapat diakses melalui situs resmi BMKG.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Q: Kapan gempa utama terjadi di NTT? A: Gempa utama berkekuatan M 7,7 terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 05.58 WITA di wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.

Q: Berapa jumlah total gempa susulan yang tercatat? A: Hingga pukul 10.00 WITA, BMKG mencatat sebanyak 111 gempa susulan yang terjadi setelah gempa utama.

Q: Apakah peringatan dini tsunami sudah dicabut? A: Ya, peringatan dini tsunami telah resmi dicabut setelah aktivitas seismik menunjukkan penurunan dan situasi dinyatakan lebih stabil.

Q: Wilayah mana saja yang berstatus Siaga untuk peringatan dini tsunami? A: Wilayah yang berstatus Siaga meliputi NTT (Manggarai, Ngada, Manggarai Barat, Ende, dan Sikka bagian utara), Sulawesi Selatan (Selayar, Jeneponto, dan Bantaeng), Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tenggara.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Gabung diskusi