Trump Terapkan Tarif 15% untuk Bahan Baku Panel Surya dan Semikonduktor
Jakarta, Liputan6.com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menandatangani perintah eksekutif pada Kamis, 6 Agustus 2026 yang memberlakukan kebijakan
Trump Terapkan Tarif 15 untuk Bahan Baku Panel Surya dan Semikonduktor
Beritaterbaik.com – Jakarta, Liputan6.com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menandatangani perintah eksekutif pada Kamis, 6 Agustus 2026 yang memberlakukan kebijakan baru. Melalui kebijakan ini, Trump Terapkan Tarif 15 persen atas produk impor berbahan polisilikon. Material strategis ini merupakan komponen krusial yang digunakan dalam industri semikonduktor dan panel surya global. Mengutip laporan BBC pada Jumat (7/8/2026), perintah eksekutif tersebut juga menetapkan harga impor minimum untuk polisilikon serta produk-produk terkait lainnya.
Langkah strategis ini diambil menyusul adanya penyelidikan keamanan nasional terkait produksi material tersebut di luar negeri. Tujuan utama dari kebijakan ini adalah membantu melindungi produsen domestik AS yang menghadapi persaingan semakin ketat dari industri chip China. China merupakan sumber utama ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut. Kedutaan Besar China di Washington menyatakan bahwa langkah ini sangat mengganggu perdagangan bilateral, dan Beijing akan bertindak untuk melindungi perusahaan-perusahaannya.
Dampak Terhadap Perdagangan Global
"Washington dianggap menyalahgunakan kekuasaan negara untuk menyasar bisnis China," ujar pihak kedutaan dalam pernyataannya. Pihak kedutaan juga menambahkan bahwa proteksionisme tidak akan membuat AS lebih kompetitif dalam jangka panjang. Dalam perintah tersebut, Trump menyatakan telah menerima rekomendasi Menteri Perdagangan Howard Lutnick untuk menetapkan harga impor minimum serta tarif 15 persen atas impor polisilikon dan produk terkait.
Langkah-langkah ini dijadwalkan mulai berlaku pada Desember 2026. "AS juga akan menawarkan insentif untuk mendorong produksi dalam negeri," ia menambahkan. Trump menuturkan bahwa selama beberapa dekade, AS telah membiarkan perusahaan asing melemahkan produsen Amerika Serikat di sektor polisilikon. Trump Terapkan Tarif 15 persen sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat industri domestik.
Adapun Trump sejak lama mendukung penggunaan tarif untuk melindungi lapangan kerja Amerika dan mendorong perekonomian nasional. "Material ini sangat penting bagi peralatan militer dan elektronik, namun impor telah menyebabkan pangsa AS dalam produksi polisilikon global merosot dari 50 persen pada 2005 menjadi kurang dari 2 persen pada tahun 2024," ujar Trump. China hampir memonopoli produksi polisilikon dunia saat ini.
Perintah ini kemungkinan akan menguntungkan Hemlock Semiconductor dan Wacker Chemie, yang merupakan produsen utama material tersebut di AS. Produksi chip komputer merupakan elemen sentral dalam persaingan antara AS dan China untuk mengembangkan kecerdasan buatan (AI). Washington dan Beijing juga telah terlibat dalam perang tarif saling balas, yang sempat ditangguhkan sejak Mei 2025.
Para analis yang dikutip oleh media pemerintah China, Global Times, mengatakan bahwa tarif baru ini menandai eskalasi terbaru dalam upaya Washington untuk membatasi peran China dalam rantai pasokan teknologi kritis. Langkah ini menyusul pembatasan AS lainnya terhadap impor drone, robot humanoid, dan produk teknologi lain dari China. China mengumumkan sejumlah langkah balasan pekan ini, termasuk pengendalian ekspor yang lebih ketat terhadap drone.
Beijing juga memulai tinjauan keamanan nasional terhadap printer dan mesin fotokopi impor. Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kebijakan perdagangan internasional, pembaca dapat mengakses artikel terkait di Liputan6.com Bisnis.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kebijakan Tarif Baru
1. Kapan tarif 15 persen mulai berlaku? Tarif baru ini dijadwalkan mulai berlaku pada Desember 2026, sesuai dengan perintah eksekutif yang ditandatangani Presiden Trump.
2. Apa dampak tarif terhadap produsen AS? Produsen seperti Hemlock Semiconductor dan Wacker Chemie di AS diperkirakan akan mendapat keuntungan dari kebijakan ini karena mengurangi persaingan dari impor China.
3. Mengapa China merespons dengan tegas? China menganggap kebijakan AS sebagai penyalahgunaan kekuasaan negara untuk menyasar bisnis China, yang dapat mengganggu perdagangan bilateral.
4. Bagaimana posisi AS dalam produksi polisilikon global? Pangsa AS dalam produksi polisilikon global merosot dari 50 persen pada 2005 menjadi kurang dari 2 persen pada tahun 2024.
